
JurnalPost.com – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dalam tahun 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berpartisipasi, Ormawa Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMANATA) dinyatakan lolos pendanaan PPK ORMAWA Kemdikbud-Ristek Tahun 2024. Program dilaksanakan pada Juli – Oktober berfokus topik Desa Cerdas, Mengangkat judul “Merajut Human Resource Unggul Melalui Inovasi Literasi Sekolah Mencapai Kelurahan Gunung Anyar Tambak Cerdas’’
Program Desa Cerdas berfokus pada peningkatan mutu Anak-anak sekolah sungai dalam hal Upaya meningkatkan literasi berbasis 5 Pojok Literasi merupakan wujud dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Lahirnya program ini untuk menjawab minimnya minat baca anak-anak sekolah Sungai.
Rahmawati, ketua pelaksana mengatakan bahwa lewat program tersebut mereka menggagas lima pojok literasi di sekolah Sungai diantaranya pojok English Corner, Pojok Seni, Pojok Film, Pojok Calistung,, Pojok Kolase Diorama beserta Brand Ambasaddor Tiap Pojok Untuk keberlanjutan.
1. Pojok English Corner
Kegiatan ini menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran menggunakan bahasa inggris secara santai dan menyenangkan dengan orientasi pembelajaran bahasa universal.
2. Pojok Seni
Pembelajaran ini dapat memberikan siswa sekolah sungai untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka. Dalam kegiatan ini kita juga mengadakan kegiatan seni tari tradisional. Selain itu juga mereka bisa dengan mudah mempelajari tentang nilai-nilai seni, ekspresi diri, serta apresiasi terhadap karya seni.
3. Pojok Film
Kegiatan ini menjelaskan sosialisasi anti perundungan yang menggunakan media klip atau cerita sebagai contohnya. Karena sasarannya siswa sekolah sungai yang berisi siswa sekolah dasar maka dari itu digunakan media klip cerita sebagai penjelasan dan gambaran terkait untuk meningkatkan media pembelajaran.
4. Pojok Calistung
Kegiatan ini juga menargetkan siswa sekolah sungai. Karena pojok calistung (membaca, menulis, berhitung). Materi yang dapat disampaikan seperti pembelajaran dari buku bacaan, buku tulis, dan buku berhitung dasar.
5. Pojok Kolase Diorama
Kegiatan ini berfokus pada siswa dari sekolah Sungai mulai dari anak pra-sekolah hingga SD. Dalam kegiatan dikembangkan mengenai teknik yang kreatif, penyusunan potongan-potongan bahan dan memanfaat sampah untuk menciptakan karya baru.

Penggasan 5 Pojok Literasi bertujuan untuk menyediakan akses literasi yang lebih luas bagi siswa-siswa sekolah sungai yang seringkali mengalami keterbatasan sumber belajar dan bahan belajar. Lima pojok literasi ini diharapkan dapat menjadi pusat belajar dan ruang kreatif bagi anak-anak, dengan harapan agar minat membaca dan kesadaran literasi dapat tumbuh dan berkembang sejak usia dini. Pojok-pojok lietrasi ini difasilitasi dengan buku-buku bacaan yang beragam serta kebutuhan setiap pojok telah tersedia.
Kehadiran lima pojok literasi ini disambut baik oleh masyarakat dan pihak Sekolah Sungai. Para pendidik di Sekolah Sungai juga merasa terbantu dengan adanya pojok literasi ini. Mereka melihat adanya peningkatan minat siswa untuk belajar dan membaca secara mandiri, sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Fasilitas literasi ini juga membuka peluang bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan berbasis literasi. Anak-anak kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami pelajaran dengan cara yang menyenangkan, seperti melalui bacaan-bacaan cerita atau pengetahuan umum.
Selain meningkatkan minat baca anak-anak, pojok literasi ini juga dianggap mampu memperluas wawasan dan daya imajinasi siswa. Dengan membaca berbagai jenis buku, mulai dari fiksi hingga ilmu pengetahuan, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan baru yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Hal ini sangat penting dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing di masa depan. Lebih dari sekadar fasilitas belajar, pojok literasi ini juga menjadi tempat bagi anak-anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Pendirian lima pojok literasi ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Pojok-pokok tersebut tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mengajak anak-anak belajar melalui aktivitas visual, praktis, dan interaktif. Di pojok seni, misalnya, anak-anak bebas mengekspresikan diri dengan melukis atau menggambar. Sementara itu, pojok film memungkinkan mereka menonton film-film edukatif, yang merangsang daya imajinasi dan mempermudah pemahaman konsep pembelajaran. Dengan adanya pojok calistung, anak-anak juga lebih terbantu dalam memahami keterampilan dasar baca, tulis, dan hitung. Sedangkan pojok kolase diorama dan English Corner menghadirkan pengalaman belajar baru yang mengasah kreativitas dan kemampuan bahasa asing. Program ini diharapkan dapat memperkaya cara belajar siswa dan menumbuhkan minat baca, keterampilan, serta kemampuan berpikir kritis di lingkungan yang kondusif dan inspiratif.
Kelima pojok literasi ini dihadirkan dengan tujuan untuk memberikan akses literasi yang lebih variatif dan menarik bagi anak-anak yang berada di kawasan tersebut. Setiap pojok dirancang secara khusus untuk mengajak anak-anak belajar melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan siswa.
Upaya ini mendapat sambutan positif dari para guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Kehadiran pojok literasi tematik ini dinilai mampu menghadirkan variasi belajar yang sangat dibutuhkan, terutama di kawasan yang minim akses terhadap sumber-sumber literasi dan bahan bacaan berkualitas. Tim PPK Ormawa HIMANATA berharap bahwa inisiatif ini tidak hanya meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian dalam belajar, serta keterampilan berpikir kritis. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, lima pojok literasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk gerakan literasi di wilayah-wilayah lain yang memiliki kebutuhan serupa.
Penulis 1 : Rahmawati
Penulis 2 : Muhammad Roisul Basyar. S.AP., M.KP
ADMINISTRASI NEGARA – UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA




