• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Ubi Ungu Bukan Sekadar Pangan: Inovasi Bahan Alami untuk Pembersih Kaca, Penyerap Lembap, dan Pembersih Logam

Editor Redaksi
13 Januari 2026
in Berita
(Foto: Dokumentasi pengapdia produk untuk masyarakat desa Mojokembang)

Oleh : Nila Putri, Ana Nahdiah, Adella Tiara, Sergio (Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengadakan Pengabdian Masyarakat di Desa Mojokembang. Dengan hasil produk pembersih rumah tangga, pembersih rumah tangga biasanya identik dengan bahan kimia sintetis yang menjanjikan hasil instan dan praktis. Pembersih kaca, penyerap lembap, hingga cairan pembersih logam kerap dipasarkan dengan klaim ampuh, namun jarang disertai kesadaran akan dampak jangka panjangnya bagi lingkungan dan kesehatan. Dalam situasi ini, inovasi berbasis bahan alami menjadi kebutuhan, bukan sekadar tren. Salah satu bahan lokal yang menarik untuk dilirik adalah ubi ungu.

Ubi ungu selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan dengan nilai gizi tinggi dan warna khas yang menarik. Namun, membatasi ubi ungu hanya sebagai komoditas konsumsi justru menyempitkan potensi besarnya. Kandungan pati, senyawa fenolik, serta sifat alaminya yang mudah terurai menjadikan ubi ungu memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan dasar produk pembersih ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya relevan dengan isu lingkungan, tetapi juga membuka ruang kreativitas dalam pemanfaatan sumber daya lokal.

Dalam konteks pembersih kaca, ubi ungu memiliki potensi melalui ekstrak patinya. Pati dikenal mampu mengikat partikel kotoran dan minyak yang menempel pada permukaan. Jika diolah dengan komposisi yang tepat, larutan berbasis ubi ungu dapat membersihkan kaca tanpa meninggalkan bekas buram atau residu berbahaya. Berbeda dengan pembersih kimia yang sering kali menyengat dan berisiko bagi pernapasan, pembersih alami dari ubi ungu menawarkan alternatif yang lebih aman untuk penggunaan sehari-hari.

Selain itu, sifat higroskopis pada pati ubi ungu membuka peluang pemanfaatan sebagai penyerap lembap alami. Ruang penyimpanan tertutup seperti lemari pakaian atau kotak arsip sering membutuhkan penyerap lembap untuk mencegah jamur dan bau tidak sedap. Selama ini, produk seperti silica gel menjadi pilihan utama, meski sulit terurai di alam. Ubi ungu yang dikeringkan dan diolah dengan teknik sederhana dapat berfungsi sebagai penyerap lembap biodegradable yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa solusi ekologis tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi.

(Foto: Produk non pangan berbahan dasar ubi ungu)

Potensi ubi ungu juga dapat dilihat dalam fungsi pembersih logam. Kandungan asam organik ringan dan antioksidan di dalamnya berpotensi membantu mengangkat noda kusam atau oksidasi ringan pada permukaan logam. Dengan formulasi yang tepat, ekstrak ubi ungu dapat membersihkan peralatan logam tanpa risiko korosi berlebihan. Hal ini menjadi penting mengingat banyak produk pembersih logam komersial bersifat abrasif dan dapat merusak permukaan jika digunakan secara berulang.

Menurut Dosen Pembimbing Lapangan Mays Amelia S.H.,M.H. berpendapat
“Ubi ungu bukan hanya menjadi simbol inovasi hijau, tetapi juga cerminan perubahan paradigma. Solusi terhadap krisis lingkungan dapat memanfaatkan kearifan lokal yang diolah dengan pengetahuan dan kreativitas. Sehingga ketahanan ekonomi masyarakat desa berpotensi meningkat. Alternatif semacam ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang tidak memisahkan aspek lingkungan dari kesejahteraan sosial.”

Lebih jauh, inovasi berbasis ubi ungu tidak hanya berbicara soal fungsi, tetapi juga nilai sosial dan ekonomi. Pemanfaatan ubi ungu sebagai bahan pembersih dapat mendorong diversifikasi produk pertanian dan meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal. Di sisi lain, konsumen mendapatkan alternatif produk yang lebih aman, terjangkau, dan selaras dengan gaya hidup berkelanjutan.

Ini menjadi contoh nyata bagaimana isu lingkungan dapat dijawab melalui pendekatan ekonomi kreatif berbasis lokal. gagasan menjadikan ubi ungu sebagai bahan pembersih kaca, penyerap lembap, dan logam menantang cara pandang lama tentang inovasi. Bahan sederhana yang selama ini dianggap biasa justru menyimpan potensi besar jika diolah dengan perspektif baru. Di tengah krisis lingkungan dan ketergantungan pada bahan kimia, ubi ungu hadir sebagai simbol bahwa solusi berkelanjutan bisa dimulai dari hal paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.