
JurnalPost.com, Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menegaskan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan terus bergerak merespons berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Sejak rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa daerah, UAR secara konsisten mengirimkan tim relawan ke lokasi terdampak untuk membantu masyarakat dan mendukung upaya penanggulangan bencana.
Pada Akhir November 2025, UAR mengerahkan tim awal sebanyak 17 personel ke tiga wilayah bencana di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh bersama prajurit TNI AL menggunakan Kapal Rumah Sakit Angkatan Laut KRI dr. Soedarso-990 dan Kapal Semarang melalui Pelabuhan Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamin) Jakarta.
Pengiriman tim ini dilakukan segera setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi, sebagai bentuk respon cepat UAR terhadap situasi darurat yang dialami warga di ketiga daerah tersebut. Di lokasi bencana para relawan setelah melakukan asesmen, kemudian melaksanakan amal sholih membersihkan lingkungan dan rumah warga dari endapan lumpur yang dibawa banjir, membersihkan masjid, distribusi bantuan berupa sembako, pendampingan psikososial warga, serta mendukung kebutuhan darurat masyarakat terdampak.
Seiring berjalannya misi kemanusiaan, UAR kembali mengirimkan tim relawan tahap kedua dan ketiga ke wilayah Aceh, khususnya Aceh Tamiang dan Tanjung Pura. Hingga kini, total relawan UAR yang terlibat dalam rangkaian misi kemanusiaan tersebut mencapai 120 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera.
Para relawan tidak hanya fokus pada bantuan lapangan, seperti membersihkan jalan perkampungan dan rumah warga dari timbunan lumpur, membersihkan dan memperbaiki (rehab-rekon) masjid serta pondok pesantren, membangun hunian sementara (Huntara) untuk penyintas bencana, tetapi juga mempersiapkan agenda penutupan misi kemanusiaan melalui kegiatan Tabligh Akbar bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk para donatur.
Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan UAR dijadwalkan akan digelar pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di Masjid Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Sejumlah agenda yang akan dilaksanakan pada acara ini antara lain sambutan pembina UAR, Mudir Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Ketua MPU AcehTamiang dan Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang.
Dalam acara itu Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue H. Endang Sudrajat, S.T, M.T., juga akan melaporkan giat misi kemanusiaan yang dilakukan para relawan UAR selama dua bulan di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., juga diharapkan dapat memberikan bimbingan dan arahannya pasca penutupan misi kemanusiaan UAR di Aceh Tamiang.
Masyarakat yang hadir dalam Tabligh Akbar di Masjid berukuran 50 x 50 meter serta dapat menampung sekitar 2000 jamaah itu juga dapat mendengarkan langsung tausiyah dari pembicara utama KH. Abul Hidayat Saerojie, Pembina Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia. Sound sistem Masjid telah diperbaiki oleh relawan UAR dan adzan Dhuhur hari ini (28/1/2026) telah berkumandang untuk pertama kali semenjak banjir bandang melanda komplek Pondok Pesantren Darul Mukhlisin.
Dua hari sebelum Tabligh Akbar, yaitu tanggal 30 – 31 Februari 2026 Ukhuwah Al-Fatah Rescue dan Komunitas Terapis Al-Fatah (KTA) mengagendakan Pelatihan Bekam dan Motivasi Penguatan Produk Halal HNI untuk penyintas banjir bandang di Aceh.Tamiang. Para peserta pelatihan juga akan menerima hibah alat bekam dari penyelenggara yang akan diserahkan saat acara Tabligh Akbar.
Sebanyak delapan hunian sementara (Huntara) yang dibangun oleh Tim Relawan UAR bekerja sama dengan Yayasan Astri Bina Insani (ABI) serta pendengar Radio Rasil di Aceh Tamiang dan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, secara simbolis akan diserahkan oleh Bupati Aceh Tamiang atau perwakilan dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue.
Tidak hanya itu, penyelenggara Tabligh Akbar pun akan membagikan 1000 paket sembako dari para donatur untuk para warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang. Paket sembako yang dikemas di Posko UAR Tanjung Pura, kini sudah disiapkan di Masjid Darul Mukhlisin, yang hari ini masih dibenahi oleh para relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue.
Tabligh Akbar ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi, doa bersama, serta penguatan ukhuwah antara relawan, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue di Sumatera.
Jawa Barat dan Jawa Tengah
Sementara itu, di Wilayah Jawa Barat, UAR juga menunjukkan respon cepat saat terjadi bencana tanah longsor di Kecamatan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Februari 2026. Tim UAR Korwil Jawa Barat yang dipimpin Abah Encep Zarkasih langsung terjun ke lokasi bencana dan bergabung dengan Basarnas serta ratusan unsur relawan lainnya untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (opsar).
Hingga saat ini, tujuh relawan UAR masih bertahan di lokasi bencana Cisarua untuk melakukan operasi pencarian korban yang tertimbun longsor. Para relawan tetap istiqomah menjalankan tugas kemanusiaan di tengah medan bencana yang berat dan tantangan cuaca extrem yang berubah-ubah. Opsar para korban masyarakat sipil dan prajurit TNI AL dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Menurut laporan KanSAR Bandung, Rabu 28 Januari 2026, korban terdampak sebanyak 158 orang dengan rincian selamat 78 jiwa, meninggal dunia 58 dan 32 orang masih dalam pencarian. Sementara rumah warga yang tersapu tanah longsor sebanyak 35 rumah.
Konsistensi Ukhuwah Al-Fatah Rescue dalam merespon bencana alam juga ditunjukkan Tim UAR Korda Purbalingga bersama Korwil Banyumas Raya. Saat terjadi banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Gunung Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu 24 Januari 2026 para relawan langsung turun ke lokasi bencana hidrometeorologi. Bencana ini merupakan bagian dari perluasan dampak banjir dan longsor di kawasan Gunung Slamet yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23 – 24 Februari 2026.
Tim relawan UAR yang terdiri dari lima orang tersebut melakukan asesmen lapangan dan hingga kini terus memantau perkembangan situasi di lokasi bencana. Langkah ini dilakukan sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut bantuan dan dukungan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Melalui berbagai aksi nyata di sejumlah daerah, Ukhuwah Al-Fatah Rescue terus menunjukkan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif dan konsisten dalam membantu sesama. Dengan semangat ukhuwah dan pengabdian, UAR menegaskan bahwa misi kemanusiaan tidak berhenti pada satu lokasi, melainkan terus bergerak mengikuti panggilan kemanusiaan di mana pun dibutuhkan. (AM/Pusdatin UAR)




