• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Transformasi Digital dari Dapur ke Setrikaan: Mie Tjap Njonja dan Prima Laundry Buktikan QRIS Memudahkan Transaksi

Editor Redaksi
29 Juni 2026
in Artikel

JurnalPost.com  – Perlahan tapi pasti, kebiasaan bertransaksi menggunakan uang tunai mulai ditinggalkan. Dua UMKM, Cwi Mie Tjap Njonja dan Laundry Prima, menjadi contoh nyata bagaimana sistem pembayaran digital berbasis QRIS mampu mengubah cara usaha kecil melayani pelanggan. Bukan sekadar mengganti uang fisik dengan kode batang, transformasi ini membawa efisiensi, kemudahan, dan profesionalisme yang sebelumnya sulit mereka raih.

Data Bank Indonesia mencatat, hingga semester I-2025, transaksi QRIS telah menembus 6,05 miliar transaksi dengan total nilai mencapai Rp579 triliun. Dari 39,3 juta merchant yang terdaftar, 93,16 persen di antaranya adalah pelaku UMKM. Angka ini membuktikan UMKM menjadi penggerak utama adopsi sistem pembayaran digital. Namun di balik itu, masih banyak pelaku usaha yang bertahan dengan sistem tunai. Keterbatasan informasi, rendahnya literasi digital, serta kekhawatiran terhadap keamanan transaksi elektronik menjadi kendala utama.

Fenomena inilah yang mendorong penulis dan tim dari Program Studi Ilmu Komunikasi turun langsung melakukan sosialisasi dan pendampingan penerapan QRIS kepada dua UMKM Cwi Mie Tjap Njonja dan Laundry Prima. Keduanya dipilih karena mewakili dua sektor usaha berbeda, yaitu kuliner dan jasa laundry, namun menghadapi tantangan serupa dalam sistem pembayaran.

Cwi Mie Tjap Njonja: Ketika Uang Kembalian Jadi Masalah Sehari-hari.

Cwi Mie Tjap Njonja adalah usaha kuliner yang telah dikenal cukup luas oleh masyarakat setempat, tepatnya di Jl lingkungan Kuti RT/01 RW/04 N0. 24 Kutorejo Pandaan. Menyajikan aneka olahan mie dengan cita rasa khas, tempat makan ini setiap hari didatangi pelanggan dari berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga.

Namun berdasarkan observasi tim peneliti, sistem pembayaran di Cwi Mie Tjap Njonja masih didominasi tunai. Pemilik usaha mengaku sering mengalami kendala klasik, seperti kehabisan uang kembalian, proses pembayaran yang memakan waktu, hingga kesulitan mencatat arus kas secara manual.

“Kadang pelanggan datang bawa uang besar, saya susah kembaliannya. Belum lagi kalau ramai, antrean jadi panjang karena proses bayar pakai uang tunai,” ujar dyah sulismawati selaku pemilik usaha Cwi Mie Tjap Njonja.

Kondisi ini diperparah dengan perilaku pelanggan modern yang semakin jarang membawa uang tunai. Mereka lebih sering membawa ponsel dibandingkan dompet berisi uang fisik.

Prima Laundry: Harga 5.000 Per Kilo, Kini Bayar Cukup Scan

Prima Laundry hadir dengan konsep usaha jasa pencucian yang terjangkau dan lengkap. Dengan harga Rp5.000 per kilogram, laundry ini melayani berbagai jenis cucian, mulai dari pakaian sehari-hari, boneka, bed cover, gorden, bantal guling, tas, helm, hingga sepatu. Layanan lengkap dengan harga bersahabat membuat Prima Laundry memiliki pelanggan cukup luas.

Namun seperti Cwi Mie Tjap Njonja, Prima Laundry masih mengandalkan pembayaran tunai. Pemilik usaha mengakui sistem tunai menyulitkan pencatatan keuangan, apalagi ketika pelanggan datang dalam jumlah banyak dengan nominal pembayaran bervariasi.

“Setiap hari harus hitung manual, kadang selisih. Apalagi kalau pelanggan lupa bawa uang tunai, jadi harus ke ATM dulu”, ujar agus sunariyadi selaku pemilik Prima Laundry.

Sosialisasi dan Pendampingan, Bukan Hanya Sekadar Teori.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti merancang program pendampingan komprehensif dengan pendekatan komunikasi partisipatif. Pemilik usaha dilibatkan aktif dalam setiap tahapan.

Langkah awal adalah observasi lapangan untuk memahami kondisi operasional, pola transaksi, karakteristik pelanggan, serta kesiapan pelaku usaha menerima inovasi digital. Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam untuk menggali kendala, pengetahuan tentang QRIS, dan harapan terhadap program.

Materi sosialisasi mencakup perkembangan ekonomi digital Indonesia, perubahan perilaku konsumen menuju transaksi non-tunai, manfaat pembayaran digital bagi UMKM, keamanan transaksi QRIS, serta cara membaca laporan transaksi pada aplikasi merchant. Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan pendekatan dialogis sehingga pemilik usaha dapat menyampaikan pengalaman dan kekhawatiran mereka.

“Saya awalnya takut kalau uangnya hilang atau salah masuk. Tapi setelah dijelaskan dan dicoba langsung, ternyata aman dan mudah”, ungkap pemilik Cwi Mie Tjap Njonja (Dyah Sulismawati).

Implementasi QRIS, Mulai Dari Pendaftaran hingga Simulasi

Tahap selanjutnya adalah pendampingan implementasi. Tim tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mendampingi proses teknis: registrasi merchant, verifikasi identitas, aktivasi QRIS, pemasangan kode QR di area kasir, hingga simulasi pembayaran menggunakan berbagai dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dan LinkAja.

Yang menarik, pemilik usaha diajarkan bahwa satu kode QRIS yang sama dapat digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran digital. “Saya kira setiap aplikasi harus punya kode sendiri. Ternyata satu kode bisa untuk semua”, ujar pemilik Prima Laundry (Agus Sunariyadi).

Dampak yang Langsung Terasa

Setelah QRIS terpasang, kedua UMKM merasakan sejumlah dampak positif:

Pertama, kemudahan bagi pelanggan. Pelanggan tidak perlu lagi membawa uang tunai atau khawatir kehabisan uang kembalian. Cukup dengan ponsel dan dompet digital, pembayaran selesai dalam hitungan detik. Hal ini sangat membantu terutama pada jam sibuk ketika antrean mengular.

Kedua, efisiensi waktu. Proses pembayaran yang lebih cepat mengurangi waktu tunggu pelanggan. Bagi Cwi Mie Tjap Njonja, ini berarti pelanggan dapat dilayani lebih banyak. Bagi Prima Laundry, administrasi menjadi lebih ringan tanpa perlu menghitung uang tunai manual setiap akhir hari.

Ketiga, pencatatan keuangan yang rapi. Setiap transaksi terekam otomatis dalam sistem merchant, memudahkan pemilik usaha memantau arus kas dan mengevaluasi pendapatan harian.

Keempat, citra usaha yang lebih profesional. Dengan opsi pembayaran digital, kedua UMKM menunjukkan mengikuti perkembangan zaman, meningkatkan kepercayaan pelanggan dari kalangan generasi muda.

Pembelajaran dan Rekomendasi.

Pengalaman pendampingan ini menunjukkan transformasi digital UMKM tidak bisa hanya dengan sosialisasi satu kali. Dibutuhkan pendekatan berkelanjutan mulai dari edukasi, pendampingan teknis, hingga evaluasi berkala.

Tim peneliti merekomendasikan program ke depan tidak hanya berhenti pada QRIS, tetapi diperluas ke digital branding, pemasaran melalui media sosial, optimalisasi Google Maps, serta pendaftaran pada platform layanan pesan antar makanan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya melek digital dalam pembayaran, tetapi juga mampu memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

QRIS bukan sekadar alat pembayaran. Ia adalah jembatan yang menghubungkan UMKM tradisional dengan ekosistem ekonomi digital. Dan dari dua UMKM ini, kita belajar bahwa transformasi digital tidak harus dimulai dengan teknologi canggih atau investasi besar. Cukup dengan kemauan belajar, pendampingan yang tepat, dan satu kode QR, usaha kecil pun bisa naik kelas.

Kisah dua UMKM ini adalah bukti bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari langkah kecil. Dan langkah kecil itu, kali ini, berbentuk sebuah kode QR yang siap dipindai.

 

Tim Peneliti:

  1. Nuraini Santika
  2. Reyna Vebriella Gautama
  3. Andra Rizky Syahputra
  4. Yuliana
  5. Jupriono

DAFTAR PUSTAKA

QRIS 2025: Transaksi Rp 579 Triliun Dorong UMKM dan Ekonomi Digital. (n.d.). https://qris.interactive.co.id/homepage/blog-detail.php?lang=en&page=MjAw-qris-2025-transaksi-rp-579-triliun-dorong-umkm-dan-ekonomi-digital

Khaerunnisa, R. (2025, August 7). BI sebut QRIS jadi “entry point” percepat transformasi digital UMKM. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/5022561/bi-sebut-qris-jadi-entry-point-percepat-transformasi-digital-umkm/

QRIS untuk Semua: UMKM Naik Kelas | Opini Kemenkeu. (n.d.). https://opini.kemenkeu.go.id/pages/read/qris-untuk-semua-umkm-naik-kelas-

Universitas Airlangga. (2026b, January 21). CEKATAN BBK 7 UNAIR Dukung Digitalisasi UMKM Kejawan Putih Tambak. Universitas Airlangga Official Website. https://unair.ac.id/cekatan-bbk-7-unair-dukung-digitalisasi-umkm-kejawan-putih-tambak/

Jelantik, I. G. a. a. I. D. L., Thio, L. M. P., Mahayani, N. K. A., Putra, I. P. P. B., Amanda, G. a. K. M., & Sukma, J. C. M. (2026). Pemberdayaan pelaku UMKM Desa Bumbungan melalui literasi digital dan praktik QRIS. www.altifani.org. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i3.1176

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.