• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa pengabdian masyrakat Untag Surabaya mengadakan Pelatihan Digital di Desa Kedungudi

Editor Redaksi
17 Januari 2026
in Berita

Mojokerto, JurnalPost.com – Mahasiswa pengabdian masyrakat melaksanakan program kerja berupa pelatihan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 11–12 Januari 2025, dengan tujuan meningkatkan daya saing UMKM desa melalui pemanfaatan platform digital. Kegiatan ini berlangsung serta melibatkan beberapa pelaku UMKM di Desa Kedungudi dan didampingi oleh Bapak Aidil Primasetya Armin, S.ST., M.T,. dan dilaksanakan oleh lima mahasiswa lintas progam studi, yakni Hafidhotur Rofi’ah (Ilmu Hukum), Muchamad As’ad Arifin (ilmu Komunikasi), Rizki Himawan Saputra (Ekonomu Pembangunan), Rizky Ilham (Ilmju Hukum), Cendekia Ramadhani (Manajemen).

Di tengah masifnya transformasi digital, masih banyak UMKM kuliner yang berjalan di tempat, bukan karena kurangnya kualitas produk, tetapi karena minimnya visibilitas digital. Ironisnya, di saat konsumen semakin bergantung pada Google Maps dan media sosial untuk menentukan pilihan kuliner, sebagian pelaku UMKM justru belum tercatat secara layak di ruang digital. Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan UMKM itu sendiri. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan di Google Maps dan media sosial bukan lagi pelengkap, melainkan faktor penentu. Konsumen hari ini tidak lagi “mencari”, tetapi “menemukan”. UMKM yang tidak muncul dalam pencarian digital pada dasarnya telah tersingkir sebelum bersaing. Lebih mengkhawatirkan, ketidakhadiran digital ini sering kali terjadi bukan karena keterbatasan modal, tetapi karena kurangnya literasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Workshop peningkatan visibilitas UMKM kuliner melalui Google Maps dan media sosial menjadi respons yang relevan atas persoalan tersebut. Namun, kegiatan ini tidak boleh dipandang sebagai program formalitas atau sekadar pemenuhan agenda. Workshop harus menjadi titik balik kesadaran pelaku UMKM bahwa go-digital bukan tren sesaat, melainkan prasyarat bertahan di pasar yang semakin kompetitif. Tanpa kemampuan mengelola jejak digital, UMKM akan terus kalah bahkan sebelum produknya dicoba konsumen. Pada hari pertama, mahasiswa KKN menggelar pelatihan pembuatan Google My Business serta pelatihan fotografi produk. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya kehadiran usaha di platform digital, khususnya Google, agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing secara langsung mulai dari proses pendaftaran Google My Business, pengisian profil usaha, hingga pengelolaan informasi bisnis secara mandiri. Selain itu, pelatihan fotografi produk diberikan untuk meningkatkan kualitas visual produk UMKM agar lebih menarik dan memiliki nilai jual saat dipromosikan secara daring. Lebih dari sekadar mengajarkan cara mendaftar di Google Maps atau mengunggah foto di media sosial, workshop ini seharusnya menanamkan pola pikir baru. UMKM perlu

diyakinkan bahwa ulasan pelanggan, konsistensi konten, dan interaksi digital memiliki dampak langsung terhadap omzet. Sayangnya, masih sering dijumpai pelatihan yang berhenti pada tataran teori tanpa pendampingan lanjutan, sehingga hasilnya tidak berkelanjutan dan cepat dilupakan. Antusiasme pelaku UMKM terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti setiap sesi. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan perangkat masing-masing, sehingga diharapkan dapat langsung diterapkan pada usaha mereka.

Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan pendampingan pembuatan Google Maps bagi UMKM yang telah mengikuti pelatihan hari pertama. Mahasiswa penganbdian masyrakat membantu peserta dalam menandai lokasi usaha secara akurat di Google Maps agar memudahkan konsumen dalam menemukan lokasi UMKM.

Selain itu, pada hari kedua juga dilakukan pembuatan konten digital berupa foto dan konsep konten promosi yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk media sosial. Konten tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi berkelanjutan dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Karena itu, workshop peningkatan visibilitas UMKM kuliner melalui Google Maps dan media sosial harus ditempatkan sebagai investasi strategis, bukan sekadar kegiatan seremonial. UMKM yang didorong untuk aktif secara digital berpotensi memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperkuat ekonomi lokal. Sebaliknya, UMKM yang terus menunda adaptasi digital akan semakin tertinggal, terlepas dari seberapa baik kualitas produknya. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah UMKM siap go-digital, melainkan berapa lama lagi UMKM mampu bertahan tanpa digitalisasi. Workshop ini adalah langkah awal yang penting, tetapi keberhasilan sejatinya ditentukan oleh keberanian semua pihak untuk menjadikan digitalisasi sebagai agenda nyata, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi UMKM kuliner. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap UMKM di Desa Kedungudi dapat semakin siap menghadapi tantangan di era digital. Pemanfaatan Google My Business, Google Maps, serta konten digital dinilai mampu menjadi langkah awal bagi UMKM desa untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Program kerja ini juga menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis digital, sekaligus mendorong UMKM lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Workshop peningkatan visibilitas UMKM kuliner melalui Google Maps dan media sosial menjadi respons yang relevan atas persoalan rendahnya kehadiran digital pelaku usaha di desa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dosen pendamping kegiatan, Bapak Aidil Primasetya Armin, S.ST., M.T., menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Menurutnya, keberadaan UMKM di Google Maps dan media sosial sangat menentukan apakah sebuah usaha dapat ditemukan oleh konsumen. “UMKM yang tidak hadir secara digital akan sulit bersaing, meskipun memiliki produk yang berkualitas,” ujarnya. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Kedungudi untuk membangun identitas digital yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan daya saing usaha.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.