
BANDUNG BARAT, JurnalPost.com — Di tengah cuaca dan medan yang tak selalu bersahabat, Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Jawa Barat terus bertahan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sejak pertama longsor melanda desa tersebut, sepuluh relawan UAR bersama Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban, termasuk dua personel UAR tambahan dari Jabodetabek Banten yang bergabung sejak Selasa 3 Februari 2026.
Tim UAR yang terdiri dari M. Encep Zakasih (ketua tim), Aris Rismanto, Aldi, Paiz, Epul Saifullah, Alfin Hidayatulloh, Uci Sanusi, Bubun, Miftahul Haq dan Maulana Yusuf Hizbullah pada Rabu (4/2/2026) bersama Tim SAR Gabungan melakukan operasi SAR (opSAR) dengan menyisir wilayah A1 hingga A2. Dalam operasi tersebut, tim kembali menemukan tujuh korban jiwa dari timbunan material longsor.
“Total hingga hari Rabu sudah 92 bodypack (kantong jenazah) berhasil dievakuasi dan 67 jiwa sudah berhasil diidentifikasi,” kata Miftahul Haq, personel UAR Jabodetabek Banten yang bergabung dengan Tim UAR Jawa Barat dalam laporan lapangannya.
Miftah menambahkan, selain pencarian korban, perhatian terhadap kebutuhan dasar para penyintas juga menjadi hal mendesak. Adapun kebutuhan yang masih diperlukan antara lain selimut dan alas tidur, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan bayi dan lansia, serta perlengkapan kebersihan.
Selain terlibat dalam opSAR, Tim UAR juga memberikan layanan kemanusiaan berupa terapi bekam kepada rekan-rekan relawan Basarnas di lokasi bencana.
“Terima kasih Pak Haji (Endang Sudrajat), Tim UAR Jawa Barat sudah datang ke Posko Induk kami dan membantu terapi teman-teman Basarnas. Alhamdulillah semoga dukungan ini bermanfaat bagi teman-teman semua, khususnya buat UAR yang telah bekerja sama dengan kami, Basarnas,” ujar Eddy R Tomson, Staf Direktorat Bina Potensi Basarnas dalam vidio yang dikirimkan relawan UAR dari lokasi longsor, Rabu (04/02/2026).
Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo dalam apel briefing di lokasi menyebutkan, pola dan sektor pencarian tidak ada perubahan, namun terjadi pergeseran penggunaan alat berat dari sektor A1 menuju A2 akibat penebalan lumpur yang semakin tinggi. Selain itu, tim juga memaksimalkan penggunaan anjing pelacak (K9) untuk membantu proses pencarian korban.
Basarnas juga mengimbau seluruh personel SAR Gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama bertugas. “Seluruh personel diminta waspada terhadap potensi bahaya di lapangan serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik kurang fit. Istirahat diperlukan hingga fisik dan mental siap kembali melaksanakan operasi SAR,” tegas Bramantyo.
Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari setelah enam hari hujan dengan intensitas tinggi membasahi gunung Burangrang dan sekitarnya. Material longsor mengikuti jalur sungai hingga menjangkau pemukiman warga Desa Pasirlangu. Sedikitnya 35 rumah warga hancur dan tertimbun tanah longsor yang meluncur hingga sejauh 13 kilometer.[am]




