
JurnalPost.com – Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang turut memberikan dampak pada sejumlah wilayah, termasuk Desa Geudham, Kecamatan Manyak Payed. Kejadian tersebut menyebabkan genangan air bercampur lumpur dan material sedimen di beberapa titik permukiman warga, lahan, serta fasilitas umum.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Sejumlah rumah warga terdampak genangan, perabotan rumah tangga mengalami kerusakan, serta akses jalan desa sempat terganggu. Fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah juga mengalami keterbatasan fungsi dalam beberapa waktu.
Pada masa pascabencana, masyarakat mulai melakukan pemulihan secara bertahap. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pemenuhan kebutuhan logistik, khususnya kebutuhan pangan. Sebagian dapur rumah tangga belum dapat difungsikan secara optimal, sementara akses terhadap air bersih di beberapa titik masih terbatas.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, tim dosen dari Universitas Samudra melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan kebencanaan berbasis logistik di Desa Geudham. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung masyarakat dalam pengelolaan kebutuhan logistik secara lebih terarah, serta membantu optimalisasi distribusi bantuan sesuai kebutuhan.
Dalam pelaksanaannya, bantuan logistik berupa makanan siap saji didistribusikan kepada masyarakat guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di tengah keterbatasan fasilitas memasak. Selain itu, dilakukan pula pendampingan dalam pengelolaan distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Pj. Kepala Desa Geudham, Said Muhazir, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan. Kegiatan ini membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mendukung proses pemulihan di desa kami,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian dari Universitas Samudra, Afrahun Naziah, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat. “Melalui kegiatan pengabdian ini, kami berupaya memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan logistik pascabencana,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat turut dilibatkan dalam proses identifikasi kebutuhan dan pengelolaan bantuan secara sederhana. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.




