
Kalongan, Ungaran Timur, JurnalPost.com – Upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga dapat dilakukan melalui berbagai cara yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah budidaya ikan dalam ember (budikdamber), metode terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan tanaman dalam satu wadah. Sheva Fadhilah Akmal, mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN-T IDBU 26 Tahun 2026, melaksanakan program sosialisasi budikdamber bagi warga Kajangan RT 02 RW 02, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Sosialisasi berlangsung di rumah Ketua RT 02, Bapak Ari Wijatmoko, pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri 31 peserta dari perwakilan warga, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Sosialisasi dirancang untuk mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan terbatas guna menghasilkan sumber pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Tim KKN tidak hanya memperkenalkan konsep budikdamber secara umum, tetapi juga menyoroti aspek penting yang menentukan keberhasilan pemeliharaannya. Materi yang disampaikan berfokus pada manajemen pemeliharaan, khususnya pengelolaan kualitas air dan manajemen pemberian pakan. Kedua aspek tersebut menjadi perhatian utama karena pengelolaan yang tepat diperlukan untuk menjaga kondisi lingkungan budidaya agar tetap mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.
Pada sesi pengelolaan kualitas air, peserta diajak mengenali indikator sederhana seperti perubahan warna air, munculnya bau tidak sedap, serta perubahan perilaku ikan sebagai tanda penurunan kualitas lingkungan budidaya. Tim KKN juga menjelaskan cara melakukan pergantian air secara berkala agar kondisi media pemeliharaan tetap stabil. Sementara itu, pada materi manajemen pakan, peserta mendapat penekanan bahwa pemberian pakan harus terkontrol. Pakan yang berlebih berpotensi meningkatkan biaya pemeliharaan dan menurunkan kualitas air akibat penumpukan sisa pakan. Warga dianjurkan memberi pakan sesuai kebutuhan ikan, dengan memperhatikan jumlah dan frekuensi yang tepat agar efisiensi pemeliharaan meningkat dan pertumbuhan ikan dapat optimal.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh warga terkait teknis pemeliharaan, mulai dari cara mengatasi kualitas air yang menurun, penanganan ikan yang kurang aktif, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila tanaman yang dibudidayakan mengalami pertumbuhan yang kurang baik. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap penerapan budikdamber sebagai salah satu alternatif penyediaan pangan rumah tangga.
Ketua RT 02 RW 02 Desa Kalongan, Bapak Ari Wijatmoko, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Tim KKN. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat karena dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena memberikan pengetahuan yang mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan di rumah. Budikdamber menjadi salah satu solusi yang cocok bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas, sehingga harapannya warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan ikan dan tanaman secara mandiri,” ujar Ari Wijatmoko.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Bapak Danang, salah satu warga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan Tim KKN mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menilai metode penyampaian yang memadukan pemaparan materi, pemutaran video inspiratif, serta sesi diskusi membuat peserta lebih mudah memahami penerapan budikdamber di lingkungan rumah tangga.
“Materi budikdamber yang disampaikan Tim KKN UNDIP sangat aplikatif dan mudah dipahami oleh warga. Kombinasi antara pemaparan materi, pemutaran video inspiratif, serta sesi tanya jawab membuat peserta antusias dan aktif berdiskusi. Adanya demonstrasi serta pembagian sarana budikdamber juga membuat warga lebih percaya diri untuk langsung mencoba di rumah. Menurut saya, program ini membuktikan bahwa lahan yang terbatas bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan ikan dan sayuran sekaligus, sehingga dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” ungkap Danang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim KKN juga menyerahkan satu set budikdamber kepada masyarakat pada akhir kegiatan. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bapak Danang sebagai perwakilan warga. Sarana tersebut dapat langsung digunakan sebagai media praktik sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dari kegiatan sosialisasi, tetapi juga memiliki contoh nyata yang dapat dipelajari dan diterapkan.
Penyerahan bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang hadir. Bapak Danang mengungkapkan rasa terima kasihnya dan berharap sarana tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk mulai menerapkan budikdamber di lingkungan rumah masing-masing.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan budikdamber yang diberikan. Dengan adanya sarana ini, warga dapat melihat secara langsung bagaimana proses budidayanya dilakukan. Harapannya, budikdamber ini bisa menjadi contoh dan memotivasi masyarakat lain untuk ikut mencoba sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tambahnya.

Melalui program ini, Tim KKN berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan budidaya yang baik dan mampu menerapkannya secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.
Budikdamber diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan skala rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian pangan masyarakat. Dengan penerapan yang tepat dan pemeliharaan berkelanjutan, metode ini dapat menjadi solusi sederhana yang memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial bagi warga Desa Kalongan.




