EAS Media Cultural & Studies ( A )
Nama Kelompok:
1. Bintang Isal Ramadhan – 1152100194
2. Aufal Yuki Fahmi – 1152100229
Teori Representasi Stuart Hall
Stuart Hall, merupakan seorang sosiolog dan teoretikus budaya yang bersal dari Inggris- Jamaika, ia mengembangkan teori representasi yang berpengaruh dalam studi media dan budaya.
Selain itu Stuart Hall berpendapat bahwa representasi bukan sekadar merefleksikan realitas, tetapi secara aktif membentuk dan mengonstruksi pemahaman kita tentang dunia. Teorinya menekankan peran penting media dan budaya populer dalam membentuk identitas dan relasi sosial.
Representasi sendiri merupakan suatu produksi makna dari konsep-konsep yang ada dalam pikiran seseorang. Representasi melibatkan penggunaan tanda, simbol, gambar, suara, atau bentuk lain untuk menyampaikan makna atau informasi tentang apa yang direpresentasikan. Cara menyajikan representasi yaitu dengan cara menyajikan, menggambarkan, melukiskan, dan memaknai suatu objek atau peristiwa. Ada 2 jenis representasi yaitu representasi mental dan representasi bahasa.
• Representasi mental
Konsep-konsep yang ada dalam kepala kita melalui alat indrawi, seperti objek yang kita lihat, suara yang kita dengar, dan sesuatu yang kita rasakan.
• Representasi Bahasa
Sebuah konsep yang dipahami dalam bentuk kata-kata/bahasa dengan makna tertentu, contoh seperti bunga mawar biasanya akan dimaknai sebagai romantisme.
Selain itu, ternyata budaya mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses representasi, karena budaya sendiri merupakan sebuah cerminan dimana kita bisa memahami dan memberikan makna pada dunia. Jika kita berbicara mengenai budaya pasti ada kaitannya dengan bahasa, bahasa disini ternyata juga tidak kalah pentingnya dalam proses representasi. Bahasa akan memaknai segala sesuatu tergantung cara kita merepresentasikannya dalam bahasa. Stuart Hall mengatakan ada 3 pendekatan mengenai representasi bahasa:
• Pendekatan Reflektif
Bahasa dimaknai sebagai refleksi dari kenyataan, seperti ketika seseorang mengatakan “meja”, dianggap ada hubungan langsung antara kata tersebut dan benda fisik meja.
• Pendekatan Intensional
Bahasa dimaknai sebagai kehendak dari penulis, seperti ketika seorang politisi menciptakan slogan “Perubahan untuk Kemajuan”, makna slogan ini dianggap sepenuhnya ditentukan oleh intensi si politisi.
• Pendekatan Konstruksionis
Bahasa merupakan serangkaian kata-kata yang terbuka untuk diberi makna, seperti representasi “pria ideal” di majalah tahun 1950-an berbeda dengan representasi di media sosial saat ini.
Dalam Teori Represntasi sendiri mempunyai beberapa aspek seperti Ecoding dan Decoding. Menurut Stuart Hall Ecoding ini merupakan tahapan produksi yang dimana realitas ( suatu peristiwa yang terjadi di lapangan ), dipotret, dikonstruksikan, serta dibingkai sedemikian rupa ( biasanya dengan menggunakan bahasa dari ideologi kelompok dominan/ Dominant or Preferred Meanings ).
Singkatnya pembentukan pesan dalam tahap produksi ini melibatkan pengetahuan mengenai seperti apa penerima yang akan disasar dan bagaimana karakteristik mereka untuk menentukan bagaimana bentuk pesan tersebut dikemas hingga menarik bagi penerima.
Sedangkan Decoding merupakan teks yang diproduksi kemudian di terima, dicerna dan dipahami oleh khalayak/audiens.
Singkatnya Stuart Hall berfikiran bahwa makna tidak hanya ditentukan oleh produsen pesan, tetapi juga oleh penerima yang dapat menafsirkan pesan secara berbeda.



