
Oleh: Lucky Nugroho
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknologi Industri
1. Mengenal Lebih Jauh Mata Uang Digital Pada Era Teknologi
Dalam perkembangan zaman yang terus berkembang, teknologi mata uang digital, jenis mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum menjadi pusat perhatian banyak orang karena dapat mengubah cara pandang kita terhadap mata uang kertas terhadap pembayaran dunia. Mata uang digital menggunakan kriptografi atau tingkat keamanan yang tinggi untuk mengamankan transaksi dalam pembayaran dan penciptaan mata uang digital baru pada mata uang digital tanpa memerlukan kontrol pusat contohnya seperti bank atau pemerintah. Teknologi di balik mata uang digital yang disebut Blockchain atau buku pencatatan digital seperti pada umumnya pada rekening bank untuk mencatat semua transaksi dengan sifat yang tidak diatur oleh pihak lain dan memiliki keamanan yang sangat tinggi. Potensi mata uang digital ini di masa depan sangat besar karena dapat mengubah cara pembayaran di seluruh dunia dengan transaksi tanpa batas, cepat, dan biaya layanan yang murah tanpa perantara keuangan, sehingga biaya dan waktu berkurang, serta mudahnya perdagangan internasional dan tranksaksi antar negara dengan mudah dan cepat. Rasa aman pengguna dalam bertransaksi tanpa pihak ketiga dalam transaksi. Jadi transaksi dicatat dengan terbuka kepada pengguna sehingga membangun kepercayaan pengguna[1].
2. Teknologi Mata Uang Digital Serta Tingkat Keamanan, Peran, Kelebihan, Kekurangan, Dan Tantangan Mata Uang Digital Di Masa Depan
Mata uang uang digital menggunakan teknologi tingkat keamanan yang sangat tinggi untuk bertransaksi online. Yang membedakan dari uang kertas atau uang tradisional mata uang digital tidak dikontrol oleh bank atau pemerintah, transaksi mata uang digital diproses dan disahkan oleh jaringan pengguna yang tersebar di seluruh dunia contoh mata uang digital yaitu Bitcoin, Ethereum dan masih banyak mata uang digital lainnya. Salah satu daya tarik dari mata uang digital adalah tingkat keamanannya. Mata uang digital menggunakan Blockchain atau buku pencatatan digital untuk mengamankan transaksi, dan tidak mudah untuk digelapkan oleh pihak yang tidak berwenang untuk menggelapkan transaksi, selain itu juga sifat yang tidak terikat oleh pihak manapun seperti bank dan pemerintah membuat mata uang digital lebih tahan terhadap serangan keamanan informasi karena tidak ada titik kelemahan yang dapat diserang[2].
Blockchain atau buku pencatatan digital, teknologi rekaman suatu transaksi yang terkirim memuat semua transaksi yang pernah dilakukan dengan mata uang digital tertentu. Setiap transaksi diterima oleh jaringan pengguna yang tidak terikat oleh pihak manapun, yang membuat sulit digelapkan. Kelebihan utama dari mata uang digital adalah kecepatan dalam bertransaksi dalam negeri ataupun luar negeri, dibandingkan dari mata uang tradisional dengan sistem pembayaran tradisional yang melibatkan bank atau lembaga keuangan sebagai perantara. Transaksi mata uang digital dapat diproses dalam hitungan detik atau menit membuatnya sempurna untuk pembayaran ke luar negeri dan transaksi daring yang memerlukan kecepatan tinggi. Meskipun peluang mata uang digital sangat besar di masa depan, masih ada yang harus diatasi salah satunya dalam ketidakstabilan harga yang tinggi sering kali terjadi. Namun, banyak pembaharuan yang sudah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, seperti pengembangan mata uang digital yang stabil harganya tidak turun ataupun naik yang terikat pada mata uang kertas atau tradisional[3].
3. Kesimpulan
Dengan melihat keseluruhan dari perkembangan mata uang digital dalam pembayaran di masa depan, kita bisa lihat bahwa mata uang digital dan blockchain menjanjikan sebuah masa depan di mana pembayaran menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman. Dengan teknologi yang terus berkembang dan penggunaan yang semakin luas, kita dapat mengharapkan sistem pembayaran yang lebih lancar di masa mendatang. Namun, penting untuk diingat bahwa sementara kemungkinan besar, masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai tujuan ini sepenuhnya.
4. Referensi
[1] D. Anjani, D. Sinta, and T. Hartati, “Pengaruh Mata Uang Digital Dalam Transformasi Pembayaran Elektronik,” BISMA : Business and Management Journal, vol. 1, no. 03, pp. 76–86, Sep. 2023, doi: 10.59966/BISMA.V1I03.574.
[2] D. Ekawati, “Analisis Virtual Cryptocurrency Sebagai Alat Transaksi Di Indonesia,” Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, vol. 2, no. 3, pp. 110–116, Mar. 2024, doi: 10.59435/GJMI.V2I3.395.
[3] P. A. Sunarya, “Penerapan Sertifikat pada Sistem Keamanan menggunakan Teknologi Blockchain,” Jurnal MENTARI: Manajemen, Pendidikan dan Teknologi Informasi, vol. 1, no. 1, pp. 58–67, Sep. 2022, doi: 10.33050/MENTARI.V1I1.139.



