• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Teknologi Membantu atau Justru Membuat Lalai?

Editor Redaksi
10 Mei 2026
in Kolom Opini

Oleh: Rangga Dwi Purnomo

JurnalPost.com – Sekarang ini hampir semua aktivitas kita tidak lepas dari teknologi. Bangun tidur yang dicek pertama kali biasanya adalah smartphone, lalu sepanjang hari kita juga sering menggunakannya, baik untuk belajar, mencari informasi, maupun sekadar hiburan. Bagi mahasiswa, teknologi sebenarnya sangat membantu. Tugas kuliah bisa dikerjakan dengan lebih mudah karena banyak referensi yang bisa ditemukan di internet. Jurnal, buku, sampai video penjelasan materi semuanya bisa diakses hanya dengan beberapa kali klik. Hal ini tentu membuat proses belajar terasa lebih praktis dibandingkan dulu yang harus mencari buku secara langsung di perpustakaan.

Kalau dipikir-pikir, teknologi memang memberikan banyak kemudahan. Mahasiswa bisa berdiskusi lewat grup chat, mencari materi tambahan dari berbagai sumber, bahkan mengikuti kelas secara daring. Banyak aplikasi juga dibuat khusus untuk membantu belajar, mulai dari aplikasi catatan, pengingat jadwal, sampai aplikasi yang membantu memahami materi pelajaran. Dengan semua kemudahan ini, seharusnya teknologi bisa membuat kita menjadi lebih produktif. Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Kadang teknologi justru membuat kita menjadi lebih mudah terdistraksi. Misalnya ketika sedang mengerjakan tugas di laptop atau mencari materi di smartphone. Awalnya niat ingin belajar, tetapi tiba-tiba muncul notifikasi media sosial atau pesan dari teman. Dari yang awalnya hanya ingin membuka sebentar, akhirnya malah jadi scroll media sosial cukup lama. Tanpa terasa, waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar malah habis untuk hal lain. Hal seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi, terutama di kalangan mahasiswa. Gadget yang seharusnya membantu belajar justru berubah menjadi sumber gangguan. Sering kali tanpa disadari, perhatian kita langsung berpindah dari tugas yang sedang dikerjakan ke hal lain yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Banyak orang merasa ingin membuka media sosial “sebentar saja”, tetapi akhirnya malah lupa waktu. Apalagi sekarang konten di internet sangat beragam dan terus muncul tanpa henti. Ini membuat kita semakin sulit untuk berhenti ketika sudah mulai membuka aplikasi hiburan. Selain itu, teknologi juga sering membuat kita menjadi lebih mudah menunda pekerjaan. Karena semua informasi bisa dicari dengan cepat, kadang muncul pikiran bahwa tugas bisa dikerjakan nanti saja. Akibatnya, banyak mahasiswa yang baru benar benar mengerjakan tugas ketika sudah mendekati deadline. Kebiasaan seperti ini lama kelamaan bisa membuat kita terbiasa menunda pekerjaan, padahal sebenarnya kita punya cukup waktu untuk menyelesaikannya lebih awal. Hal lain yang juga terasa adalah berkurangnya fokus. Ketika belajar sambil memegang gadget, perhatian kita sering terbagi ke banyak hal. Satu menit membuka materi, beberapa menit kemudian sudah berpindah membuka aplikasi lain. Lama kelamaan kebiasaan ini membuat kita sulit untuk benar-benar fokus dalam waktu yang lama. Padahal dalam proses belajar, kemampuan untuk berkonsentrasi sangat penting agar materi bisa dipahami dengan baik.

Menurut saya, sebenarnya teknologi bukanlah sesuatu yang buruk. Masalahnya bukan pada teknologinya, tetapi pada cara kita menggunakannya. Kalau digunakan dengan tujuan yang jelas, teknologi bisa sangat membantu. Kita bisa belajar lebih banyak hal dengan lebih cepat dan mudah. Tetapi kalau penggunaannya tidak dikontrol, teknologi justru bisa membuat kita menjadi lebih malas atau kurang disiplin dalam mengatur waktu. Karena itu, penting bagi kita untuk mulai lebih sadar dalam menggunakan teknologi. Misalnya dengan membatasi waktu membuka media sosial ketika sedang belajar, atau mencoba fokus menyelesaikan tugas terlebih dahulu sebelum membuka aplikasi hiburan. Hal-hal sederhana seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi sebenarnya bisa membantu kita mengatur waktu dengan lebih baik. Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Alat tersebut bisa membantu kita menjadi lebih produktif, tetapi juga bisa membuat kita menjadi lebih lalai. Semuanya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Jika kita bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak, maka teknologi akan menjadi sesuatu yang sangat berguna dalam kehidupan sehari hari, terutama digunakan sebagai bagian dari proses belajar.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.