• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Takjil Ramah Lingkungan: Berburu Kuliner Tanpa Sampah

Editor Redaksi
3 April 2024
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Bulan Ramadan identik dengan tradisi berburu takjil. Menjelang waktu berbuka, jalanan ramai dengan penjual dan pembeli yang menjajakan berbagai hidangan lezat. Namun, tradisi ini sering kali menghasilkan tumpukan sampah, terutama dari wadah plastik dan styrofoam.

Tahun ini, mari kita ubah kebiasaan tersebut dengan berburu takjil tanpa sampah. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Bawa Wadah Sendiri:
– Siapkan wadah sendiri untuk makanan dan minuman, seperti rantang, toples, atau botol minum.
– Pilih wadah yang terbuat dari bahan yang tahan panas dan mudah dibersihkan.
– Gunakan wadah yang berbeda untuk makanan basah dan kering agar tidak tercampur.

2. Pilih Makanan yang Dikemas Ramah Lingkungan:
– Carilah penjual takjil yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, seperti kertas, daun pisang, atau bambu.
– Hindari membeli makanan yang dikemas dengan plastik sekali pakai, styrofoam, atau mika.
– Jika memungkinkan, belilah makanan dalam jumlah besar dan kemas sendiri di rumah.

3. Dukung Pedagang yang Ramah Lingkungan:
– Berikan apresiasi kepada pedagang yang menyediakan takjil tanpa sampah.
– Ajak pembeli lain untuk mengikuti kebiasaan ramah lingkungan.
– Berikan masukan kepada pedagang untuk beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.

4. Kreasi Takjil Sendiri di Rumah:
– Memasak takjil sendiri di rumah dapat mengontrol penggunaan bahan dan kemasan.
– Libatkan keluarga dalam kegiatan memasak takjil bersama.
– Ciptakan kreasi takjil yang sehat dan lezat tanpa menghasilkan sampah berlebihan.

5. Bijak dalam Membeli:
– Belilah takjil secukupnya sesuai kebutuhan.
– Hindari membeli makanan yang berlebihan agar tidak mubazir.
– Sumbangkan sisa makanan kepada orang lain yang membutuhkan.

Manfaat Berburu Takjil Tanpa Sampah:
1. Mengurangi sampah plastik dan styrofoam yang mencemari lingkungan.
2. Melestarikan alam dan menjaga kesehatan bumi.
3. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gaya hidup ramah lingkungan.
4. Memberikan contoh yang baik kepada generasi penerus.
Berburu takjil tanpa sampah bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momen untuk memulai kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tips yang dapat diterapkan:
– Gunakan tas belanja yang dapat dipakai kembali saat berburu takjil.
– Bawa sendok dan garpu sendiri untuk menghindari penggunaan plastik sekali pakai.
– Buanglah sampah pada tempatnya dan pilihlah sampah dengan benar.
Dengan sedikit usaha dan kesadaran, kita dapat menikmati Ramadan yang penuh berkah tanpa meninggalkan jejak sampah. Bersama-sama, mari ciptakan Ramadan yang ramah lingkungan dan lestari.

Oleh:
Ai Tania Rahmah
Mita Rahmawati
Ghina Via Salsabila
Mahasiswa Tadris IPS, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.