• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Tak Sekedar Cerdas: Menemani Perjalanan Anak Gifted

Editor Redaksi
4 Desember 2025
in Artikel

Oleh: Clareta Thesalonika, S.Pd (Mahasiswa S2 Psikologi Universitas Tarumanagara)
Pamela Hendra Heng, S.Pd., M.P.H., M.., Ph.D, dan  Dr. Riana Sahrani, Psikolog. (Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara)
 
JurnalPost.com – Kalau berbicara tentang anak berbakat atau gifted child, banyak orang langsung membayangkan anak yang jenius, memiliki nilai sekolah sempurna, dan mampu menyelesaikan soal sulit dengan cepat. Namun di balik kemampuan luar biasa itu, sering kali tersimpan tantangan emosional dan sosial yang tidak kalah besar.

Anak gifted bukan hanya mereka yang memiliki IQ tinggi, tetapi juga anak yang menunjukkan kapasitas luar biasa dalam satu atau lebih bidang, baik akademik, seni, kreativitas, maupun kepemimpinan. Mereka sering berpikir lebih cepat, memiliki rasa ingin tahu yang mendalam, serta kepekaan tinggi terhadap lingkungan.

Apa itu anak gifted?
Istilah gifted dan talented sudah lama digunakan untuk menggambarkan anak-anak dengan kemampuan istimewa.
Anak gifted tidak hanya mereka yang memiliki IQ tinggi, tetapi juga yang menunjukkan kapasitas luar biasa dalam satu atau lebih bidang seperti akademik, seni, kreativitas, atau kepemimpinan. Mereka cenderung berpikir lebih cepat, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta menunjukkan sensitivitas terhadap lingkungan. Sementara Renzulli (2003) menjelaskan bahwa giftedness muncul dari kombinasi tiga faktor: kemampuan di atas rata-rata, kreativitas, dan komitmen terhadap tugas.  

Artinya, anak gifted tidak selalu menonjol di raport, tetapi memiliki cara berpikir, berimajinasi, dan memimpin yang luar biasa.

Karakteristik anak gifted
Anak gifted sering menunjukkan kemampuan kognitif yang jauh melampaui usia mereka. Mereka cepat memahami konsep abstrak, senang menantang logika, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Dalam bidang akademik, mereka biasanya memperlihatkan prestasi luar biasa dan dorongan kuat untuk belajar mandiri. Dari sisi kreativitas, anak gifted memiliki banyak ide dan imajinasi luas. Namun, mereka juga dikenal sensitif, perfeksionis, dan mudah frustrasi ketika hasil tidak sesuai harapan, yang dapat memengaruhi kesejahteraan emosional mereka (Pfeiffer & Stocking, 2000).
 
Tantangan yang Dihadapi Anak Gifted
Di balik kecerdasan yang menonjol, banyak anak gifted justru menghadapi pergumulan yang tak kasatmata. Salah satunya adalah perasaan terasing. Mereka sering merasa berbeda dari teman sebayanya karena minat dan cara berpikir yang tidak umum. Dalam beberapa kasus, anak gifted bahkan menahan diri agar “tidak terlihat terlalu pintar” demi bisa diterima dalam kelompok sosialnya. Tantangan lain adalah tekanan perfeksionisme. Banyak anak gifted memiliki standar tinggi terhadap diri sendiri dan mudah kecewa ketika gagal, meskipun dalam hal kecil. Jika tidak didampingi dengan empati, tekanan ini bisa menimbulkan kecemasan, kelelahan mental, atau burnout akademik.

Selain itu, terdapat kondisi yang disebut asynchronous development, yaitu ketidakseimbangan antara kecerdasan kognitif dan kematangan emosional. Anak bisa berpikir seperti orang dewasa, tetapi merespons masalah dengan emosi anak-anak. Akibatnya, mereka tampak “dewasa sebelum waktunya” namun sebenarnya masih rentan secara psikologis.
Dalam konteks sekolah, mereka juga bisa merasa bosan dan tidak tertantang jika materi pelajaran terlalu mudah. Alih-alih berkembang, mereka justru kehilangan motivasi belajar dan berpotensi menjadi underachiever (Reis & McCoach, 2002). Mengenali dan memahami tantangan-tantangan ini penting agar anak gifted tidak hanya bertumbuh secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan sosial.

Dari genetik ke lingkungan: bagaimana giftedness terbentuk?
Pertanyaan klasik pun muncul, apakah gifted merupakan bawaan lahir atau hasil dari asuhan lingkungan. Faktor genetik terbukti berperan besar. Penelitian menunjukkan bahwa, meskipun anak kembar dibesarkan di lingkungan berbeda, tingkat kecerdasan mereka tetap memiliki kemiripan yang tinggi, mengindikasikan kontribusi kuat faktor keturunan terhadap IQ (Bouchard, 1997).

Meski demikian, lingkungan juga memiliki peran penting dalam memaksimalkan potensi anak. Stimulasi belajar di rumah, kesempatan untuk bereksplorasi, dan dukungan emosional dari orang tua turut mendorong perkembangan kemampuan anak gifted (Farah & Noble, 2005). Kemampuan luar biasa pada anak muncul dari interaksi antara potensi dan pengalaman. Artinya, anak gifted tidak hanya “lahir pintar,” tetapi juga “dibesarkan dengan tantangan yang tepat.”
 
Mengidentifikasi anak gifted: lebih dari sekadar tes IQ
Selama ini, banyak sekolah menggunakan tes IQ sebagai acuan utama. Padahal, anak gifted dapat menunjukkan kecerdasannya melalui berbagai bentuk lain.

Pendekatan modern merekomendasikan penggunaan multi-kriteria, yang meliputi:

*Tes IQ dan prestasi akademik,
*Tes kreativitas seperti Torrance Test of Creative Thinking (TTCT),
*Skala penilaian guru seperti Scales for Rating the Behavioral Characteristics of Superior Students (SRBCSS)
*Portofolio hasil karya, dan
*Dynamic assessment yang menilai bagaimana anak belajar, bukan hanya hasil akhirnya.

Pendekatan ini penting untuk mengenali potensi anak dari berbagai latar budaya, bahasa, atau kondisi sosial ekonomi.
  
Strategi pembelajaran: menantang tanpa menekan

Anak gifted membutuhkan pembelajaran yang menantang, tetapi tetap fleksibel.
Beberapa strategi yang terbukti efektif antara lain:

1.Acceleration, yaitu mempercepat proses belajar sesuai kemampuan siswa
2.Enrichment, yaitu memperdalam dan memperluas pengalaman belajar melalui proyek kreatif atau penelitian
3.Differentiated curriculum, yaitu menyesuaikan isi, proses, dan produk pembelajaran dengan kesiapan serta minat siswa. Namun, keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada metode, melainkan juga pada kepekaan guru dalam mengenali kebutuhan unik setiap anak.
 
Peran Guru dan Orangtua: Menemani dengan Empati
Anak gifted sering mengalami asynchronous development, yaitu ketidakseimbangan antara kemampuan berpikir yang sangat maju dan kematangan emosional yang masih sesuai dengan usianya (Colangelo, 2003; Moon, 2003). Mereka dapat berpikir seperti orang dewasa, tetapi tetap merasakan dan bereaksi seperti anak kecil. Dalam situasi ini, guru memiliki peran penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang menantang sekaligus aman. Guru perlu peka terhadap tandatanda stres atau perfeksionisme berlebihan, serta memberikan ruang bagi anak untuk bereksperimen dan mengekspresikan ide tanpa rasa takut salah (Clark, 2002).
Sementara itu, orangtua menjadi sumber stabilitas emosional di rumah. Dukungan yang penuh kasih, komunikasi terbuka, dan penerimaan tanpa tuntutan berlebihan membantu anak gifted tumbuh seimbang, cerdas dalam berpikir, serta kuat dalam merasakan (Pfeiffer & Stocking, 2000; Gottfried, 1984). Ketika guru dan orangtua berjalan seirama, anak gifted akan berkembang secara optimal, tidak hanya dalam kecerdasannya, tetapi juga dalam kematangan emosi dan kebahagiaan pribadinya.
 
Penutup
Giftedness bukanlah jalan lurus menuju prestasi, melainkan perjalanan berliku menuju keseimbangan diri. Anak gifted memerlukan ruang untuk gagal tanpa rasa takut, berpikir bebas tanpa batas, dan tumbuh tanpa harus selalu sempurna. Bagi mereka, proses belajar bukan sekadar menguasai pengetahuan, tetapi juga membangun makna dan menemukan jati diri. Perjalanan ini hanya mungkin terwujud apabila guru dan orangtua mampu melihat melampaui nilai, serta hadir untuk mendengar, memahami, dan menuntun dengan kesabaran. Sebab, mendidik anak gifted sejatinya bukan tentang mempercepat langkah mereka, melainkan memastikan mereka tidak kehilangan arah di tengah kecerdasan dan kepekaan yang mereka miliki.
 

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.