
JurnalPost.com – Dosen Ilmu Komunikasi bekerjasaama dengan SMK Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo dan menggelar sosialisasi anti bullying bagi siswa kelas X dan XI pada 26 September 2024. Kegiatan ini dirancang dengan berbagai model. Kelas X dibagi ke dalam lima kelas kecil, sedangkan kelas XII dilaksanakana secara terpusat di aula sekolah.
Siswa memberikan reaksi yang beragam saat penyampaian materi tentang bullying.Siswa dikenalkan dengan konsep bullying dalam upaya mencegah dan mengurangi tindakan bullying yang terjadi dalam lingkungan sekolah. Dengan mengenali beragam bentuk bullying, diharapkan siswa tidak terlibat sebagai pelaku ataupun menjadi korban bullying.
Materi utama dalam sosialisasi ini didasarkan pada Buku Saku Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia Cabang Jawa Timur tentang Strategi Mencegah dan Menangani Bullying Melalui Pendekatan Psikologi Pendidikan. Siswa diajak untuk mengenali konsep bullying dan pencegahannya. Keberagaman jenis bullying yang muncul tidak lepas dari adanya perubahan teknologi dan platform media sosial. Mesikpun dari sisi fisik kondisi siswa nampak baik-baik saja, bukan berarti dia aman dan terhindar dari jenis bullying lain.
Pengenalan konsep bullying penting dilakukan dalam tataran sekolah. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengenal karakter bullying diharapkan membuat siswa menghindari hal tersebut, dan dapat membantu anak-anak lain yang sedang mengalami permasalahan bullying. Hal ini diharapkan mampu menekan jumlah kasus bulying yang terjadi di sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini Ratih, Heidy, dan Hanna juga mengingatkan siswa terkait pentingnya untuk selalu memahami jejak digital.

Kebiasaan membully di sosial media bukan tidak mungkin akan mendatangkan dampak negatif bagi pelakunya di masa depan. Jejak digital yang ditinggalkan akan berdampak pada karir dan masa depan pelaku bullying. Selain bullying, jejak digital juga berkaitan erat dengan keamanan data. Kemampuan siswa untuk memilah data yang boleh diupload di sosial media juga penting diperhatikan. Ketidak pahaman pada konsep privacy dan keamanan data akan berbahaya jika tidak ditanggulangi.
Diakhir kegiatan pemateri juga memberikan beberapa tips untuk mencegah perilaku bullying ditataran sekolah. Pertama melaporkan pada guru segala tindakan yang terindikasi bullying, meningkatkan rasa percaya diri, dan berusaha untuk tidak kembali membalas perilaku bullying. Pemateri juga memberikan saran terkait regulasi emosi agar siswa tidak melampiaskan amarahnya pada orang lain, sehingga diharapkan dapat meminimalisir perilaku bullying.
Penulis : RPM




