
JurnalPost.com – Mahasiswa KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya melaksanakan program sosialisasi penggunaan Canva dan CapCut di Kelurahan Tulusrejo sebagai upaya meningkatkan keterampilan digital ibu-ibu PKK. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar desain grafis dan pengolahan video yang praktis serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, keterampilan digital menjadi modal penting bagi masyarakat agar mampu beradaptasi, berkreasi, dan memanfaatkan teknologi secara positif. Melalui program ini, ibu-ibu PKK diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan konten sederhana yang bermanfaat bagi kegiatan organisasi maupun lingkungan sekitar.
Kelurahan Tulusrejo merupakan wilayah perkotaan dengan aktivitas masyarakat yang cukup dinamis, terutama melalui peran aktif kelompok PKK. Ibu-ibu di wilayah ini telah terbiasa menggunakan ponsel pintar untuk berkomunikasi, mengakses informasi, dan menggunakan media sosial. Namun, pemanfaatan teknologi masih cenderung terbatas pada aktivitas konsumtif, seperti berbagi pesan dan melihat konten hiburan. Padahal, potensi penggunaan gawai untuk kegiatan yang lebih produktif sangat terbuka lebar. Kondisi ini menjadi latar belakang dilaksanakannya program sosialisasi, dengan harapan masyarakat dapat mulai memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Program sosialisasi dan pelatihan Canva dan CapCut dirancang dengan pendekatan praktik langsung agar peserta dapat belajar sambil mencoba. Materi yang diberikan meliputi pengenalan fitur dasar aplikasi, pembuatan poster kegiatan, hingga penyusunan video pendek. Setiap peserta diajak untuk langsung mengerjakan contoh desain dan video sederhana menggunakan ponsel masing-masing. Metode ini membuat suasana belajar terasa lebih santai dan interaktif antar Ibu-ibu PKK dan Mahasiswa KKN, karena peserta dapat langsung melihat hasil dari setiap langkah yang dipelajari. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam bertanya, berdiskusi, serta mencoba berbagai fitur yang tersedia.
Selain sesi praktik, mahasiswa juga menyisipkan edukasi singkat mengenai penggunaan media digital yang bijak. Peserta diajak memahami pentingnya memilih konten yang positif, menjaga privasi, serta memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab. Pembahasan ini menjadi pelengkap dari pelatihan teknis, sehingga ibu-ibu PKK tidak hanya mampu membuat konten, tetapi juga memiliki kesadaran akan etika digital. Melalui pendekatan ini, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat digunakan secara aman dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator sekaligus pendamping belajar. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga membantu peserta secara personal ketika mengalami kendala teknis, seperti kesulitan mengatur tata letak desain, memilih template, atau mengedit video. Kegiatan ini turut didukung oleh pengurus PKK Kelurahan Tulusrejo yang membantu mengkoordinasikan peserta serta menyediakan tempat pelaksanaan. Kolaborasi antara mahasiswa dan mitra lokal ini menciptakan suasana belajar yang hangat, akrab, dan partisipatif, sehingga peserta merasa nyaman untuk belajar bersama dan saling berbagi pengalaman.
Seiring berjalannya kegiatan, dampak positif mulai terasa di kalangan ibu-ibu PKK. Peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan aplikasi digital, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Banyak yang kini mampu membuat poster kegiatan dan video sederhana secara mandiri. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai memanfaatkan hasil karya tersebut untuk dokumentasi kegiatan PKK maupun promosi acara di lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar mengenal aplikasi, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta tentang pentingnya literasi digital di era sekarang, sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota melalui proses belajar bersama.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu vokasi secara langsung di tengah masyarakat. Interaksi dengan warga melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, kepekaan, serta empati sosial. Mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan program KKN, tetapi juga tentang menghadirkan solusi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, diharapkan program sosialisasi ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan materi yang lebih beragam, sehingga keterampilan digital masyarakat semakin meningkat. Kegiatan KKN ini menjadi wujud nyata pendidikan vokasi yang menekankan praktik dan kebermanfaatan langsung, sekaligus memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.
Dafa Mawla Akbar, Mahasiswa KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya.
#VokasiUB #FakultasVokasi #UniversitasBrawijaya #KKNVokasiUB2026 #PendidikanVokasi #VokasiKuatMenguatkanIndonesia




