
JurnalPost.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan jaringan yang luas dan layanan yang beragam. Untuk mencapai tujuan dan strateginya, BCA menerapkan sistem pengendalian manajemen yang efektif dan efisien. Sistem ini membantu BCA dalam mengelola sumber dayanya, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, dan mencapai tujuan kinerjanya. Penerapan sistem pengendalian manajemen yang efektif dan efisien di BCA dapat memberikan banyak manfaat bagi bank, baik secara internal maupun eksternal. Oleh karena itu, penting bagi BCA untuk terus menerus meningkatkan dan menyempurnakan sistem pengendalian manajemennya.
Profil Perusahaan Bank BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) didirikan sebagai Pabrik Rajut NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang pada tahun 1955. Bank ini sendiri mulai beroperasi pada tanggal 21 Februari 1957 dan berkantor pusat di Jakarta. Pada tahun 1970, bank ini berganti nama menjadi Bank Central Asia dan menjadi bank devisa. BCA memiliki 139 kantor cabang, 873 kantor cabang pembantu, 244 kantor kas, dan 2 kantor perwakilan luar negeri. Bank memberikan berbagai layanan perbankan kepada 29 juta nasabah pada tahun 2021.
Kantor pusat berlokasi di Menara BCA, Grand Indonesia, Jl. MH Thamrin, 1, Jakarta. BCA secara proaktif mengelola penyaluran kredit dan posisi likuiditas di tengah gejolak krisis global, sekaligus tetap memperkuat kompetensi utama sebagai bank transaksi. BCA telah menyelesaikan pembangunan mirroring IT system guna memperkuat kelangsungan usaha dan meminimalisasi risiko operasional. BCA membuka layanan Solitaire bagi nasabah high net-worth individual. BCA memasuki lini bisnis baru yaitu perbankan Syariah, pembiayaan sepeda motor, asuransi umum dan sekuritas. Di tahun 2013, BCA menambah kepemilikan efektif dari 25% menjadi 100% pada perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Umum BCA (sebelumnya bernama PT Central Sejahtera Insurance dan dikenal juga sebagai BCA Insurance).
BCA memperkuat bisnis perbankan transaksi melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif, di antaranya aplikasi mobile banking untuk smartphone terkini, layanan penyelesaian pembayaran melalui e-commerce, dan mengembangkan konsep baru Electronic Banking Center yang m Di bidang e-commercedan cashless payment settlement, BCA membangun kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan fintech atau e-commerce melalui Application Programming Interface (API) platformyang memfasilitasi konektivitas antara sistem perusahaan-perusahaan tersebut dengan sistem perbankan transaksi BCA. Berbagai metode pembayaran transaksi secara online terus dibangun. Melalui aplikasi ‘BCA mobile’ dan ‘Sakuku’, BCA meluncurkan fitur peer-to-peer transfer berbasis teknologi QR code di tahun 2018.
BCA juga meluncurkan layanan ‘OneKlik’, suatu fitur pembayaran pada online merchantsyang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan transaksi. Memanfaatkan teknologi artificialintelligence, BCA mengembangkan ‘VIRA’ suatu Virtual Assistant yang dapat diakses melalui berbagai aplikasi chat ternama.Proyek percontohan sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diluncurkan di beberapa cabang untuk meningkatkan penetrasi di tengah ketatnya persaingan pada segmen tersebut. BCA menandatangani pembaharuan perjanjian dengan PT AIA Financial (AIA Indonesia) di tahun 2017 guna memperluas ruang lingkup kerja sama di bidang bancassurance. BCA meningkatkan penyertaan pada entitas anak CS Finance, BCA Sekuritas dan BCA Life pada tahun 2017 untuk semakin memperkokoh integrasi dan meningkatkan kerja sama bisnis entitas-entitas anak tersebut dengan BCA.elengkapi ATM Center dengan tambahan fitur-fitur yang didukung teknologi terkini.
Guna meningkatkan keandalan layanan perbankannya, BCA telah menyelesaikan pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) di Surabaya yang berfungsi sebagai disaster recovery backup data center yang terintegrasi dengan dua mirroring data center. DRC yang baru menggantikan DRC yang sebelumnya berlokasi di Singapura. Pada bulan Oktober 2019, BCA menyelesaikan akuisisi PT Bank Royal Indonesia dengan kepemilikan efektif (langsung maupun tidak langsung) sebesar 100%. Pasca akuisisi, model bisnis Bank Royal akan difokuskan sebagai bank digital untuk bersinergi dengan jaringan perbankan digital BCA. BCA menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat untuk pengambilalihan 100% saham PT Bank Rabobank International Indonesia, dengan persyaratan mendapat persetujuan dari regulator dan para pemegang saham.
BCA melakukan penambahan modal pada BCA Syariah dan CCV untuk mendukung pertumbuhan bisnis dari masing-masing entitas anak. BCA meluncurkan serangkaian inovasi layanan digital di tahun 2019, termasuk BCA Keyboard (untuk akses langsung ke layanan transaksi perbankan di berbagai online chat platform), Pembukaan rekening melalui BCA Mobile dan WELMA (sebuah mobile apps untuk layanan wealth management) BCA mengembangkan konsep future branch model dengan memanfaatkan beragam perangkat teknologi digital. Melalui konsep ini akan semakin memperkuat customer experience dan meningkatkan efisiensi operasional di kantor cabang.
Visi, Misi, Tujuan dan Tata Nilai
Visi Bank BCA adalah Menjadi bank terdepan di Indonesia dan diakui secara internasional. Dan Misi kami adalah Menyediakan layanan keuangan yang berkualitas dan inovatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dan Tujuan Nilai Bank BCA adalah Fokus Pada Nasabah Perhatian/kepedulian yang diikuti dengan usaha memberikan layanan untuk memenuhi harapan dan/atau kebutuhan nasabah secara spesifik. Sikap yang teguh dalam menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan, yang diikuti dengan tindakan konsisten dan konsekuen pada peran/ tugas dalam berbagai situasi dan kondisi untuk membangun kepercayaan nasabah. Dan Berusaha Mencapai yang Terbaik untuk Usaha berkelanjutan dengan mencapai yang terbaik guna memberikan nilai tambah bagi nasabah.
Struktur Organisasi

Penganggaran dan Keuangan
Proses penganggaran di BCA terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
1. Penyusunan Anggaran : Pada tahap ini, BCA melakukan analisis dan perkiraan terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangannya, seperti kondisi ekonomi, tren industri, dan rencana bisnis. Berdasarkan analisis dan perkiraan tersebut, BCA menyusun anggaran yang terperinci untuk setiap unit kerja dan produk/layanan.
2. Pelaksanaan Anggaran : Pada tahap ini, BCA menerapkan anggaran yang telah disusun dengan memastikan bahwa semua pengeluaran sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. BCA juga melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap pelaksanaan anggaran secara berkala.
3. Evaluasi dan Pelaporan : Pada tahap ini, BCA melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangannya dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan dan untuk menyusun anggaran untuk periode selanjutnya.
Perencanaan Strategis dan Operasional
Perencanaan strategis di BCA dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat perusahaan hingga tingkat unit kerja. Proses perencanaan strategis ini melibatkan berbagai pihak di BCA, seperti:
• Dewan Komisaris dan Direksi: Menetapkan visi, misi, dan tujuan strategis perusahaan.
• Tim Manajemen: Menyusun strategi bisnis yang sesuai dengan visi, misi, dan tujuan strategis perusahaan.
• Unit-unit kerja: Menyusun rencana kerja yang sesuai dengan strategi bisnis perusahaan.
1. Alat dan Teknik Perencanaan Strategis
BCA menggunakan berbagai alat dan teknik perencanaan strategis untuk menyusun strateginya, antara lain:
• Analisis SWOT: Digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi BCA.
• Analisis PESTEL: Digunakan untuk menganalisis faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum yang dapat mempengaruhi bisnis BCA.
• Balanced Scorecard: Digunakan untuk mengukur kinerja BCA dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
• Roadmapping: Digunakan untuk menyusun peta jalan yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan strategis BCA.
2. Perencanaan Operasional
Perencanaan operasional di BCA dilakukan untuk menerjemahkan strategi bisnis perusahaan ke dalam tindakan yang konkret. Perencanaan ini dilakukan secara berkala, biasanya setiap tahun, dan melibatkan semua unit kerja di BCA.
Pelaksanaan dan Pengukuran Kinerja
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan jaringan yang luas dan layanan yang beragam. Untuk mencapai tujuan dan strateginya, BCA menerapkan sistem pelaksanaan dan pengukuran kinerja yang efektif dan efisien. Sistem ini membantu BCA dalam memastikan bahwa semua karyawan bekerja sesuai dengan target, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.
1. Pelaksanaan Kinerja
BCA menerapkan beberapa langkah untuk memastikan pelaksanaan kinerja yang efektif, antara lain :
• Komunikasi yang Jelas: BCA memastikan bahwa semua karyawan memahami visi, misi, tujuan, dan strategi perusahaan. BCA juga memastikan bahwa semua karyawan memahami target kinerja mereka masing-masing.
• Pengembangan Kompetensi: BCA menyediakan berbagai program pelatihan dan pengembangan untuk membantu karyawan meningkatkan kompetensi mereka dan mencapai target kinerja mereka.
• Pemberian Dukungan: BCA menyediakan berbagai dukungan kepada karyawan untuk membantu mereka bekerja dengan efektif.
• Pengawasan dan Pengendalian: BCA melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja karyawan untuk memastikan bahwa mereka bekerja sesuai dengan target.
2. Pengukuran Kinerja
BCA menggunakan berbagai indikator kinerja utama (KPI) untuk mengukur kinerja karyawan dan unit kerja. KPI ini diukur secara berkala dan hasilnya digunakan untuk :
• Mengevaluasi kinerja karyawan dan unit kerja: BCA membandingkan kinerja karyawan dan unit kerja dengan target yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi ini digunakan untuk memberikan feedback dan pengembangan kepada karyawan dan unit kerja.
• Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi: BCA memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi berdasarkan hasil pengukuran kinerja.
• Meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan: BCA menggunakan hasil pengukuran kinerja untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Pengawasan dan Evaluasi Kinerja
1. Pengawasan Kinerja
BCA melakukan pengawasan kinerja terhadap karyawan dan unit kerja melalui berbagai cara, antara lain:
• Pengawasan Sehari-hari: Atasan langsung melakukan pengawasan terhadap kinerja bawahannya secara sehari-hari.
• Audit Internal: Tim audit internal BCA melakukan audit secara berkala untuk memastikan bahwa semua proses bisnis perusahaan berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku.
• Monitoring Kinerja: BCA menggunakan berbagai sistem untuk memantau kinerja karyawan dan unit kerja secara real-time.
2. Evaluasi Kinerja
BCA melakukan evaluasi kinerja karyawan dan unit kerja secara berkala, biasanya setiap tahun. Evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, antara lain:
• Penilaian Kinerja: Atasan langsung melakukan penilaian kinerja bawahannya dengan menggunakan berbagai indikator, seperti:
– Pencapaian target
– Kualitas pekerjaan
– Kerjasama tim
– Disiplin kerja
• Penilaian Diri: Karyawan melakukan penilaian diri terhadap kinerjanya sendiri
• Penilaian 360 Derajat: Karyawan dinilai oleh atasannya, rekan kerjanya, dan bawahannya.
Kesimpulan
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan perusahaan yang dikelola dengan baik dan menerapkan berbagai sistem dan program yang sejalan dengan teori-teori manajemen perusahaan. BCA memiliki beberapa kekuatan, seperti jaringan yang luas, produk dan layanan yang beragam, merek yang kuat, teknologi yang canggih, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Meskipun BCA menghadapi beberapa tantangan, namun juga ada beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh bank ini untuk terus tumbuh dan berkembang di masa depan.



