• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Siasat Ilustrator Lokal Hadapi ChatGPT : Cari Pasar Luar Negeri yang ‘Anti-AI’

Editor Redaksi
26 Juni 2026
in Artikel
Ilustrasi Original Character (OC) bernama Seisa karya @Dazetoo (Foto: Dok. Pribadi/Diunggah dengan izin).

Oleh: Amalia, Mahasiswa Ilmu komunikasi.

Jakarta – Kehadiran fitur pembuat gambar ( AI image generator ) di ChatGPT dan platform sejenisnya sempat memicu kekhawatiran massal akan hilangnya profesi ilustartor. Namun, di industri kreatif Indonesia, ada kenyataan menarik di lapangan. Sejumlah ilustrator lokal mengaku punya siasat jitu untuk tetap eksis dan survive di jaman sekarang, yaitu dengan memusatkan portofolio dan menargetkan pasar mereka ke platform internasional yang menerapkan kebijakan ketat anti-AI.

Boikot Massal dan sanksi sosial di Pasar Global

Di saat pasar domestik Indonesia yang cenderung memanfaatkan AI demi efisiensi biaya dan kecepatan, komunitas seni global di negara-negara barat justru menunjukkan penolakan yang keras. Penggunaan gambar buatan AI oleh sebuah brand atau proyek komersial sering kali memicu boikot masif dari konsumen karena dinilai tidak etis dan melanggar hak cipta seniman.

Pandangan pasar internasional yang sangat menghargai orisinalitas ini menjadi peluang emas bagi para ilustrator Indonesia yang bergerak di jalur komisi internasional.

“ Bagi kami yang mengandalkan klien dari luar negeri, tidak terlalu takut untuk sama adanya AI. Di sana kan kalau ketahuan pakai, bakal di hujat habis-habisan sama masyarakat di sana” ujar seorang ilustrator lepas asal Indonesia yang aktif menerima proyek commission dari luar negeri.

Tampilan situs @Vgen yang memuat karya komisi digital saat akses melalui laptop (Foto:Indri Amalia)

Memusatkan Portofolio di VGen, Platform Khusus Non-AI

Untuk menjangkau pasar yang anti-AI tersebut, para ilustrator lokal kini lebih selektif dalam memilih tempat untuk memajang portofolio dan membuka jasa gambar di salah satu platform yang kini sedang naik daun dan menjadi andalan yaitu VGen, khususnya di kalangan ilustrator digital dan seniman 2D (seperti pembuat model VTuber, ilustrator anime, game dan komik). Sejak akhir 2023 hingga masuk ke tahun 2026 ini,VGen (vgen.co) sukses menggeser berbagai platform yang sudah lama untuk kategori jasa gambar (art commission).

Vgen dikenal di industri kreatif global karena memiliki aturan yang sangat ketat yaitu melarang keras segala bentuk karya hasil kecerdasan buatan (AI). Platform ini menjadi ruang aman bagi para kreator dan kolektor seni yang mencari keaslian.

Dengan memusatkan portofolio dan market mereka diVgen, para ilustrator lokal secara otomatis menyaring calon klien mereka. Klien yang datang ke platform tersebut dipastikan adalah mereka yang bersedia membayar demi kualitas, keaslian, dan aspek legalitas karya seni buatan manusia.

Sentuhan  kecil yang Tak bisa ditiru AI

Selain faktor sentimen pasar, para ilustrator memiliki keunggulan teknis yang belum bisa dilakukan oleh ChatGPT maupun AI generator lainnya, diantaranya :

  1. Konsistensi karakter : AI sangat sulit membuat karakter yang persis sama dalam berbagai pose dan sudut pandang untuk kebutuhan komik atau asset game
  2. Komunikasi dan Revisi spesifik : Ilustrator bisa diajak berdiskusi, memahami dan menangkap (perasaan, suasana, atau pesan tersirat) yang ingin sampaikan dalam sebuah gambar, dan juga bisa melakukan revisi sekecil apa pun sesuai keinginan spesifik klien.
  3. Legalitas hukum : hingga saat ini, karya yang sepenuhnya dibuat oleh AI belum bisa mendapatkan hak paten atau hak cipta (copyright) yang kuat di mata hukum internasional.

Menembus Pasar Global jadi kunci untuk bertahan

Siasat memindahkan fokus pasar ke luar negeri membuktikan bahwa kreativitas manusia tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh mesin. Di bandingkan meratapi perkembangan teknologi, sebagian kreator lokal memilih meningkatkan standar karya agar mampu bersaing di platform global.

Pada akhirnya, ChatGPT dan AI generator lainnya mungkin berhasil merebut pasar kelas bawah yang hanya butuh gambar cepat dan instan. Namun bagi industri yang menghargai nilai seni, proses dan jemari terampil para ilustrator tetap tidak memiliki pengganti.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.