
JurnalPost.com – Pemilihan presiden merupakan momen penting dalam kehidupan politik suatu negara. Calon presiden adalah individu yang akan memegang peran puncak dalam pemerintahan dan bertanggung jawab atas arah dan kebijakan negara tersebut selama masa jabatannya. Oleh karena itu, pertanyaan tentang siapa yang pantas menjadi calon presiden adalah pertanyaan yang perlu diperhatikan dengan serius oleh masyarakat. Pertama-tama, seorang calon presiden seharusnya memiliki pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah penting yang dihadapi negara. Hal ini mencakup ekonomi, keamanan nasional, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan berbagai isu sosial lainnya. Seorang calon presiden yang berkualitas harus mampu menghadapi kompleksitas dan tantangan-tantangan yang ada di dalamnya.
Selain pemahaman tentang isu-isu penting, seorang calon presiden juga harus memiliki integritas yang tinggi. Integritas adalah kualitas yang mencakup kejujuran, etika, dan moralitas. Kepemimpinan yang baik memerlukan pemimpin yang dapat dipercaya oleh rakyatnya. Kredibilitas adalah aset berharga yang perlu dimiliki oleh seorang calon presiden. Selanjutnya, kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah hal yang penting. Seorang calon presiden harus mampu menjelaskan visi dan program kerjanya kepada masyarakat dengan jelas dan meyakinkan. Komunikasi yang efektif dapat membantu membangun dukungan publik dan membantu dalam meraih kemenangan dalam pemilihan presiden.

Selain itu, seorang calon presiden juga harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Pemerintahan tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan kerja sama dengan parlemen, pejabat pemerintah, dan berbagai lembaga lainnya. Kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak adalah kualitas yang sangat diperlukan. Tidak kalah pentingnya, seorang calon presiden harus mampu merangkul keberagaman dan memahami kebutuhan dan aspirasi beragam kelompok masyarakat. Negara modern seringkali terdiri dari berbagai etnis, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang berbeda. Kemampuan untuk memahami dan menghormati perbedaan ini adalah kunci untuk membangun persatuan dalam negara.
Berdasarkan survei terkini berbagai instansi, Adi menilai pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md masih lebih dominan di Jawa Timur. Di posisi kedua dan ketiga ada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka serta Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Tidak hanya dari 1 pengamat politik yang meneliti persaingan calon presiden yang akan dipilih pada tahun 2024 mendatang. Menurut hasil survei terbaru Polling Institute menunjukkan bahwa Prabowo Subianto dinilai berhasil menjaga loyalitas pemilih Jawa Barat pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024, sehingga Menhan terus mencatatkan kinerja baik di berbagai survei provinsi Jabar.
Kehebatan Prabowo di Jawa Barat terlihat dari penelusuran berbagai instansi. Pada hasil jajak pendapat terakhir pada 25-28 Oktober 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 47,3%, disusul aliansi PDI Perjuangan (PDIP) melawan Ganjar PPranowo – Mahfud MD mendapat rating persetujuan 27,9%, sedangkan KPP mendapat angka persetujuan 27,9%. peringkat persetujuan 27,9%. ) Duo: Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, 23,7%. Hasil serupa juga ditunjukkan oleh Indikator Politik Indonesia (IPI) yang menunjukkan tingkat elektoral Prabowo-Gibran sebesar 50,7%. Hasil ini melampaui Anis Muhaimin (26,8%) dan Ganjar Mahfoud (19,7%).
Pemilihan calon presiden adalah tugas yang serius dan berdampak besar bagi suatu negara. Masyarakat harus mempertimbangkan dengan seksama kualitas-kualitas yang dimiliki oleh calon presiden dan memilih dengan bijak. Seorang calon presiden yang berkualitas dapat membantu negara mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dan mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Oleh: Sri Mahendra Dewanata, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.



