
Dosen Pembimbing : Dr. (Cand) Fiky Two Nando, S.T.,M.T
Oleh : Keane Respati Putera
JurnalPost.com – Fenomena maraknya pinjaman online (pinjol) di tengah masyarakt desa menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Kemudahan akses dan proses pencairan yang cepat sering kali membuat pino; dianggap sebagai solusi instan atas kebutuhan ekonomi rumah tangga. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko besar berupa bunga tinggi, tekanan penagihan, hingga jeratan utang berkepanjangan. Kondisi ini kerap dialami oleh ibu-ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga.
Di Desa SumberKembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Persoalan pinjol seharusnya dapat dicegah melalui pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah optimalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai penggerak utama. Pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran finansial yang lebih sehat di tingkat keluarga.
Ibu-ibu PKK memiliki posisi strategis dalam struktur sosial desa. Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan kemasayrakatan, tetapi juga memahami secara langsung kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya diarahkan pada kegiatan ekonomi produktif. Padahal, banyak ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan memasak, mengolah hasil pertanian, membuat kerajinan atau menjalankan usaha rumahan sederhana yang berpeluang dikembangkan menjadi UMKM bernilai jual.
Ketergantungan pada pinjol sering kali muncul karena keterbatasan pilihan sumber pemasukan tambahan. Ketika kebutuhan mendesak datang, pinjol menjadi jalan pintas yang dianggap paling mudah. Oleh karena itu, penguatan UMKM berbasis desa menjadi Langkah preventis yang lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan untuk menjauhi pinjol. Dengan memiliki penghasilan tambahan dari usaha produktif, ibu-ibu PKK dapat memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus bergantung pada utang berbunga.
Desa SumberKembar memiliki potensi lokal yang cukup besar untuk pengembangan UMKM, baik dari sektor kuliner, pertanian, maupun produk kreatif. Dengan pendampingan yang tepat, seperti pelatihan kewirausahaan dasar, pengelolaan keuangan sederhana, dan strategi pemasaran, usaha-usaha kecil tersebut dapat tumbuh secara bertahap. UMKM tidak harus langsung berskala besar, tetapi cukup stabil dan berkelanjutan untuk menopang ekonomi keluarga.
Peran pemerintah desa dan lembaga terkait sangat penting dalam mendukung Upaya ini. Fasilitas pelatihan, bantuan permodalan berbasis kelompok, serta kolaborasi dengan BUMDes dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk UMKM desa juga perlu diperkenalkan secaara sederhana agar ibu-ibu PKK mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sehat finansial bukan berarti bebas dari kebutuhan, melainkan mampu mengelola keuangan dengan bijak dan tidak terjebak pada solusi instan yang berisiko. Optimalisasi UMKM setempat yang melibatkan ibu-ibu PKK merupakan Langkah nyata untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Dengan penghasilan yang berasal dari usaha produktif, keluarga menjadi lebih tahan terhadap tekanan ekonomi, sekaligus terhindar dari jerat pinjaman online.
Melalui penguatan peran ibu-ibu PKK dan pengembangan UMKM lokal, Desa SumberKembar dapat menjadi contoh bahwa kemandirian ekonomi dapat dibangun dari desa, oleh Masyarakat desa sendiri. Sehat finansial tanpa pinjol bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang dapat diwujukan melalui kerja Bersama dan pemberdayaan yang berkelanjutan,




