• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Reorientasi Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Literasi Nasional di tengah Ambisi Geopolitik Pemerintah

Editor Redaksi
8 Juli 2026
in Artikel
Geopolitik Pemerintah
sumber foto : iStock

Oleh: Raisya Putri Aulia

JurnalPost.com – Kebijakan pendidikan nasional di masa kini berada di antara tuntutan globalisasi dan persoalan mendasar literasi. Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengintegrasikan bahasa asing seperti bahasa Prancis, bahasa Portugis, hingga penguatan bahasa Mandarin ke dalam kurikulum wajib di berbagai jenjang sekolah mencerminkan ambisi geopolitik yang tinggi. Instruksi ini ditujukan guna mempererat kerja sama bilateral dan mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia ke depannya. Namun, hal tersebut memicu gelombang kritik mengenai kesiapan sistem pendidikan nasional dalam mengakomodasi perluasan kurikulum.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), menilai wacana kebijakan pengajaran bahasa asing wajib ini belum didasarkan pada kajian kebutuhan yang komprehensif dan berpotensi dipengaruhi oleh dinamika diplomatik semata. Hal ini memicu adanya kekhawatiran sistemik bahwa kurikulum nasional akan didekte oleh momentum diplomatik sesaat, seperti di mana ada kunjungan bilateral ke Tiongkok secara otomatis mewajibkan bahasa Mandarin dan seterusnya. Di balik persoalan tersebut, terdapat kontradiksi mendasar dengan realitas di lapangan yang mana jutaan anak Indonesia sendiri masih mengalami krisis literasi dasar yang sangat mengkhawatirkan.

Krisis literasi yang tidak tertangani di pendidikan dasar hingga menengah secara otomatis akan mengalami eskalasi menjadi hambatan akademik yang serius di tingkat pendidikan tinggi. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi telah menetapkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang bersifat mandiri. Namun, dalam implementasinya, mata kuliah Bahasa Indonesia sering kali dianggap sebagai formalitas administratif dan untuk memenuhi beban SKS saja. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu menghasilkan tulisan dengan cepat, membuat  mahasiswa menjadi terlena yang akhirnya menyebabkan kemampuan dasar berbahasa dan literasi mahasiswa semakin menurun.

Untuk memutus rantai kemunduran kompetensi berbahasa ini, pengajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi harus direformasi. Tidak hanya berupa ajaran teoritis, tetapi juga ditambah dengan penguatan keterampilan yang didasari oleh kemampuan berpikir kritis melalui analisis teks, penyusunan argumentasi, penulisan akademik, hingga kemampuan berbicara sesuai dengan tempat dan situasinya. Sayangnya, pengajaran Bahasa Indonesia di beberapa perguruan tinggi masih berorientasi pada aspek teknis kebahasaan seperti ejaan, tanda baca, atau aturan penulisan semata. Walaupun muatan materi tersebut memang penting, tetapi jika tidak dibarengi oleh keterampilan praktis dirasa belum cukup untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di era modern. Oleh karena itu, diperlukan transformasi baik dari sisi dosen pengampu maupun mahasiswa.

Metode pembelajaran di kelas perlu disesuaikan dengan karakteristik generasi muda yang cenderung menyukai pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Untuk membangun ketertarikan mahasiswa, dalam hal penyampaian materi dapat dikaitkan dengan fenomena sehari-hari, seperti penggunaan bahasa di media sosial, konten digital, atau isu-isu yang sedang berkembang, dengan tetap menekankan pada kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara ilmiah yang berbasis pemikiran kritis. Hal ini dapat dilakukan melalui metode kolaboratif seperti Project-Based Learning yang diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengkaji isu sosial maupun kebangsaan yang pada akhirnya akan mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyusun argumentasi berdasarkan data sehingga menghasilkan luaran yang aplikatif.

Di sisi lain, mahasiswa juga perlu mengubah cara pandang terhadap mata kuliah bahasa Indonesia sebagai bekal kompetensi yang dibutuhkan di seluruh disiplin ilmu, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban SKS dan tuntutan akademik semata. Kemampuan berbahasa yang baik menjadi dasar dalam penyusunan laporan, berargumentasi, dan mengomunikasikan pendapat secara efektif di berbagai profesi. Mahasiswa perlu membangun budaya literasi yang lebih kritis dengan membiasakan membaca dari sumber yang terpercaya, mengurangi ketergantungan terhadap kecerdasan buatan, serta menguasai penulisan ilmiah yang jujur dan berkualitas. Oleh karena itu, dosen dan mahasiswa sebagai elemen utama dalam pengajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi sama-sama memerlukan transformasi guna memutus rantai kemunduran dalam hal kemampuan literasi di Indonesia.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.