
Surabaya, JurnalPost.com – Dalam lingkup ekonomi yang terus berubah, UMKM lokal kerap berada pada posisi yang serba menantang. Mereka memiliki produk yang potensial, tetapi sering kali terkendala dalam aspek pemasaran dan branding sehingga sulit bersaing di pasar modern. Pada program kerja sub kelompok 6 pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berjudul “Peningkatan Daya Tarik UMKM Lokal” menjadi contoh bagaimana intervensi sederhana namun strategis dapat memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha kecil
.
Salah satu UMKM yang mendapat pendampingan adalah “Legen Bu Sumiati”, produsen minuman tradisional yang sudah lama menjadi bagian dari ekonomi setempat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa melakukan rebranding yang mencakup desain logo, pembaruan tampilan kemasan, penyediaan banner identitas untuk memperkuat citra usaha serta merombak sedikit booth. Langkah ini penting, sebab identitas visual yang kuat sering kali menjadi pintu masuk bagi konsumen untuk mengenal dan mempercayai sebuah produk.
“Kami melihat UMKM seperti Legen Bu Sumiati punya potensi besar, hanya perlu sentuhan branding yang lebih kuat agar tampil percaya diri di pasar.” Ujar Zefanya Gracia Rusmanadi
Pernyataan ini menggambarkan betapa branding bukan sekadar soal tampilan, tetapi juga cara membangun nilai dan daya tarik sebuah produk. Selain memperbaiki identitas visual, mahasiswa juga mendorong inovasi dengan membantu pemilik usaha mengembangkan olahan baru berbahan dasar buah siwalan yang berpotensi diproduksi dan dijual. Upaya ini menambah nilai ekonomi sekaligus memperluas peluang pasar.
“Dengan mengembangkan olahan baru dari buah siwalan, kami berharap Ibu Sumiati bisa punya lebih banyak pilihan produk yang bisa dijual dan menambah pemasukan”, Ujar Bagus Prasetyo
Keterlibatan mahasiswa dalam proses ini bukan hanya memberikan manfaat bagi UMKM, tetapi juga menggambarkan bagaimana perguruan tinggi dapat memainkan peran aktif dalam memajukan ekonomi masyarakat. Rebranding, inovasi produk, dan pendampingan teknologi sederhana adalah langkah konkret yang mampu meningkatkan posisi UMKM di tengah arus persaingan pasar yang semakin digital.
Program pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa transformasi UMKM tidak selalu membutuhkan biaya besar atau teknologi rumit. Yang dibutuhkan adalah pendampingan, kreativitas, dan kemauan untuk beradaptasi. Ketika kampus dan masyarakat bekerja bersama, UMKM lokal dapat naik kelas dan menjadi lebih siap menghadapi tantangan pemasaran masa kini.




