• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Puluhan ‘Bajingan’ Gelar Aksi di Tugu Jogja, Warganet Heboh dan Terkecoh dengan Pesannya

Editor Redaksi
26 Desember 2024
in Berita
Bagan 1Resource @merapi_uncover

JurnaPost.com – Unjuk rasa yang melibatkan kelompok tertentu memang bisa memicu beragam reaksi di kalangan masyarakat, termasuk warganet. Reaksi yang ditampilkan pun beragam, seperti reaksi yang ditunjukkan oleh wargannet atas unggahan Timotius Aquino di akun X @merapi_uncover yang nyaris saja tergocek dengan kalimatnya.

“Breaking News] 08:14 Banyak bajingan unjuk rasa di area Tugu Jogja , mohon jangan lewat jalan tersebut apabila terburu buru” laporan tersebut berasal dari warganet Timotius Aquino yang mengunggah video kepadatan di area tugu jogja.

Diakui oleh beberapa warganet, bahwa tulisan tersebut hampir saja menyulut emosi mereka. Namun apabila menelisik lebij jauh, unggahan tersebut bukanlah sebuah umpatan atau makian, melainkan laporan dalam arti yang sebenarnya.

“Tak arani kenopo kok misu-misuh? Ternyata pancen Bajingan tenan [aku kira kenapa kok pada ngumpat? Ternyata emang bajingan beneran” ujar warganet
“Real Bajingan ini,” ujar warganet lainnya.

Dalam video yang disertakan memang terlihat banyaknya gerobak sapi yang memadati area tugu Jogja pada hari Senin (23/12/2024) ini. Supir atau kusir dari gerobak sapi inilah yang disebut “bajingan” oleh sang pengunggah dalam bahasa Jawa.

Sebutan unik ini merujuk pada profesi kusir atau pengendali gerobak sapi di Yogyakarta dan sekitarnya. Di mana istilah “bajingan” ini seperti yang dilontarkan oleh salah satu warganet yaitu profesi kusir gerobak sapi yang multitelent.

“Bajingan berasal dari “mbah Jingan” Seorang pengemudi gerobak sapi yang multi talent, bisa ngerjain pekerjaan apapun. ciri khasnya mengendarai gerobak sapi. Namanya yang tersohor menyebabkan pengendara gerobak sapi sering disebut bajingan,” timpal warganet.

Inilah yang menjadikan kusir gerobak sapi disebut “bajingan” karena pekerjaan mereka identik dengan membawa muatan hasil panen, barang dagangan, atau kebutuhan lain melintasi jalan-jalan desa yang sering berlumpur dan sulit dilalui. Istilah ini sama sekali tidak memiliki konotasi negatif pada awalnya, melainkan hanya menunjuk pada profesi tertentu yang cukup penting dalam masyarakat pedesaan.

Bagan 2Resource Foto : Djoksuwarno

Gerobak sapi biasanya ditarik oleh dua ekor sapi dan menjadi salah satu simbol kehidupan masyarakat Jawa yang agraris. Para bajingan harus memiliki keterampilan khusus dalam mengendalikan sapi, menjaga ritme perjalanan, hingga memahami sifat hewan tersebut agar perjalanan berjalan lancar.

Bajingan memiliki akar sejarah budaya yang menarik bahkan sering ditampilkan dalam festival lokal di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Salah satunya Festival Gerobak Sapi Yogyakarta. sebuah acara budaya yang bertujuan melestarikan tradisi gerobak sapi, kegiatan utamanya meliputi parade gerobak sapi hias, lomba hias dan kecepatan, pertunjukan seni tradisional, pasar rakyat, dan edukasi budaya.

Meski gerobak sapi tidak lagi digunakan sebagai alat transportasi utama di era modern, profesi bajingan tetap dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal dan daya tarik wisata daerah setempat. Di mana wisatawan diajak untuk merasakan sensasi dan pengalaman unik menaiki gerobak sapi seraya menikmati pemandangan daerah pedesaan yang khas di Yogyakarta.

Demo Korban Pembangunan Apartemen Memanfaatkan Kearifan Lokal

Sementara dalam kasus ini, para bajingan dilibatkan dalam aksi unjuk rasa dalam bentuk protes menolak keras pembangunan apartemen dan menuntut kejelasan nasib para korban.
Dilansir dari berbagai sumber, Edi Hardianto menjelaskan bahwa keterlibatan para bajingan dalam kegiatan unjuk rasa merupakan bentuk dari kekuatan dari para korban pembangunan apartemen ini. Perjungan menuntut kejelasan ini diibaratkan seekor sapi yang menarik gerobak dengan berjalan pelan dan kosisten, seperti itulah kondisi para pembeli unit apartemen yang belum mendapatkan legalitasnya.

Selain itu, Edi menyebut bahwa pelibatan para bajingan ini juga merupakan sebagai upaya menjunjung tinggi budaya lokal sekaligus memperkenalkan lebih luas sehingga menjadi daya tarik bagi majunya wisata Yogyakarta.

Penulis : Dimas Satya Prabowo

Tags: #demo#tugu jogja#unjuk rasa
Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.