
Oleh: Stevia Ladisa, M.Pd.
Aceh, JurnalPost.com — Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis dan pendidikan anak-anak. Hal ini diwujudkan melalui Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan dosen Universitas Samudra berupa kegiatan pendampingan literasi dan numerasi yang terintegrasi dengan trauma healing bagi siswa sekolah dasar (SD) korban banjir.
Kegiatan yang dilaksanakan di SD Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu, 14 Februari 2026 tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Stevia Ladisa, M.Pd bersama sejumlah mahasiswa dan relawan pendidikan dari Universitas Samudra. Kegiatan ini dirancang sebagai pendekatan holistik yang menggabungkan peningkatan kemampuan akademik dengan pemulihan emosional anak-anak terdampak bencana (Gambar 1).
Dalam kegiatan literasi, siswa diajak untuk membaca buku cerita yang menarik dan sesuai usia. Selain itu, mereka juga diberi kesempatan untuk menulis harapan, cita-cita, serta pengalaman yang mereka alami saat banjir melanda. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana ekspresi diri bagi anak-anak dalam mengungkapkan perasaan mereka. Setelah membaca, siswa juga diminta untuk menceritakan kembali isi cerita yang telah dibacakan, guna melatih daya ingat, pemahaman, serta keberanian berbicara di depan teman-temannya.
Sementara itu, pendampingan numerasi dilakukan melalui kegiatan berhitung sederhana yang dikemas secara menyenangkan. Anak-anak dilatih mengenal angka dan melakukan operasi hitung dasar dengan metode yang interaktif, sehingga mereka tetap antusias dalam belajar meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Dosen Universitas Samudra: Pendampingan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran Darurat Terintegrasi Trauma Healing Bagi Siswa Terdampak Banjir
Yang membedakan kegiatan ini adalah integrasi dengan trauma healing. Berbagai aktivitas permainan kreatif disisipkan untuk membantu anak-anak mengurangi rasa cemas dan trauma. Di antaranya adalah bermain playdough untuk mengekspresikan imajinasi, permainan lingkaran besar dan lingkaran kecil yang melibatkan gerak dan kebersamaan, serta kegiatan melipat kertas origami yang melatih konsentrasi dan ketenangan.
Menurut Stevia Ladisa, M.Pd. pendekatan terintegrasi ini bertujuan agar anak-anak tidak merasa terbebani dengan pembelajaran pascabencana, melainkan dapat belajar sambil bermain dan secara perlahan memulihkan kondisi emosional mereka. “Kami ingin anak-anak kembali merasa aman, bahagia, dan termotivasi untuk belajar,” ujarnya (Gambar 2).
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan guru SD Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, sementara para guru berharap program serupa dapat terus berlanjut guna mendukung pemulihan jangka panjang.
Dengan adanya pendampingan literasi dan numerasi yang terintegrasi trauma healing ini, diharapkan anak-anak korban banjir di Aceh khususnya Aceh Tamiang dapat bangkit kembali, tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga dari sisi psikologis, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan semangat baru.




