
Disusun oleh : Febrian Akbar Primadha
Nama dosen : I Gde Sandy Satria, S.H., M.H.
Pacet, Mojokerto, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan Program Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Limbah Organik di SMK Walisongo Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan.
Program tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa-siswi SMK Walisongo Pacet. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai cara mengolah limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan kulit buah, menjadi pupuk kompos cair yang bermanfaat bagi tanaman.

Koordinator kegiatan KKN UNTAG Surabaya menjelaskan bahwa pembuatan pupuk kompos cair merupakan solusi sederhana dalam mengurangi sampah organik yang selama ini masih belum dikelola secara optimal. Selain mudah dibuat, pupuk cair juga memiliki banyak manfaat, di antaranya menyuburkan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi singkat mengenai dampak negatif sampah organik apabila tidak dikelola dengan baik. Selanjutnya, mahasiswa KKN mengajak para siswa untuk mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk kompos cair menggunakan alat sederhana dari ember bekas. Metode praktik ini bertujuan agar siswa dapat memahami proses fermentasi dan mampu menerapkannya secara mandiri di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Selain pelatihan teknis, mahasiswa KKN juga membuka sesi diskusi interaktif dengan siswa terkait peluang pemanfaatan pupuk kompos cair sebagai produk bernilai ekonomis. Pupuk cair hasil olahan limbah organik dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha kecil, khususnya di wilayah pedesaan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan sampah organik dan membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.




