
Oleh Maysaro
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang
JurnalPost.com – Seiiring dengan perkembangan zaman, teknologi juga semakin berkembang dan tidak menutup kemungkinan akan munculnya temuan-temuan inovasi yang canggih. Contohnya teknologi kecerdasan buatan, AI atau Artificial Intelligence yang sekarang sudah bisa diakses oleh siapapun hanya dengan menggunakan internet.
Teknologi AI ini pertama kali ditemukan pada tahun 1956, namun baru mulai berkembang di tahun 2000-an. Setuju tidak setuju, kecerdasan buatan ini cukup memudahkan dalam mengerjakan aktivitas kita sehari-hari. Contoh, dengan adanya Google Maps membantu kita untuk mengetahui kondisi jalanan serta cuaca saat itu juga. Akan tetapi, mengapa masih banyak pihak yang pro kontra dengan keberadaan AI?
Pro Kontra terhadap AI
Kebanyakan orang beranggapan bahwa dengan adanya kecerdasan buatan maka kontribusi manusia sudah tidak lagi dibutuhkan, hal ini mengakibatkan maraknya pengangguran. Memang AI sangat membantu pekerjaan manusia, namun ada kalanya AI tidak bisa menyetarai kemampuan yang manusia miliki. Contohnya saja dalam hal pemikiran, manusia tentu lebih unggul sebab otak kita dapat berpikir secara alami. Sedangkan AI merupakan kecerdasan buatan yang mana telah dirancang untuk memberikan hasil sedemikian rupa.
Zaman sekarang ini dengan perkembangan yang makin pesat, AI sering kali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Banyak contoh yang telah beredar di sosial media, contohnya menggunakan tubuh orang lain untuk mengedit wajah orang tertentu seperti artis atau yang lain. Selain berbahaya, hal ini tentunya sangat mengganggu kenyamanan.
Dampak lain yang ditimbulkan dengan adanya kecerdasan buatan ini yaitu ketergantungan, anggapan bahwa dengan adanya AI manusia bisa bebas tidak melakukan apapun dan hanya mengandalkan teknologi AI. Akhirnya, lambat laun otak kita akan tergerus dan mengakibat lambatnya proses berpikir. Padahal Artifical Intelligence awalnya diciptakan untuk membantu memudahkan pekerjaan, bukan untuk menggantikan pekerjaan manusia.
Perlu diingat bahwa kita harus pandai dalam memanfaatkan teknologi jika tidak ingin disesatkan. Akan ada banyak dampak buruk yang disebabkan sehingga sebagai manusia yang bijak sudah sepatutnya selalu berhati-hati dalam bertindak. Baik buruknya AI ditentukan oleh kita sendiri yang menggunakannya. (*)



