
Oleh: Jefyne Mali’ Pareakan
Mahasiswi Universitas Kristen Duta Wacana jurusan Bioteknologi
JurnalPost.com – Laut Taka Bonerate adalah salah satu laut yang berada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kawasan ini memiliki luas total atol sekitar 220.000 hektar dan menjadi kawasan atol terbesar ketiga di dunia serta terdaftar sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2005 (Aspan, 2015). Selain menjadi salah satu objek wisata karena pemandangannya yang indah, Laut Taka Bonerate juga memiliki keanekaragaman biota laut yang sangat tinggi. Kawasan ini menjadi habitat dari berbagai ratusan spesies karang, lamun, ikan, alga, kerang-kerangan, moluska, burung dan biota laut lainnya. Hal ini sesuai dengan Setiawan (2013) yang mengatakan bahwa kenekaragaman sumber daya laut di laut Taka Bonerate sangat tinggi. Oleh karena itu banyak sumber daya laut yang sangat potensial untuk dikembangkan.
Salah satu potensi dari laut Taka Bonerate adalah menjadi tempat peneluran penyu hijau (Eretmochelis imbricata). Jompa (2015) mengatatakan bahwa, Kepulauan Selayar merupakan salah satu tempat habitat peneluran dan habitat migrasi penyu hijau. Penyu hijau adalah satu-satuya spesies golongan Chelonia dengan populasi yang semakin menurun dan ditetapkan sebagai spesies dengan status Endangered oleh Lembaga International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) (Afif & Yulianda, 2020). Adanya penurunan populasi penyu hijau disebabkan oleh kerusakan habitat alami, pencemaran laut, serangan predator, perburuan liar untuk diambil cangkang untuk dijadikan aksesoris karna nilai ekonomi yang cukup tinggi, berkembang pesatnya pembangunan dan aktivitas perikanan di pesisir pantai. Selain itu, juga terdapat beberapa faktor alami yaitu perubahan iklim. Wicaksono (2013) mengatakan bahwa penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan spesies long-lived organism yaitu spesies yang memiliki umur panjang namun memiliki masa reproduksi lambat sehingga laju generasinya tidak sebanding dengan ancaman kepunahan.
Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya untuk menjaga kelestarian penyu hijau agar tidak mengalami kepunahan. Peneluran penyu hijau di Kawasan Taka Bonerate merupakan suatu potensi biodiversitas laut yang dapat dikembangakan lebih lanjut. Penyu hijau merupakan hewan amfibi yang hidup di dua habitat yaitu di air dan di darat. Proses perkembangbiakan, penyu hijau membutuhkan habitat yang khusus untuk menyimpan dan mengerami telurnya di kawasan daratan pantai. Namun, adanya kegiatan dan aktivitas di pesisir pantai menyebabkan adanya ancaman terhadap telur-telur penyu. Terkait dengan hal tersebut perlu dilakukan suatu upaya untuk membantu proses penetasan telur penyu dengan cara penangkaran. Untuk mendukung potensi pelestarian penyu di Taka Bonerate tentunya membutuhkan suatu penangkaran dengan sarana dan prasarana yang memadai serta adanya perizinan yang legal. Selain itu dibutuhkan suatu kerja sama antara pengelolah dengan pemerinta untuk mendukung kegiatan pelestarian penyu hijau yang terancam punah. Pelestarian penyu hijau dapat dilakukan dengan mengambil telur proses penetasan. Kemudian setelah menetas tukik akan dilepaskan kembali ke laut habitat aslinya. Upaya penetasan telur dipenangkaran dilakukan karena pada habitat asli telur penyu yaitu dipesisir pantai memiliki resiko yang sangat besar terhadap predator dan aktivitas di pesisir pantai. Dengan demikian upaya penetasan telur penyu dan pelepasan kembali tukik ke pantai adalah upaya untuk meningkatkan populasi penyu hijau di Laut Taka Bonerate. Pelepasan tukik tersebut diharapkan dapat tumbuh dan berkembang di alam bebas dan berkembang dengan baik.
Laut Taka Bonerate merupakan laut yang sangat potensial baik sebagai ekowisata maupun pengembangan potensi sumber daya laut dengan keanekaragaman biota laut yang sangat tinggi. Laut Taka Bonerate adalah habitat bagi salah satu penyu yang telah langkah yaitu penyu hijau. Hal ini menjadi peluang yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam menjaga kelestarian dan meningkatkan populasi penyu hijau.
Referensi
Afif, M. I., & Yulianda, F. (2020). Analysis of Ecobiology of Green Sea Turtle (Chelonia mydas) and its Threatening factors in Citirem and Hujungan Coasts, Cikepuh Wildlife Reserve, Sukabumi, Indonesia. Journal of Tropical Fisheries Management, 4(1), 14-20.
Aspan, Z. (2015). Perlindungan Hukum Terhadap Terumbu Karang Di Taman Nasional Taka Bonerate (TNT). Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 2(2), 73-94.
Jompa, J. (2015). Konektivitas kawasan konservasi. Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut.
Setiawan, H. (2013). Ancaman terhadap populasi kima (Tridacnidacna sp.) dan upaya konservasinya Di Taman Nasional Taka Bonerate. Buletin Eboni, 10(2), 137-147.
Wicaksono, M. A., Elfidasari, D., & Kurniawan, A. (2013). Aktivitas Pelestarian Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan Sukabumi Jawa Barat. In Prosiding Seminar Nasional Matematika, Sains, Dan Teknologi (Vol. 4, pp. B116-B123).



