
Oleh: Dessy Maeyangsari, S.H., LL.M., Khofidhotur Rovida, S.H., M.H., dan Fauziah Larasati, S.T., M.Ec.Dev.
Kediri, JurnalPost.com – Upaya membangun desa yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pamongan, Kabupaten Kediri, pada 3–4 Juli 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Komunitas Berkelanjutan Melalui Budaya Sadar Hukum di Desa Pamongan Kabupaten Kediri” ini dilaksanakan oleh Dessy Maeyangsari, S.H., LL.M., Khofidhotur Rovida, S.H., M.H., dan Fauziah Larasati, S.T., M.Ec.Dev. Program tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Pamongan dan masyarakat setempat.
Hari pertama diisi dengan observasi dan diskusi bersama Kepala Desa Pamongan, Bapak Suyani. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi tim dosen untuk menggali kondisi sosial masyarakat, memetakan potensi desa, sekaligus memahami berbagai tantangan dalam membangun budaya sadar hukum dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh Kepala Desa Pamongan, Ketua dan anggota PKK, Karang Taruna, serta komunitas pemuda Al Hidayah. Dalam sesi ini, tim pengabdian mengajak peserta memahami bahwa budaya sadar hukum tidak hanya berarti menaati peraturan, tetapi juga membangun kebiasaan menghormati hak dan kewajiban, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta aktif menjaga ketertiban di lingkungan sekitar.
Selain itu, peserta diajak melihat peran perempuan sebagai salah satu penggerak utama pembangunan desa. Melalui kepemimpinan berbasis komunitas, perempuan memiliki peluang yang semakin besar untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan, memperkuat ketahanan keluarga, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif. Berbagai gagasan muncul mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, PKK, Karang Taruna, dan kelompok pemuda dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum sekaligus lebih berdaya.
Kepala Desa Pamongan, Suyani, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh tim dosen UPN “Veteran” Jawa Timur. Menurutnya, penguatan kesadaran hukum dan kepemimpinan perempuan merupakan investasi penting bagi masa depan desa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman hukum yang bermanfaat bagi masyarakat. Kesadaran hukum perlu dibangun dari lingkungan keluarga hingga komunitas, dimana peran perempuan sangat penting.” ujar Suyani.
Melalui kegiatan ini, tim dosen berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Harapannya, semangat sadar hukum dan kepemimpinan perempuan yang telah dibangun tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama yang membawa dampak nyata bagi kemajuan Desa Pamongan. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender dan juga SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Kegiatan ini didanai oleh DIPA UPN “Veteran” Jawa Timur, melalui pengadian kepada masyarakat skema Edu yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur.




