JurnalPost.com – Philadelphia merupakan kota terbesar di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat yang menjadi salah satu kota paling bersejarah di Amerika karena Philadelphia cukup terlibat dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Amerika. Bahkan ibukota Amerika Serikat sempat pernah dipindahkan ke Philadelphia. Negara bagian ini cukup menjadi wilayah yang padat penduduk di Amerika Serikat. Kota Philadelphia, akhir-akhir ini semakin terkenal dengan wabah narkotika yang menyebar dengan pesat hingga kota tersebut dijuluki sebagai kota zombie. Bahkan adanya cuplikan video situasi masyarakat di Philadelphia yang tersebar luas di media membuat ramai perbincangan publik.
Mengapa Philadelphia dikatakan sebagai kota zombie?
Kota Philadelphia ini dikatakan sebagai kota zombie dikarenakan banyaknya penduduk disana yang berkeliaran di jalan dengan gestur dan kelakuan yang seperti zombie serta tidak selayaknya seperti manusia beraktifitas pada umumnya. Hal tersebut terjadi dikarenakan masyarakatnya dominan akan kecanduan obat-obat terlarang. Seperti yang kita ketahui obat-obatan di Amerika banyak digunakan secara ilegal. Peredaran obat-obat terlarang di Philadelphia ini sudah sangat banyak bahkan banyak masyarakat disana terpengaruh untuk memakai narkotika dengan berbagai macam jenis. Banyaknya pemakai narkoba di Philadelphia ini memiliki instensitas pemakai yang cukup sering sehingga banyaknya masyarakat yang mengalami efek ekstrim dari obat-obatan yang mereka pakai.
Dilansir dari Departemen Kesehatan Philadelphia ini data pada tahun 2021 sudah mencapai 1.274 orang meninggal karena overdosis di kota tersebut. Lalu menurut Drag Enforcement Administration menyebut kebanyakan korban overdosis dikarenakan obat-obatan di Philadelphia ini adalah orang-orang hispanik dan kulit hitam. Kota Philadelphia ini merupakan kawasan yang banyak adanya tunawisma, dan banyak orang-orang yang tidak punya tempat tinggal dan hidup dijalanan hal tersebut dikarenakan sejarah diskriminasi dan kemiskinan pasca perang kedua bahkan masyarakat kulit hitam tidak memiliki hak tanah dikawasannya. Itulah awal mula kota philadelphia menjadi seperti sekarang, hal tersebut juga disebabkan pemerintah tidak terlalu memperdulikan untuk menurunkan tingkat kecanduan yang terus meningkat di Philadelphia.
Pada saat itulah peredaran heroin dan xylazine atau yang juga dikenal sebagai ‘tranq drug’ menjadi meluas. Yang dimana dilansir dari CDC, xylazine ini merupakan obat penenang hewan semakin banyak ditemukan dan di jual belikan sebagai obat terlarang di Amerika Serikat, obat ini tidak dianjurkan untuk manusia bahkan tidak bisa dibeli tanpa adanya izin dari dokter hewan. Tranq inilah yang menyebabkan masyarakat Philadelphia terlihat seperti zombie yang tidak sadarkan diri bahkan mengalami luka-luka di bagian tubuhnya.
Lalu bagaimana solusi dan kebijakan pemerintah Amerika dalam menangani hal tersebut?
Mengatasi narkoba menjadi hal yang sangat penting bagi Amerika bahkan dunia. Amerika telah mengatasi narkoba sejak lama. Pemerintah Amerika pun mendorong legalisasi ganja dan obat-obatan lainnya karena pertimbangan ekonomi. Sehingga melegalkan ganja memungkinkan pemerintah menghasilkan pendapatan pajak yang signifikan dari pasar obat legal, dan sebagai imbalannya, distribusi pendapatan tersebut menjadi pendorong penting legalisasi obat. Pemerintah AS membenarkan legalisasi narkoba untuk menutupi fakta bahwa mereka akan melakukan apa saja demi keuntungan ekonominya, hal tersebut menyebabkan maraknya wabah narkotika yang terjadi disana.
Pada akhirnya pemerintah Amerika membuat solusi untuk mengurangi tunawisma dan mengurangi jumlah pecandu obat-obatan dengan membuat lembaga-lembaga sosial untuk membantu menangani kasus tersebut terutama untuk para tunawisma, lembaga sosial membantu dengan cara memberikan tempat tinggal sementara agar tidak tinggal di pinggir jalan. Bahkan lembaga sosial dan kepolisian Amerika juga telah mencoba memasukkan para pengguna narkotika ke balai-balai rehabilitasi untuk mengurangi permintaan narkotika, yang ujungnya akan memutus rantai pasokan narkotika di kawasan tersebut.
Pentingnya intervensi negara pemerintah Amerika Serikat juga dilakukan seperti yang disampaikan Joe Biden pada 2023 ini dalam pidato kenegaraannya, ia menyampaikan peningkatan fokus pada gangguan perdagangan obat terlarang. Akan hal itu pemerintah telah berupaya memperluas akses pencegahan yang berbasis bukti, pengurangan dampak buruk, perawatan, dan pemulihan. Namun walaupun sudah dibentuknya berbagai lembaga-lembaga sosial dan upaya lainnya, kesadaran masyarakat akan hal ini masih sangat kurang.
Penulis : Siti Davina Felicia Althaf, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.



