• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Perbandingan Penanganan Imigran Ilegal pada Masa Trump dan Biden dan Dampaknya pada Kestabilan Politik Dalam Negeri Amerika Serikat

Editor Redaksi
6 Juli 2023
in Kolom Opini

Oleh: Salman Abdul Rasyid Anas
Masasiswa Hubungan Internasional UIN Jakarta

JurnalPost.com – Imigrasi ilegal merupakan salah satu isu yang paling kontroversial dan sensitif di Amerika Serikat. Negara adidaya ini memiliki sejarah panjang dalam menerima imigran dari berbagai belahan dunia, namun juga menghadapi tantangan dalam mengatur arus masuk dan menjamin hak-hak mereka. Dua presiden terakhir, Donald Trump dan Joe Biden, memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam menangani imigran ilegal, baik dari segi kebijakan, retorika, maupun tindakan. Perbandingan penanganan imigran ilegal pada masa Trump dan Biden dapat memberikan gambaran tentang bagaimana sikap dan nilai-nilai mereka terhadap isu ini, serta dampaknya pada kestabilan politik dalam negeri Amerika Serikat.

Pada masa Trump, penanganan imigran ilegal ditandai oleh kebijakan-kebijakan yang keras, represif, dan diskriminatif. Trump menganggap imigran ilegal sebagai ancaman bagi keamanan, ekonomi, dan identitas nasional Amerika Serikat. Ia menjanjikan untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko, menghentikan program DACA yang memberikan perlindungan bagi imigran muda yang datang sejak kecil, membatasi pengungsi dari negara-negara tertentu, memisahkan anak-anak dari orang tua mereka di pusat-pusat penahanan, dan mengancam untuk mengusir jutaan imigran ilegal yang sudah tinggal lama di Amerika Serikat. Kebijakan-kebijakan ini menuai banyak kritik dan protes dari berbagai pihak, termasuk organisasi hak asasi manusia, pengadilan, media, partai Demokrat, komunitas imigran, dan bahkan sebagian anggota partai Republik. Kebijakan-kebijakan ini juga menimbulkan dampak negatif bagi kesejahteraan, kesehatan, dan hak-hak imigran ilegal, serta hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara tetangga dan mitra.

Pada masa Biden, penanganan imigran ilegal ditandai oleh kebijakan-kebijakan yang lebih lunak, humanis, dan inklusif. Biden menganggap imigran ilegal sebagai bagian dari masyarakat Amerika Serikat yang berhak mendapatkan perlakuan adil, bantuan kemanusiaan, dan jalan menuju kewarganegaraan. Ia menjanjikan untuk mencabut kebijakan-kebijakan Trump yang dianggap tidak manusiawi dan tidak efektif, mengembalikan program DACA, meningkatkan kuota pengungsi, menghentikan pembangunan tembok perbatasan, menyatukan kembali keluarga-keluarga yang terpisah, dan memberikan amnesti bagi jutaan imigran ilegal yang memenuhi syarat. Kebijakan-kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi hak asasi manusia, media, partai Demokrat, komunitas imigran, dan sebagian anggota partai Republik. Kebijakan-kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan, kesehatan, dan hak-hak imigran ilegal, serta hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara tetangga dan mitra.

Perbandingan penanganan imigran ilegal pada masa Trump dan Biden menunjukkan adanya perbedaan yang sangat mencolok dalam pandangan dan sikap mereka terhadap isu ini. Perbedaan ini mencerminkan polarisasi politik yang terjadi di Amerika Serikat antara dua partai besar yang memiliki visi dan misi yang berlawanan. Perbedaan ini juga berdampak pada kestabilan politik dalam negeri Amerika Serikat, yang sering kali terganggu oleh konflik, ketegangan, dan kekerasan antara pendukung dan penentang kedua presiden. Perbedaan ini juga mempengaruhi citra dan peran Amerika Serikat di dunia, yang menjadi contoh bagi banyak negara dalam menangani isu imigrasi. Perbedaan ini, akhirnya, mengajukan pertanyaan bagi kita semua: bagaimana cara terbaik untuk menangani imigran ilegal yang adil, efektif, dan manusiawi?

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.