Oleh : Tita Noviana Tiarni Junaedi
JurnalPost.com – Keberagaman budaya adalah ciri khas yang kaya dan berharga dalam suatu masyarakat. Warisan budaya yang beragam tidak hanya mencerminkan sejarah dan identitas sebuah bangsa, tetapi juga menjadi sumber kekayaan dan inspirasi bagi kemajuan bersama. Dalam konteks integrasi bangsa, menjaga keberagaman adalah langkah krusial dalam membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupan bersama yang harmonis.
Keberagaman sosial mengacu pada fakta bahwa setiap individu memiliki perbedaan dalam kategori sosial yang berbeda, termasuk gender, etnis, ras, penggunaan bahasa, dan keyakinan agama. Dikatakan bahwa masyarakat yang beragam adalah masyarakat yang majemuk atau heterogen. Bangsa dan negara sangat dipengaruhi oleh keberagaman dan pluralitas masyarakat, dan integrasi bangsa menjadi salah satu pengaruh utama. Integrasi bangsa sendiri merupakan proses memadukan berbagai hal seperti identitas sosial yang berbeda berdasarkan tujuan yang sama, sehingga tercipta keharmonisan sosial dan persatuan bangsa(Beatrice, 2023).
Indonesia adalah negara yang beragam, keberagaman yang ada di Indonesia adalah suatu keniscayaan yang diberikan oleh Tuhan. Hal itulah yang mengakibatkan bahwa Indonesia adalah negara yang multikultural. Berdasarkan kondisi multikultural Indonesia, masyarakat Indonesia penting untuk menjaga perbedaan ini dalam persatuan bangsa. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi semua masyarakat dan pemerintah Indonesia. Dikarenakan Indonesia akan menghadapi dua kemungkinan, yaitu keberagaman bisa menjadi pemecah atau pemersatu bangsa. Konflik bisa saja muncul jika perbedaan tidak ditangani dengan baik, dan saat ini tantangan kebebasan dalam kehidupan yang maju juga menjadi perhatian.
Media sosial menjadi platform untuk berekspresi, tetapi perbedaan pendapat bisa memicu konflik yang berpotensi memecah bangsa. Terlebih lagi seiring berjalannya waktu, selain perbedaan ras, Indonesia juga menghadapi tantangan terkait kebebasan dalam kehidupan yang semakin maju, tidak hanya itu setiap Individu juga harus menunjukkan perilaku toleran terhadap keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan antargolongan. Hal ini dapat memberikan kenyamanan kepada seluruh kalangan di Indonesia. Pemerintah juga berperan sebagai fasilitator dan model interaksi budaya agar kepentingan pusat daerah tetap seimbang.
Menurut saya selaku generasi milenial, dengan menjaga keberagaman, kita dapat memperkuat integrasi bangsa. Hal ini tidak hanya untuk menjaga kerukunan antar suku dan agama, namun juga untuk menghargai warisan budaya yang telah diperoleh dari para leluhur. Dengan saling menghargai dan memahami perbedaan, kita dapat menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan bersama.
Menjaga keberagama memiliki peran penting dalam membangun dan memperkokoh kehidupan suatu masyarakat. Melalui proses pewarisan ilmu pengetahuan suatu generasi maka kearifan lokal menjadi hakikat atau jiwa lokal itu sendiri. Hal ini tercermin dalam ekspresi dan praktik kearifan lokal yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap aspek kehidupan lokal erat kaitannya dengan lingkungan sekitar, kearifan lokal seringkali memuat pengetahuan tentang adaptasi terhadap alam dan menjaga keseimbangan ekologi. Berdasarkan Undang-Undang Republik Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup, kearifan lokal diartikan sebagai luhur yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam upaya melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, kearifan lokal tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya lokal yang unik dan khas, namun juga berperan penting dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup(Febrianty et al., 2023). Dengan melestarikan kearifan lokal maka identitas budaya masyarakat dapat dipertahankan dan dikembangkan. Kearifan lokal memberikan landasan yang kokoh dalam memperkaya dan memelihara nilai-nilai, adat istiadat, kesenian dan lain-lain yang tertanam dalam kebudayaan suatu daerah. Dengan demikian, kearifan lokal berkontribusi dalam menjaga dan kelangsungan budaya lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas suatu bangsa atau masyarakat.
Dengan memperkuat dan menghormati nilai-nilai kearifan masyarakat tersebut dapat mengatasi kesenjangan gender dan menciptakan kesetaraan gender dalam berbagai kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan. Kearifan lokal juga berperan penting dalam keanekaragaman budaya dan tradisi yang mengakar pada suatu wilayah dan negara. Fungsi utama dari upaya untuk mempertahankan hal tersebut adalah untuk membedakan satu entitas dengan entitas lainnya dan memberikan ciri-ciri yang menjadi dasar identitas suatu kelompok.
Maka dari itu menjaga dan menghormati tradisi lokal dapat membantu masyarakat menjadi lebih terhubung dengan warisan budaya yang menjadi landasan sejarahnya, sekaligus berkontribusi terhadap ikatan yang kuat dengan warisan budaya dari generasi sebelumnya. Kearifan lokal mencakup berbagai praktik, kepercayaan, bahasa, standar kesenian di suatu daerah tertentu. Dengan melestarikan dan merayakan kearifan lokal, mereka dapat memastikan bahwa kekayaan budaya mereka yang unik dan beragam tetap hidup dan relevan.
Keberagaman bukanlah suatu hambatan, namun justru merupakan kekuatan yang dapat mempersatukan kita sebagai bangsa yang berbeda-beda. Kebangsaan yang diusung Soekarno mengetengahkan prinsip kesatuan dalam kebhinekaan di tengah multikulturalnya bangsa ini. Sebagai bukti contoh ketika bencana tsunami melanda Aceh. Seluruh bangsa (bahkan dunia) tergerak untuk membantu dengan berbagai cara. Meski tak ada perintah, seluruh warga tampak bersatu dalam keyakinan bahwa yang menderita juga adalah sesama bangsa juga. Semua merasa senasib sepenanggungan membantu dengan caranya masing-masing tanpa memperdulikan unsur SARA. Di negara multikultural inilah, gambaran otentik Binneka Tungal Ika terlihat jelas(Santoso et al., 2023).
Warisan budaya yang dimiliki oleh setiap suku dan daerah juga harus dijaga dengan baik. Warisan tersebut adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan menghargai dan merawat warisan budaya, kita turut menjaga keberagaman dan kekayaan budaya yang ada. Tanpa keberagaman budaya, Indonesia akan kehilangan bagian dari jati dirinya sebagai bangsa yang majemuk. Oleh sebab itu tidak hanya menjaga keberagaman Bangsa Indonesia juga harus bisa meresapi makna dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” karena Bhinneka Tunggal Ika memiliki peran yang sangat penting, yakni sebagai pemersatu semua perbedaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut menjadi kunci utama adanya persatuan dan kesatuan di Indonesia(Lestari, 2016).
Dengan demikian, walaupun Indonesia adalah negara yang diliputi dengan berbagai macam perbedaan, namun bukan berarti Indonesia akan menjadi negara yang terpecah belah karena pengaruh keberagaman tersebut. Sebaliknya, Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan terintegrasi jika mampu menanamkan pemikiran yang tepat tentang keberagaman ini dan mengatasi segala macam konflik yang mungkin timbul. Keinginan untuk maju bersama dan mencapai tujuan bangsa itulah yang akan membawa Indonesia pada integrasi yang harmonis. Maka dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua elemen negara baik pemerintah maupun masyarakat harus ikut andil dan berperan aktif agar generasi muda (milenial) ini dapat menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia untuk mendukung proses persatuan bangsa.
Penulis : Tita Noviana Tiarni Junaedi
Mahasiswa Semeter 4 Tadris Ilmu Pengeetahuan Sosial
IAIN Syeikh Nurjati Cirebon
Sumber:
Beatrice, A. (2023). Pengaruh Keberagaman Dalam Upaya Integrasi Bangsa. BINUS HIGHER EDUCATION. https://binus.ac.id/character-building/2023/02/pengaruh-keberagaman-dalam-upaya-integrasi-bangsa/.
Febrianty, Y., Pitoyo, D., Masri, F. A., Anggreni, M. A., & Abidin, Z. (2023). Peran Kearifan Lokal Dalam Membangun Identitas Budaya Dan Kebangsaan. El-Hekam, 7(1), 168–181.
Lestari, G. (2016). Bhinnekha tunggal ika: Khasanah multikultural indonesia di tengah kehidupan SARA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(1).
Santoso, G., Aulia, A. N., Indah, B. S. N., Lestari, D. P., Ramadhani, F. F., Alifa, H., & Mahya, A. F. P. (2023). Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pemersatu Bangsa Indonesia Dari Dahulu Sampai Sekarang. Jurnal Pendidikan Transformatif (Jupetra), 02(02), 183–194.

