• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Mata Kuliah :
Bisnis Ekowisata

Dosen Pengampu :
Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc.

Disusun Oleh :
Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)
Ichika Devi Septiananda ​​(22045010020)
Nadia Ayu Pramandita Aka ​​(22045010052)
Luthfiatul Ilmi ​​​(22045010070)
Aisyah Zista Salsabila ​​(22045010071)
Nafa Permatasari ​​​(22045010094)

PROGRAM STUDI PARIWISATA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
2024

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam yang melimpah, baik dari segi keanekaragaman hayati maupun keindahan alamnya. Potensi ini menjadi modal penting bagi sektor pariwisata, utamanya dalam pengembangan ekowisata yang bertujuan untuk menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal (Ardhana, 2019). Ekowisata tidak hanya mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga mempromosikan kesadaran lingkungan, konservasi alam, dan budaya lokal. Undang-Undang Republik Indonesia menjelaskan kondisi ideal dari pengembangan pariwisata yaitu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam dan lingkungan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa (Rachmad dan Awan, 2021). Pengembangan ekowisata yang berkelanjutan juga dapat membantu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.

Ekowisata adalah jenis kegiatan wisata yang sangat mengutamakan pelestarian sumber daya pariwisata. Menurut From (2004), terdapat tiga konsep utama dalam ekowisata, yaitu: kegiatan dilakukan di alam terbuka; akomodasi disediakan dan dikelola oleh masyarakat setempat; serta memiliki fokus pada pelestarian lingkungan alam dan budaya lokal. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekowisata sebagai salah satu sektor yang dapat memberdayakan masyarakat lokal. Potensi alam yang melimpah, mulai dari keanekaragaman hayati hingga bentang alam yang indah, memberikan peluang untuk mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan. Tidak hanya memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan, pengembangan ekowisata juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya. Melalui pengelolaan yang tepat, ekowisata dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian sumber daya alam. Di masa yang akan datang, upaya pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian lokal serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Salah satu contoh pengembangan ekowisata yang memiliki potensi besar di Indonesia adalah Desa Wisata Claket di Pacet, Mojokerto.

Desa Claket, yang terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi ekowisata. Lokasinya yang berada di kawasan pegunungan dan berhawa sejuk, menjadikan Desa Claket sebagai tujuan wisata alam yang menarik. Beberapa destinasi alam, seperti pemandian air panas, air terjun, serta area perkebunan dan pertanian, menjadi daya tarik utama wisatawan. Selain keindahan alam, Desa Wisata Claket juga dikenal dengan budaya dan tradisi masyarakatnya yang khas. Salah satu ciri khas Desa Claket adalah adanya beragam kegiatan ekonomi yang berlangsung di sana. Industri rumahan menjadi salah satu pilar utama, di mana penduduk setempat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas produksi yang dilakukan di rumah mereka masing-masing (Aisyah, dkk, 2024). Potensi inilah yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui konsep ekowisata.

Desa Wisata Claket pada saat ini dianggap sebagai lokasi wisata yang sangat prospektif. Di desa tersebut adalah pusat pariwisata karena mempunyai keberagaman budaya, keindahan alam yang sangat memukau, dan mempunyai potensi di sektor ekonominya. Namun, untuk memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata berjalan dengan baik dan bisa bertahan dengan lama maka harus dianalisa secara menyeluruh dengan menggunakan model SWOT (Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), Threats (Ancaman)) (Aisyah, dkk, 2024).

1.2 Analisis SWOT
Menurut Namugenyi (2019) yang menyatakan bahwa analisis SWOT berasal dari teknik atau strategi klasik yang melibatkan alat untuk perencanaan dengan menggunakan SWOT atau kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang sebagai dasarnya. Pada pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan selalu terkait dengan proses pengambilan keputusan yang strategis. Oleh karena itu perencanaan strategis harus melihat apa yang ada dari SWOT (Pasaribu & Br. Sinulingga, 2024).

a. Strengths
Strengths adalah keadaan kekuatan dari internal organisasi yang memperkuat posisi Desa Claket dalam pembangunan pariwisata. Contohnya yang ada di Desa Wisata Claket yaitu potensi wisata alam dan agrowisata yang menarik.

b. Weakness
Weakness atau kelemahan yaitu hal-hal dari internal yang membuat posisi Desa Claket lebih sulit untuk pengembangan pariwisata. Contoh yang ada di Desa Wisata Claket yaitu keterbatasannya infrastruktur terutama akses jalan dan sarana transportasi, kurangnya promosi dan pemasaran.

c. Opportunities
Opportunities atau peluang yaitu peluang eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peran dari pengembangan pariwisata Desa Claket. Contoh dari peluang yang ada di Desa Claket yaitu peluang untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata, peningkatan tren wisata minat khusus seperti ekowisata dan wisata edukasi yang bisa dikembangkan, adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk pengembangan desa wisata.

d. Threats
Threats atau ancaman yaitu ancaman yang berasal dari eksternal atau dari luar yang dapat mengganggu pertumbuhan pengembangan pariwisata di Desa Claket. Contoh dari ancaman nya yaitu adanya ancaman perubahan iklim dan bencana alam, persaingan daya tarik wisata lain, potensi kerusakan lingkungan.

1.3 Metode Pelaksanaan
1.3.1 Waktu dan Lokasi
Praktikum dilaksanakan pada 10 Oktober 2024 di Desa wisata Claket, Pacet, Mojokerto.

1.3.2 Metode yang Digunakan
a. Wawancara dengan pengelola desa wisata untuk mendapatkan informasi mengenai pengelolaan ekowisata.

b. Survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi fisik kawasan wisata.

c. Studi literatur untuk mendukung data yang telah diperoleh dari hasil wawancara dan survei lapangan.

d. Analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengelolaan ekowisata.

1.3.3 Persiapan
Penyusunan daftar pertanyaan dilakukan tujuh hari sebelum keberangkatan, serta surat tugas dan janji temu dengan pengelola desa wisata.

1.3.4 Pelaksanaan
Wawancara dan survei dilakukan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan serta analisis SWOT

1.4 Tujuan dari Praktikum Lapangan
Tujuan dari Praktikum Lapangan ini adalah:
1. Mengidentifikasi analisis SWOT yang ada di Desa Wisata Claket, Pacet, Mojokerto.
2. Menganalisis matriks dan kuadran strategi dari SWOT di Desa Claket.
3. Menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Claket.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka
Menurut Nugroho (2015) menyatakan beberapa pentingnya pariwisata berbasis komunitas dalam pengembangan desa wisata. Beliau berpendapat bahwa pengelolaan wisata desa yang melibatkan masyarakat lokal dalam setiap aspek, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, adalah cara yang efektif untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Ini relevan dengan situasi di Desa Claket, di mana keterlibatan masyarakat lokal dapat meningkatkan potensi wisata yang ada, seperti wisata alam pegunungan, dan memberikan manfaat ekonomi yang langsung kepada penduduk setempat.

Menurut Kotler et al. (2016), analisis SWOT adalah alat yang efektif dalam mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan suatu wilayah wisata. Dalam konteks Desa Claket, analisis SWOT dapat membantu untuk memetakan potensi pariwisata desa, baik dari segi kekuatan, seperti keindahan alam, hingga kelemahan, misalnya infrastruktur yang masih terbatas.

2.2 Konsep
Pariwisata Berbasis Komunitas (Community-Based Tourism)
– Nugroho dan Negara (2015) menekankan pentingnya Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas dalam pengembangan desa wisata. Dalam konteks Desa Wisata Claket, konsep CBT ini bisa diterapkan dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengoperasian desa wisata. Ini bisa dalam bentuk homestay, penjualan kerajinan tangan, atau penyediaan jasa pemandu wisata yang semuanya dikelola oleh warga setempat. Dengan demikian, desa wisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi desa tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam mengelola potensi desa mereka.

Analisis SWOT dalam Pengembangan Desa Wisata Claket
– Menurut Kotler et al. (2016) mengusulkan penggunaan analisis SWOT sebagai alat untuk merencanakan pengembangan desa wisata. SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) membantu memetakan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi potensi wisata suatu desa. Dalam konteks Desa Claket, berikut adalah gambaran singkatnya:
– Strengths (Kekuatan): Sumber daya alam yang indah, budaya lokal yang unik, dan masyarakat yang ramah.
– Weaknesses (Kelemahan): Infrastruktur yang belum memadai, aksesibilitas yang terbatas, dan sumber daya manusia yang mungkin masih membutuhkan pelatihan di bidang pariwisata.
– Opportunities (Peluang): Dukungan pemerintah untuk pengembangan desa wisata, tren pariwisata berbasis alam dan budaya, serta potensi ekowisata.
– Threats (Ancaman): Persaingan dengan desa wisata lain, perubahan iklim, dan bencana alam yang dapat mengancam potensi wisata alam.
– Dengan melakukan analisis SWOT ini, Desa Claket dapat merancang strategi pengembangan wisata yang lebih tepat sasaran dan berfokus pada pemanfaatan kekuatan serta peluang yang dimiliki, sekaligus mengatasi kelemahan dan mengantisipasi ancaman.

2.3 Landasan Teori
Menurut Asker et al. (2017), pariwisata berbasis komunitas (CBT) adalah bentuk pengelolaan pariwisata yang dipimpin dan dikendalikan oleh masyarakat lokal, di mana mereka berperan dalam mengembangkan, mengelola, dan mendapatkan manfaat dari aktivitas pariwisata. Teori ini menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam semua aspek pengembangan pariwisata untuk mencapai manfaat yang adil dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Menurut Weaver dan Lawton (2021), ekowisata adalah bentuk pariwisata yang bertanggung jawab secara ekologis, yang bertujuan untuk melestarikan alam dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan. Ekowisata juga memberikan edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya pelestarian alam dan budaya lokal. Teori ini menggabungkan konsep pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.

2.4 Kerangka Berpikir
Teori Ekowisata (Weaver & Lawton, 2021), Ekowisata adalah bentuk pariwisata yang berfokus pada pelestarian alam dan budaya lokal, serta memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. Ekowisata bertujuan untuk melibatkan wisatawan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkenalkan mereka pada kearifan lokal.

● Desa wisata yang berbasis ekowisata harus mengutamakan pelestarian alam dan kearifan lokal serta melibatkan wisatawan dalam proses edukasi lingkungan.
Teori Community-Based Tourism (CBT) (Asker et al., 2017), CBT menekankan pentingnya keterlibatan komunitas lokal dalam setiap aspek pengembangan pariwisata, mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga pembagian keuntungan.

● Masyarakat Desa Claket harus terlibat dalam seluruh proses pengelolaan pariwisata agar merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.

BAB III
METODE PELAKSANAAN

4.1 Metode Pelaksanaan
Praktikum lapangan ini dilaksanakan di Desa Wisata Claket, Pacet, Mojokerto, pada hari Kamis, 10 Oktober 2024. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengamati pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan tersebut. Metode yang dilakukan mencakup wawancara dengan pengelola desa wisata serta dilengkapi dengan studi literatur untuk memperkaya informasi. Selain itu, analisis SWOT juga diterapkan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluan, dan ancaman dalam pengelolaan ekowisata di Desa Wisata Claket.

Persiapan kegiatan praktikum ini dimulai dengan penyusunan daftar pertanyaan tujuh hari sebelum keberangkatan. Pertanyaan tersebut dirancang untuk menggali informasi lebih dalam tentang pengelolaan ekowisata berkelanjutan di desa Wisata Claket. Kemudian, lima hari sebelum keberangkatan, tim praktikum telah membuat janji temu dengan pengelola desa wisata, untuk memastikan ketersediaan waktu yang cukup untuk wawancara dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Sebagai bagian dari persiapan administratif, tim praktikum telah menyiapkan surat tugas dari universitas tiga hari sebelum keberangkatan, untuk perizinan dan keperluan formalitas lainnya.

Proses wawancara dengan pengelola desa wisata diawali dengan pengenalan anggota tim dan tujuan dari kegiatan praktikum. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan terkait pengelolaan ekowisata di desa tersebut. Pengelola menjelaskan berbagai aspek termasuk strategi upaya pelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan. selain itu, wawancara juga mengungkap tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan antara perkembangan pariwisata dan kelestarian alam di desa tersebut.

Setelah sesi wawancara, tim praktikum melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei lapangan di beberapa lokasi strategis desa Wisata Claket. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik kawasan wisata. Data yang diperoleh dari survei ini akan digunakan sebagai bahan kajian dalam analisis mengenai pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Wisata Claket.
Setelah sesi wawancara dan survei lapangan selesai, tim praktikum segera memulai penyusunan laporan untuk mendokumentasikan hasil kegiatan. Dalam penyusunan laporan, tim praktikum menerapkan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan ekowisata di Desa Wisata Claket. Selain itu analisis SWOT juga digunakan untuk mengkaji peluang dan ancaman yang mungkin memengaruhi keberlanjutan pengambnagn wisata tersebut. Laporan akhir ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai pengelolaan ekowisata berkelanjutan di desa tersebut, serta menjadi acuan dalam pengembangan lebih lanjut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
4.1.1 Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan pendekatan strategis untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi suatu wilayah, dalam hal ini yaitu Desa Wisata Claket. Berikut merupakan analisis SWOT untuk Desa Wisata Claket :

a) Strengths (Kekuatan) : Faktor internal yang menjadi keunggulan dan kelebihan dari suatu daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan.
b) Weakness (Kelemahan) : Faktor internal yang menjadi kelemahan dan keterbatasan yang dapat menghambat kinerja dari suatu daya tarik wisata.
c) Opportunities (Peluang) : Faktor eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan suatu daya tarik wisata dan menjadikan daya tarik tersebut lebih baik lagi.
d) Threats (Ancaman) : Faktor eksternal menjadi penghambat atau risiko bagi suatu daya tarik wisata.
4.1.2 Identifikasi Hasil Observasi Berdasarkan Analisis SWOT

Berikut ini hasil observasi yang kami temukan berdasarkan analisis SWOT di Desa Wisata Claket :

4.2​Pembahasan
4.2.1​Matriks Analisis SWOT

4.2.2​ Strategi Kuadran Analisis SWOT
Untuk menentukan strategi di desa wisata Claket menggunakan analisis SWOT, pendekatan Kuadran SWOT dapat diterapkan. Pendekatan ini menghubungkan Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman) untuk merumuskan strategi yang tepat melalui beberapa kombinasi. Berikut adalah strategi berdasarkan masing-masing kuadran SWOT :

1. Strategi SO (Strengths – Opportunities)
Menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada.
a. Memaksimalkan Keunikan Budaya dan Alam untuk Meningkatkan Wisata Edukasi : Dengan memanfaatkan budaya lokal dan lingkungan alam yang asri, desa wisata Claket bisa mengembangkan paket wisata edukasi seperti tur budaya, belajar kerajinan tangan, atau pengalaman bertani.
b. Meningkatkan Aksesibilitas dengan Dukungan Pemerintah : Memanfaatkan kekuatan seperti daya tarik alam yang indah dan dukungan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas wisata, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung.
c. Promosi Produk Lokal melalui Platform Digital : Memanfaatkan potensi produk lokal yang unik, seperti kuliner khas atau kerajinan tangan, untuk dijual melalui platform online dan memperluas jangkauan pasar.

2. Strategi WO (Weaknesses – Opportunities)
Mengatasi kelemahan yang ada dengan memanfaatkan peluang yang tersedia.
a. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan : Memanfaatkan dukungan pemerintah untuk melakukan pelatihan bagi warga lokal tentang hospitality dan pengelolaan wisata yang profesional.

b. Pengembangan Infrastruktur dengan Bantuan Dana : Mengatasi infrastruktur yang kurang memadai dengan memanfaatkan peluang bantuan dana atau investasi dari sektor swasta atau pemerintah untuk pengembangan fasilitas umum, seperti tempat parkir, restoran, atau pusat informasi wisata.

c. Mengadopsi Teknologi Digital untuk Pemasaran : Mengatasi keterbatasan dalam promosi dengan memanfaatkan peluang digitalisasi untuk membuat website, media sosial, dan reservasi online yang mudah diakses oleh wisatawan.

3. Strategi ST (Strengths – Threats)
Menggunakan kekuatan yang ada untuk mengurangi atau mengatasi ancaman.
a. Pengelolaan Wisata Berkelanjutan untuk Mengurangi Dampak Overtourism : Dengan menggunakan daya tarik alam dan budaya yang dimiliki, desa wisata Claket bisa menerapkan praktik wisata berkelanjutan yang melindungi lingkungan dan budaya lokal, sehingga mengurangi resiko overtourism.
b. Memperkuat Kerja Sama dengan Agen Perjalanan : Menggunakan keunikan desa untuk memperkuat kerja sama dengan agen perjalanan, yang dapat membantu mengatasi ancaman persaingan dari destinasi wisata lain.
c. Mengembangkan Produk Wisata Musiman : Untuk mengurangi ketergantungan pada musim wisata tertentu, desa wisata bisa menciptakan paket wisata musiman seperti festival budaya atau kegiatan outdoor, yang menarik pengunjung sepanjang tahun.
4. Strategi WT (Weaknesses – Threats)
Mengurangi kelemahan yang ada sekaligus menghadapi ancaman yang muncul.
a. Diversifikasi Sumber Pendapatan Wisata : Untuk mengurangi risiko dari ketergantungan pada periode tertentu, desa wisata Claket bisa mendiversifikasi sumber pendapatan, seperti homestay, pertanian agrowisata, atau pembuatan souvenir.
b. Mitigasi Dampak Bencana dengan Rencana Tanggap Darurat : Untuk menghadapi risiko bencana alam, desa wisata bisa mempersiapkan rencana tanggap darurat, pelatihan keamanan, dan memastikan adanya fasilitas penyelamatan.
c. Perbaikan Infrastruktur dan Fasilitas Penunjang : Memperbaiki infrastruktur yang lemah dengan fokus pada transportasi dan aksesibilitas, sekaligus meningkatkan kualitas akomodasi dan fasilitas umum untuk mengantisipasi persaingan.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Desa Claket, terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menampilkan panorama yang mengesankan dengan pemandangan pegunungan yang memeluknya. Desa Wisata Claket ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi. Pengembangan ekowisata di desa ini tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk pelestarian lingkungan.
Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dalam hal infrastruktur, promosi dan profesionalisme pengelolaan, peluang pengembangan sangat besar, terutama meningkatnya tren wisata minat khusus yang berkembang seperti ekowisata. Dukungan pemerintah dan teknologi digital juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut. Namun, ancaman seperti perubahan iklim, potensi kerusakan lingkungan, dan persaingan wisata lain harus menjadi perhatian utama.

5.2 Saran
Desa Claket, Mojokerto memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik ekowisata yang berkelanjutan. Keindahan alamnya masih alami, terletak di kawasan pegunungan dan keterlibatan aktif masyarakat setempat merupakan modal berharga. Namun, diperlukan strategi pengembangan yang komprehensif dan berkelanjutan agar Desa Claket dapat berkembang secara optimal dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
Pertama, perbaikan infrastruktur sangat diperlukan, terutama akses jalan dan fasilitas pendukung seperti area parkir dan pusat informasi. Hal ini memudahkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan kenyamanan. Kedua, desa harus memanfaatkan teknologi digital untuk promosi. Pemanfaatan media sosial dan website memperluas jangkauan desa kepada wisatawan. Kolaborasi dengan agen perjalanan dan influencer juga akan memperkuat pemasaran. Ketiga, agar pelayanan wisata menjadi profesional dan berkualitas, maka sangat penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, seperti hospitality dan pelatihan bahasa asing.

DAFTAR PUSTAKA

S, A. Z., Ilmi, L., P, N. A., & Prayoga, T. (2024, Januari 25). Kelembagaan Desa Wisata Claket, Pacet Mojokerto. Kultura, Vol,2 No. 2.

Pasaribu, A. W., & Br. Sinulingga, N. A. (2024, Januari). Analisis Swot Sebagai Strategi Pengembangan Desa Wisata Meat Kabupaten Toba Sumatera Utara. Volume 18, Nomor 1.

Andari, N., Hasanah, L. U., & Firmansyah, A. R. (2023, Juni 1). Penguasaan Bahasa Jepang Sebagai Komponen Penting Perwujudan Desa Wisata Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. jurnal ABDI, Vol.9 No.1 Juni 2023.

Nurani, J., & Putranto, D. P. (2022, 04 12). Pemberdayaan Pemuda Entrepreneur Guna Menunjang Peningkatan Ekonomi Keluarga dan Desa di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Abdi Bhayangkara, Vol 3 No 02.

S, A. Z., Ilmi, L., P, N. A., & Prayoga, T. (2024, Januari 25). Kelembagaan Desa Wisata Claket, Pacet Mojokerto. Kultura, Vol,2 No. 2.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF
Sebelumnya

Mensejahterakan Karyawan Berdasarkan Prinsip Asah Asih Asuh Di Winstreak Games

Berikutnya

Euthanasia dalam Perawatan Paliatif: Merangkai Harapan Pasien dan Prinsip Etika

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.