Ahmad Rasul Mahbubi 1) Osinta Eka Febianti 2) Muhammad Jamaluddin3)
1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang [email protected]
2)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang [email protected]
3)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang [email protected]
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan teknik token ekonomi dalam meningkatkan kedisiplinan anak dalam menjalankan sholat lima waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental-kuasi dengan desain single subject research. Penelitian dilakukan di lingkup rumah subjek dengan satu subjek penelitian yang merupakan anak berumur 5 tahun. Peneliti mengamati intensitas kedisiplinan sholat subjek di minggu pertama pertemuan. Kemudian, subjek penelitian diberikan pengertian tentang penggunaan token ekonomi yang akan diujicobakan selama satu minggu. Setelah satu minggu masa uji coba selesai, peneliti akan membandingkan data kehadiran subjek selama masa uji coba dengan data kehadiran subjek pada minggu sebelumnya (sebelum masa uji coba) untuk mengetahui apakah teknik token ekonomi dapat meningkatkan kedisiplinan sholat lima waktu pada anak. Dengan hasil penelitian menunjukkan penurunan motivasi dan kedisiplinan subjek
Kata Kunci: Anak, Kedisiplinan Sholat, Token Ekonomi
Abstract
The aim of this research is to determine the effectiveness of using the economic token technique in improving children’s discipline in performing the five daily prayers. The research method used is quasi-experimental with a single subject research design. The research was conducted in the subject’s home with one research subject who was a 5 year old child. Researchers observed the intensity of the subject’s prayer discipline in the first week of the meeting. Then, research subjects were given an understanding of the use of economic tokens which would be tested for one week. After one week of the trial period is complete, researchers will compare the subject’s attendance data during the trial period with the subject’s attendance data in the previous week (before the trial period) to find out whether the token economy technique can improve the discipline of five daily prayers in children. The research results show a decrease in the subject’s motivation and discipline.
Keywords: Child, Discipline in Performing the Daily Prayers, Token Economy
PENDAHULUAN
Sholat dari segi bahasa berarti doa, sedangkan menurut istilah berarti ucapan dan pekerjaan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dengan syarat-syarat tertentu. (Abdillah, 2010) Di dalam agama Islam, Sholat merupakan rukun iman yang kedua. (Hambali, 2017) Sholat adalah ibadah yang istimewa dalam Islam karena Nabi Muhammad menerima langsung perintah untuk melaksanakannya dari Allah. (Al-mahfani & Hamdi, 2017) Sholat menjadi penanda penting dalam keimanan seseorang dalam Islam. Melaksanakan sholat adalah pemisah keislaman dan kekafiran seseorang. (Mustofa, 2018) Pendidikan yang esensial dan primer terjadi di lingkungan keluarga, dimulai sejak kelahiran hingga dewasa. Keluarga dianggap sebagai unit sosial terkecil yang sangat penting bagi perkembangan anak. Dalam konteks ini, keluarga memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik anak-anaknya. Pendidikan yang disampaikan oleh orang tua seharusnya menjadi fondasi untuk pendidikan, proses sosialisasi, dan interaksi dalam masyarakat. (Yaqin, 2018) Agama memerintahkan untuk mengajarkan anak untuk menunaikan shalat agar pemahaman tentang kewajiban, nilai-nilai filosofis, dan hikmah dari shalat tertanam dalam jiwa mereka. Hal ini untuk memastikan bahwa anak secara pribadi dan bertanggung jawab menjalankan shalat dan ibadah lainnya saat mereka dewasa nanti. (Rohmat, 2012)
Token ekonomi sejalan dengan teori behavioris, di mana penguatan mendorong pengulangan perilaku yang diinginkan. Anak-anak cenderung mengulangi perilaku disiplin saat mereka diberi token sebagai penghargaan, menunjukkan peningkatan tingkat disiplin dari waktu ke waktu. Implementasi token ekonomi mengikuti pendekatan terstruktur yang melibatkan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk memastikan efektivitasnya dalam meningkatkan disiplin. (Dania, 2017)
Token ekonomi atau tabungan kepingan berarti memberikan kepingan atau chip (atau token, sinyal) sesegera mungkin setelah setiap perilaku target terjadi. Bagian-bagian tersebut nantinya dapat ditukarkan untuk memperkuat objek atau aktivitas yang diinginkan subjek (Santrock, 2012). Metode token ekonomi yang disebut dengan tabungan kepingan merupakan penerapan pendekatan perilaku dan erat kaitannya dengan modifikasi perilaku (Kazdin dalam Rahma 2013). Token ekonomi diterapkan sesegera mungkin setiap kali subjek melakukan perilaku yang ditargetkan. Fragmen yang dihasilkan dapat ditukarkan dengan benda penguat atau kegiatan yang diinginkan subjek (Soekadji 1983). Token yang dikeluarkan dapat berbentuk kartu, terutama kertas berwarna yang diberi tanda, koin, dan lain-lain (Ormrod, 2008).
Skinner juga mengidentifikasi bahwa token ekonomi adalah teknik konseling perilaku, suatu bentuk modifikasi perilaku dengan penguatan, berdasarkan prinsip operant conditioning (Gantina & Wahyuni, 2011). Token ekonomi adalah strategi yang menghindari reinforcement langsung. Token juga merupakan reward yang nantinya dapat ditukarkan dengan berbagai barang yang diinginkan subjek, sesuai kontrak yang dibuat pada awalnya. Token ekonomi bertujuan untuk mengembangkan perilaku adaptif melalui penguatan token. Jika perilaku yang diinginkan cenderung bertahan, alokasi token dikurangi secara bertahap untuk mencegah terulangnya perilaku maladaptif. Faktanya, penggunaan token ekonomi secara otomatis membutuhkan biaya yang relatif tinggi dibandingkan dengan teknik lainnya, karena pencari nasehat diberi imbalan dalam bentuk hadiah, namun ini merupakan nilai tambah, dan nasehat Ini meningkatkan antusiasme mereka yang ingin merubah perilaku mereka.
Keterkaitan metode token ekonomi dengan kedisiplinan menunjukkan hasil positif seperti penelitian yang dilakukan (Aulia et al., 2022) Penelitian tersebut mencari besarnya pengaruh penerapan teknik token ekonomi terhadap tingkat kedisiplinan siswa kelas 1 di SD Negeri 5 Wringinpitu. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode kuantitatif, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penerapan teknik token ekonomi terhadap kedisiplinan siswa, yang terbukti dengan peningkatan hasil pretest dan posttest setelah treatment dilakukan selama 8 kali pertemuan. Meskipun terdapat hambatan awal dalam pelaksanaan treatment, seperti siswa yang sulit dikendalikan, namun dengan pemberian reward berupa token, bintang, dan pujian, siswa mulai menunjukkan peningkatan motivasi dan kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas. Hasil yang sama ditemukan pada penelitian yang dilakukan (Riyadi & Yohandi, 2023). Penelitian tersebut membahas tentang efektivitas teknik token ekonomi dalam meningkatkan kedisiplinan santri dalam menjaga kebersihan. Metode penelitian yang digunakan adalah action research, dimana peneliti melakukan pendekatan konseling behavioral dengan menerapkan teknik token economy pada santri asrama. Siklus I bertujuan untuk membangun hubungan antara konselor dan santri, sementara siklus II melibatkan penerapan variasi self-monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik token economy berhasil meningkatkan kedisiplinan santri dalam menjaga kebersihan, terutama melalui pemahaman akan pentingnya niat ikhlas dalam menjalani tugas dan ibadah. Dengan refleksi hasil pertemuan sebelumnya, konselor dan santri berupaya memperbaiki kinerja kedepannya dengan memberikan token keberuntungan kepada santri yang menunjukkan perilaku yang diinginkan. Secara keseluruhan, implementasi teknik token ekonomi efektif dalam meningkatkan kedisiplinan santri dan memperkuat pemahaman mereka akan pentingnya niat ikhlas dalam setiap tindakan dan ibadah yang dilakukan.
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental-kuasi dengan desain single subject research. Metode eksperimental-kuasi adalah desain penelitian yang tidak memenuhi tiga karakteristik atau syarat utama dari suatu penelitian eksperimen yakni randommisasi, manipulasi, dan kontrol. Metode ini sesuai dengan penelitian ini karena hanya ada satu subjek tanpa variabel kontrol dan subjek telah ditentukan secara spesifik, yakni anak dengan usia 5 tahun atau usia sekolah taman kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah proses assessment selesai akan dilanjutkan dengan penggunaan token ekonomi
Token ekonomi adalah penerapan operant conditioning dengan mengganti hadiah langsung dengan sesuatu yang dapat ditukarkan kemudian, misalnya kupon. Pada dasarnya, token economy mirip dengan yang dijumpai dalam kehidupan nyata, dimana seorang pekerja dibayar untuk hasil pekerjaan mereka. Token economy seperti orang yang bekerja kemudian mendapat upah/ gaji setelah melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak. Gaji dalam hal ini sama halnya dengan kepingan. Sementara pekerjaan adalah perilaku anak yang sesuai target.
Subjek adalah seorang anak laki-laki berusia 5 tahun berinisial A yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh Ibu atau orang tua subjek yang akan melakukan observasi, dokumentasi, dan token ekonomi kepada subjek.
PELAKSANAAN KEGIATAN
a. Tahap Persiapan
Sebelum pelaksanaan token ekonomi, peneliti dan orang tua subjek melakukan assessment dengan menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan satu kali secara online melalui sambungan telepon pada aplikasi Whatsapp sebelum pelaksanaan token ekonomi dan berdurasi kurang lebih 30 menit. Selama wawancara, penulis melakukan pengenalan diri, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian “Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak”. Setelah itu, peneliti menjelaskan teknik penggunaan token ekonomi kepada orang tua subjek. Dan percakapan terakhir sebelum penutupan adalah diskusi mengenai barang yang disukai subjek sebagai hadiah penukaran token ekonomi.
Hasil dari wawancara ini disepakati bersama oleh peneliti dan orang tua subjek, di mana sebelum penggunaan token ekonomi, dilakukan observasi selama satu minggu oleh orang tua kepada subjek, kemudian satu minggu setelahnya dilakukanlah token ekonomi selama untuk membuktikan tujuan dari penelitian ini yaitu efektivitas token ekonomi untuk meningkatkan kedisiplinan sholat anak.
Satu minggu pertama, pada tanggal 7 – 13 Mei 2024 dilaksanakan observasi kegiatan sholat oleh orang tua pada subjek.
b. Tahap Pelaksanaan
Satu minggu setelahnya yakni tanggal 14 – 20 Mei 2024 adalah pelaksanaan token ekonomi dengan memberi tanda checklist pada tabel jadwal sholat..
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti berasal dari hasil assessment dengan menggunakan metode wawancara dan observasi sebelum penggunaan token ekonomi dan pelaksanaan token ekonomi yang dilaksanakan selama satu minggu.
Wawancara yang dilaksanakan secara online tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan di antaranya adalah peneliti dan orang tua subjek sepakat untuk melakukan assessment lanjutan dengan melaksanakan observasi kegiatan sholat wajib oleh orang tua kepada subjek selama satu minggu dan pelaksanaan token ekonomi selama satu minggu. Kesepekatan lain dari wawancara yang dilakukan adalah teknik penggunaan token ekonomi dan hadiah yang akan diberikan pada subjek berdasarkan hasil assessment.
Observasi yang dilakukan oleh orang tua kepada subjek, menggunakan teknik checklist pada tabel jadwal sholat yang telah di print out. Teknik checklist ini juga digunakan dalam penggunaan token ekonomi pada penelitian ini. Jadi setiap kali subjek melaksanakan sholat, maka subjek pula yang memberi tanda checklist pada tabel.
Berdasarkan hasil observasi tanggal 7 – 13 Mei 2024, subjek telah melaksanakan sholat sebanyak lima kali dalam satu minggu, dengan rincian sebagai berikut :
- Tanggal 9 Mei 2024 melaksanakan sholat maghrib
- Tanggal 10 Mei 2024 melaksanakan sholat zuhur dan maghrib
- Tanggal 11 Mei 2024 melaksanakan sholat maghrib
- Tanggal 12 Mei 2024 melaksanakan sholat maghrib
Setelah satu minggu dilakukan observasi untuk melihat kedisiplinan subjek, penggunaan token ekonomi mulai dilakukan untuk memberi reinforcement pada kedisiplinan subjek perihal ibadah sholat. Penggunaan token ekonomi ini melibatkan pendekatan behavioral lebih tepatnya operant conditioning, di mana token-token yang telah dikumpulkan dapat ditukar dengan hadiah atau reward yang telah disepakati sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas apa yang telah dilakukan subjek. Berdasarkan hasil yang ditunjukkan, setelah subjek mendapat token ekonomi dari tanggal 14 – 20 Mei 2024, dapat disimpulkan bahwa subjek mengalami penurunan motivasi atau penurunan kedisiplinan dalam melakukan ibadah sholat. Hal ini ditunjukkan dengan subjek yang hanya melakukan sholat tiga kali dalam seminggu, dengan rincian sebagai berikut :
- Tanggal 16 Mei 2024 melaksanakan sholat asar dan maghrib
- Tanggal 19 Mei 2024 melaksanakan sholat isya
Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa token ekonomi yang dilakukan pada subjek A untuk membangkitkan kedisiplinan menjalankan ibadah, dinilai tidak efektif. Hal ini mungkin saja terjadi karena beberapa faktor seperti waktu yang singkat, pemberian reinforcement yang kurang maksimal, hadiah atau reward yang belum sesuai, dan sebagainya. Peneliti sangat menyadari adanya banyak kekurangan dalam penelitian ini, karena pelaksanaan yang dilakukan tidak secara langsung dan berkelanjutan seperti harapan, serta waktu yang singkat sangat mempengaruhi hasil dalam penelitian ini.
Pemberian hadiah atau apresiasi yang telah disepakati sebelumnya akan diberikan langsung dari peneliti kepada subjek. Jika sebelumnya telah disepakati satu token bernilai poin sebanyak 10 dan subjek begitu menginginkan mainan hot wheels yang telah disepakati bernilai 300 – 350 poin,, namun berdasarkan hasil penelitian, subjek hanya mengumpulkan sebanyak 30 poin, maka subjek berhak mendapat hadiah yang bernilai sesuai dengan poin yang telah didapatkan, yang kemudian disepakati hadiah tersebut dalam bentuk mainan yoyo. Meski demikian, subjek tetap terlihat senang ketika mendapat hadiah yoyo tersebut.
Tabel 1. Format tabel

Tabel 1. Format tabel


Tabel 1. Format tabel
PENUTUP
Kesimpulan
Penggunaan token ekonomi untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah sholat pada subjek anak laki-laki berusia 5 tahun tidak terbukti efektif dalam kasus ini. Meskipun terdapat upaya untuk menerapkan pendekatan behavioral melalui operant conditioning, di mana subjek diberi token sebagai bentuk reinforcement positif, namun hasilnya menunjukkan penurunan motivasi atau kedisiplinan subjek dalam menjalankan sholat.
Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi ketidakberhasilan token ekonomi dalam penelitian ini termasuk waktu yang singkat untuk observasi dan implementasi token ekonomi, pemberian reinforcement yang kurang maksimal, dan hadiah atau reward yang mungkin tidak sesuai dengan motivasi subjek.
Saran
Memperpanjang periode observasi dan implementasi token ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang efektivitasnya. Selain itu, perlu dipertimbangkan juga variasi dalam pemberian reinforcement dan hadiah, serta mungkin penggunaan metode atau teknik lain yang lebih sesuai dengan karakteristik subjek.
Dalam konteks lebih luas, penelitian ini menunjukkan kompleksitas dalam mengubah perilaku anak melalui pendekatan behavioral, dan menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor individual dan kontekstual dalam merancang intervensi yang efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, S. A. (2010). Fathul Qarib (Terjemahan) (A. Ramadhan, Trans.; I ed.). Mutiara Ilmu.
Al-mahfani, K., & Hamdi, A. (2017). Kitab Lengkap Panduan Shalat. Wahyu Qolbu.
Aulia, D., Yuliati, N., & Saputri, S. W. D. (2022). Pengaruh penerapan teknik token ekonomi terhadap tingkat kedisiplinan siswa. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), Vol. 7(No. 1,), 104-110.
Dania, F. (2017). Peningkatan Kedisiplinan Anak Melalui Token Ekonomi di Kelompok B TK ABA Dekso Kalibawang. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Hambali, M. (2017). Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian. Laksana.
Komalasari, Gantina., Eka Wahyuni., dan Karsih. (2011). Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.
Mustofa, Z. (2018). Fiqih Shalat Terlengkap. Laksana.
Ormrod, Jeanne Ellis. 2008. Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang. Edisi Keenam. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Riyadi, D., & Yohandi. (2023, Januari). Efektivitas Token Economy Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Menjaga Kebersihan. Maddah : Jurnal Komunikasi & Konseling Islam, Vol. 5(No. 1).
Rohmaniar, S. & Krisnani, H. (2019, Juli). Penggunaan Metode Token Economy Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Penyandang Tunanetra Demi Meraih Prestasi. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial. Vol. 2 (No. 1). Hal: 84 – 96.
Rohmat. (2012). Pendidikan Shalat Pada Anak Usia 7 – 13 Tahun (Studi Terhadap Matan Hadits Imam Abu Daud Nomor 242) Menurut Zakiah Daradjat. Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon.
Santrock, J. W. (2012). Life Span Development : Perkembangan Masa Hidup Jilid I. (B. Widyasinta, Penerj.) Jakarta: Penerbit Erlangga.
Soekadji, S. 1983. Modifikasi Perilaku Penerapan Sehari-hari dan Penerapan Profesional. Yogyakarta : Liberty.
Yaqin, A. (2018). Pembelajaran Shalat Pada Anak Perpesktif Psikologi Perkembangan. Universitas Muhammadiyah Surabaya.