• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Peran Penegak Hukum di Indonesia bagi Sistem Hukum Negara, apakah tugas penegak hukum sudah terlaksana?

Editor Redaksi
15 April 2024
in Kolom Opini

Oleh: Antonio Gilberth ogilvie Niron dari jurusan ilmu politik universitas Andalas

JurnalPost.com – Negara Indonesia merupakan negara hukum, yang memiliki makna bahwa segala aspek kehidupan harus didasari oleh hukum yang berlaku. Di indonesia masyarakat sangat mengharapkan hukum negara dapat berjalan dengan baik dan tepat. Suatu hukum jika berjalan dengan baik maka akan terciptanya keadilan dan kebenaran, maka dari itu, pihak-pihak dari penegak hukum sangat dibutuhkan di Indonesia . penegak hukum merupakan pihak yang yang secara langsung terlibat dan berwenang dalam melakukan penegakan hukum untuk menciptakan keadilan dan profesional.

Di indonesia ada beberapa lembaga utama yang membentuk lembaga penegak hukum yaitu kepolisian, kejaksaan, kehakiman dan advokat. Beberapa lembaga tersebut memiliki tugas-tugas yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu keadlian dan kebenaran. Di lembaga penegak hukum terdapat lembaga kepolisian yang memiliki tugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Kepolisian Republik Indonesia merupakan kunci hukum yang berlaku di kehidupan masyarakat. jika kita lihat dari kasus-kasus kriminal yang ada , kepolisian sangat memperhatikan dan sangat cepat menyelesaikan masalah tersebut. Kepolisian di indonesia sangat baik dalam menangani kasus -kasus kriminal yang dilaporkan oleh masyarakat ,mulai dari penangkapan dan penyelesaiannya.

menurut hukum yang berlaku. kepolisian Republik Indonesia pun juga mendapat lembaga penegak hukum terbaik nomor satu dari 4 lainnya .Dalam internal kepolisian Republik Indonesia bukan hanya terdapat penyelesaian masalah tetapi tentu juga, terdapat suatu masalah yang dilakukan oknum- oknum kepolisian . Kasus yang dilakukan oknum polisi tersebut bukan hanya terjadi sekali, tetapi setiap tahun terdapat minimal satu kesalahan atau kejahatan yang dilakukan anggota polisi.

Kasus-kasus yang menggemparkan masyarakat indonesia dari kepolisian ialah kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Irjen pol Ferdy Sambo dan juga terkait nya Kapolda dan kepolisian dalam jaringan narkoba. Kasus tersebut dapat membuktikan lemahnya penegak hukum yang tidak mendasarkan hukum di indonesia. Didalam institusi kepolisian pun masih terdapat suatu kejadian penyogokan yang dimana kepolisian mencari keuntungan dari penyogokan tersebut, dapat dilihat dari perekrutan anggota polri yang dimana masih banyak penyogokan yang terjadi, dan dilakukan oleh masyarakat kepadan oknum polisi terkait, sehingga dari kasus tersebut masyarakat beranggapan bahwa kepolisian tidak mencerminkan penegak hukum dan mulai hilang nya kepercayaan masyarakat. kejaksaan dan kehakiman Indonesia merupakan lembaga yang berwenang menyelesaikan suatu masalah dan memberi hukuman terhadap pelaku yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Di indonesia terdapat 3 lembaga yang menjalankan fungsi kekuasaan kehakiman yaitu mahkamah agung ( MK ), Mahkamah konstitusi ( MK) dan Komisi yudisial (KY).

Ketiga lembaga tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu menjalankan sistem hukum di Indonesia yang adil dan benar. lembaga tersebut harus bersifat netral dan tidak berpihak pada siapa pun dikarenakan dalam memutuskan suatu keputusan atau hukuman harus sesuai dengan hukum dan harus seadil-adilnya agar tidak terwujudnya suatu hukum yang saling menguntungkan bagi para pelaku.

Dilihat dalam lembaga kehakiman tentu terdapat masalah didalamnya yang terjadi contohnya keputusan MK mengenai usia cawapres yang dimana melanggar kode etik karenakan dianggap saling menguntungkan dalam sidang tersebut, bukan hanya itu tetapi terdapat suatu masalah disidang kehakiman contohnya pemberian hukuman mati bagi para pemimpin negara yang koruptor , dalam pemberian hukuman mati tentu hukuman mati tersebut belum terlaksanakan hingga sekarang dan hanya mendekam dalam penjara , jika dibandingkan dengan masyarakat kecil yang terkena hukuman mati tentu langsung di lakukan secepatnya. Kasus itu pun juga sangat tidak mencerminkan tugas para penegak hukum yang tidak mencerminkan keadilan didalamnya.

Didalam suatu lembaga penegak hukum tentu saja pasti memiliki kesalahan yang dilakukan tetapi penegak hukum di Indonesia sangat penting . penegak hukum di Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencari keadilan. kita sebagai masyarakat beranggapan bahwa penegak hukum di Indonesia masih lemah tetapi perlu kita ketahui bahwa jika salah satu dari lembaga penegak hukum tidak ada , maka akan tidak terbayangkan bagaimana negara kita ini,menurut Mahfud MD yang sudah dimodifikasi olehnya pendapat cendekiawam Islam Ibnu Taimiyah. “Lebih baik 60 tahun dengan polisi jelek, dari pada semalam tanpa Polisi. Semalam saja tidak ada polisi, besoknya negara hilang. Perkataan Mahfud tersebut sama seperti penegak hukum di Indonesia yang sangat pentingnya penegak hukum dalam sebuah negara, meski para personilnya buruk.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.