• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Peran Oang Tua Dalam Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri (Self-Confidence) pada Remaja

Editor Redaksi
30 Juni 2023
in Makalah

Oleh: Alviansyah Mahpud
[email protected]

Dosen Pengampu:
Dra. Aisyah Ramadhani, M.Psi
[email protected]
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

ABSTRACT
Human development is a lifelong process from childhood to the elderly and physical, behavioral, intellectual and emotional changes. During this period, each individual develops attitudes and values ​​that lead to choices, relationships, and understanding according to Riyanti & Darwis (in Huberman, 2002). Further research is needed on how the role of parents is in an effort to increase self-confidence in children who are in their teens, while the purpose of this research is to clearly understand the role of parents in increasing self-confidence in adolescents, and to know How do parents increase self-confidence in their children? This study uses a qualitative and descriptive approach. The unit of analysis studied relates to the role of parents in increasing self-confidence in adolescents. The participant in the study was a mother who was 53 years old. Other participants to support data and information, researchers examined their biological children. The data analysis techniques used in this study were interviews and observations. Both of these techniques are used to dig up as much information as possible in order to get the desired data, this research technique is carried out directly at the subject’s residence to make it easier for researchers to conduct interviews and direct and face-to-face observations.

Keywords: Adolescent, The role of Parents, Self Confidence,

ABSTRAK
Perkembangan manusia yaitu sebuah proses sepanjang hayat dari kanak-kanak hingga Lansia dan berubahnya fisik, perilaku, kecerdasan, dan emosional. Selama periode ini, setiap masing-masing individu mengembangkan attitude dan value yang mengarahkan kepada pilihan, hubungan, dan pengertian menurut Riyanti & Darwis (dalam Huberman,2002). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana peran orang tua dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri pada anak yang sedang berada di usia remaja, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu  untuk Untuk memahami dengan jelas peran dari orang tua dalam meningkatkan rasa percaya diri pada anak remaja, serta mengetahu bagaimanai cara orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri pada anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Unit analisis yang diteliti berkaitan dengan Peran OrangTua dalam Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri pada Anak Remaja.  Partisipan yang diteliti yaitu seorang ibu yang berusia 53 tahun. Partisipan lainnya untuk mendukung data dan informasi, peneliti meneliti anak kandungnya. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Kedua teknik tersebut digunakan untuk menggali informasi sedalam-dalamnya agar bisa mendapatkan data yang dinginkan, teknik penelitian ini dilaksanakan secara langsung di tempat tinggal subjek agar memudahkan peneliti melakukan wawancara dan observasi secara langsung dan tatap muka.

Kata kunci: Anak Remaja, Peran Orang Tua, Kepercayaan Diri,

Pendahuluan
Perkembangan manusia yaitu sebuah proses sepanjang hayat dari kanak-kanak hingga Lansia dan berubahnya fisik, perilaku, kecerdasan, dan emosional. Selama periode ini, setiap masing-masing individu mengembangkan attitude dan value yang mengarahkan kepada pilihan, hubungan, dan pengertian menurut Riyanti & Darwis (dalam Huberman,2002). Perkembangan merupakan suatu pola perubahan yang dimulai pada saat pembuahan dan terus berlanjut di sepanjang kehidupan. kebanyakan perkembangan melibatkan pertumbuhan. Dalam Papalia, Olds, dan Feldman pada tahun 2015 dikatakan bahwa perkembangan manusia merupakan sebuah studi ilmiah tentang pola-pola perubahan dan stabilitas di sepanjang rentang kehidupan seorang manusia. Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang manusia akan mengalami perubahan dalam berbagai hal, semisal dalam hal tinggi badan dan berat badan, kosakata, dan kematangan dalam berpikir. Namun demikian, ada pula suatu hal yang cenderung menetap, seperti halnya temperamen dan kepribadian.

Salah satu fase dalam perkembangan yaitu remaja, kata remaja berasal dari bahasa Latin yaitu adolescere, yang memiliki arti tumbuh. Masa remaja merupakan suatu masa persiapan untuk menuju masa dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanaknya. Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Dilansir dari World Health Organization (WHO), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 12-21 tahun, menurut Peraturan Kesehatan Republik Indonesia No 25 tahun 2014, remaja merupakan penduduk dengan rentang usia antara 10 hingga 18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKB) rentang usia remaja yaitu 10-24 tahun dan belum menikah. Pada periode ini anak akan mengalami banyak perubahan di dalam dirinya. Beberapa perubahan terjadi pada fase remaja, antara lain perubahan tersebut meliputi, perkembangan fisik, perilaku, seksual, emosional sosial dan kognitif.

Pada zaman yang semakin moderen, tentu saja banyak sekali pola pikir yang dapat mempengaruhi perilaku seorang manusia yang dimana semakin lama akan semakin berubah dari generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya. Salah satunya terjadi di kehidupan sehari-hari dimana seseorang dituntut harus memiliki kepercayaan diri ketika bersosialisasi. Kepercayaan diri (self-confidence) merupakan salah satu bagian penting dari kepribadian yaitu meliputi keyakinan dengan kemampuan diri seorang individu sehingga tidak dapat terpengaruhi oleh individu lain dan dapat bertindak sesuai kemauan, ceria, optimis, dan toleransi serta bertanggung jawab (Hidayati & Savira, 2021) ( Dalam Ghufron dan Risnawari, 2010). Kepercayaan diri dibentuk berdasarkan pada tahap perkembangannya, pemahaman dirinya terhadap kekurangan serta kelebihan dirinya dan pengalaman-pengalaman yang telah dilewatinya. Selain itu, keyakinan serta tekad juga berperan dalam pembentukan kepercayaan diri seseorang agar apa yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan keinginannya (Kelas, et al., 2012). Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seorang individu yaitu terdapat parenting orang tua, kematangan usia, dan juga penampilan dapat mempengaruhi kepercayaan diri seorang individu,  sebab itu tidak sedikit seseorang melakukan berbagai cara untuk mengubah beberapa bagian tubuh agar terlihat menarik yang pasti akan menambah rasa percaya diri mereka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk memahami dengan jelas peran dari orang tua dalam meningkatkan rasa percaya diri pada anak remaja; (2) Agar mengetahui cara orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri pada anaknya;

Kajian Teori
Peran Orang Tua
Peran dideskripsikan sebagai suatu aktivitas yang dijalankan atau dimainkan oleh seseorang yang memiliki kedudukan ataupun status sosial di lingkup masyarakat, keluarga, dan organisasi. Menurut Sarwono (2013:215), teori peran merupakan kombinasi antara bermacam teori, orientasi, maupun disiplin ilmu. Selain dari psikologi, teori ini awalnya berasal dari sosiologi dan antropologi. Berdasarkan dari ketiga bidang tersebut, istilah “peran” diambil dari dunia seni yaitu teater. Dalam teater, seorang aktor harus memiliki sifat tertentu dan diharapkan berperilaku sesuai dengan role nya.

Orang tua merupakan anggota keluarga yang terdiri dari bapak dan ibu, dan merupakan result dari suatu ikatan perkawinan yang sah yang membentuk sebuah keluarga. Orang tua dan anak dalam suatu keluarga memiliki kedudukan dan peran yang berbeda, orang tua menaruh harapan besar kepada anaknya oleh karena itu anak menjadi tumpuan masa depan yang perlu dirawat dan dibina. Orang tua memiliki kedudukan dan tanggung jawab yang sangat penting bagi anak-anaknya, karena mereka bertanggung jawab untuk mengasuh, mendidik, mengasuh dan merawat anak-anaknya. Dengan kata lain, orang tua umumnya merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu mulai dari kelangsungan hidup anak-anaknya. Orang tua berperan penting dalam melindungi, merawat, mendidik dan mengasuh anak. Pengasuhan orang tua terhadap anak dapat berpengaruh kepada karakter dan perilaku anak itu sendiri. Jika terdapat kesalahan dalam pengasuhan maka akan berdampak pada anak pada saat sudah beranjak dewasa.

Setiap orang tua mempunyai gaya pengasuhan yang berbeda dalam mendidik anak mulai dari dalam kandungan, bayi, remaja, dewasa, dan hingga lansia. Adanya parenting orang tua terhadap anak, menurut Hurlock untuk mengantisipasi anak anak zaman era digital sekarang ini yang paling berkesan adalah parenting, sistem parenting ini juga menampilkan sebuah teladan yang baik oleh orang tua terhadap anaknya (Tridonanto, 2014). Orang tua yang tidak mengetahui perkembangan anaknya, akhirnya kepribadian anak ikut juga tidak diketahui, sehingga orang tua tidak pernah tepat untuk memperlakukan maupun mendidik anaknya (Murdoko, E. W. H,2017; Rahman, Mardhiah, & Azmidar, 2015).r.

Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri atau self-confidence adalah salah satu bagian dari personality yang cukup penting selama masa perkembangan remaja. Kepercayaan diri merupakan sebuah keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mewujudkan kesuksesan serta percaya bahwa budi akan mengimplementasikan apa yang diharapkan (Angelis,2003). Kepercayaan diri memiliki peran dalam memberikan kontribusi yang bermakna dalam proses kehidupan seseorang. Penilaian diri ini dipahami sebagai penilaian positif. Dengan adanya penilaian positif ini akan memunculkan kesadaran sehingga Anda memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan.

Menurut Lauster terdapat beberapa aspek dari kepercayaan diri yaitu sebagai berikut: (1) Percaya pada kemampuan sendiri, sebuah kepercayaan atas kemampuan diri sendiri terhadap berbagai fenomena yang terjadi berhubungan dengan kemampuan seseorang serta dapat menilai dirinya di dalam lingkungan sekitar. Kemampuan merupakan suatu potensi yang dimiliki seorang individu yang berfungsi untuk meraih sebuah pencapaian, prestasi, kepemimpinan, dan sebagainya; (2) Mandiri dalam pengambilan keputusan, Dapat mengambil sebuah keputusan terhadap diri sendiri secara mandiri atau tanpa adanya intervensi dari orang lain. Seseorang yang sudah terbiasa menentukan tujuan yang dapat dicapai, tidak harus selalu bergantung dengan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya dan (3) Berani mengungkapkan pendapat, Seseorang yang memiliki rasa percaya diri tentu saja berani menungkapkan pendapat di muka umum tanpa adanya rasa takut, berbicara dengan memakai nalar dan rasional secara fasih, dapat berkomunikasi dengan orang dari berbagai usia tanpa ada rasa canggung, dan berani mengeluh jika ia merasa tidak nyaman..

Dalam pembentukan kepercayaan diri, Hakim pada tahun 2002 mengemukakan. Beberapa faktor, antara lain: (1) Pengalaman hidup dan lingkungan, Lingkungan yang dimaksud yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat, lingkungan keluarga merupakan bentuk awal dari terbentuknya kepercayaan diri seseorang. Dukungan yang diterima baik dari keluarga seperti anggota keluarga yang berinteraksi akan memberikan rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi. Kepercayan diri tumbuh dan diwujudkan dengan tingkah laku yang menaati norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat (2) Pekerjaan, Bekerja dapat mengembangkan sebuah kreativitas dan kepercayaan diri yang dimiliki oleh seseorang, kepuasan serta memiliki rasa bangga yang didapat dari hasil mengembangkan diri dan; (3) Pendidikan, tidak kalah penting dengan faktor-faktor sebelumnya, pendidikan sangat penting dalam pembentukan kepercayaan diri seorang individu, karena individu yang pendidikannya lebih tinggi dari orang lain tentu saja memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda. Individu yang pendidikannya lebih rendah akan cenderung di bawah kekuasaan individu yang lebih tinggi pendidikannya..

Kepercayaan diri remaja dapat terlihat pada sikap yang bisa menerima diri sepenuhnya. Remaja yang puas atas kualitas dirinya akan merasa nyaman, aman dan bangga terhadap dirinya sehingga dapat mandiri dan tidak bergantungan dengan individu lain dalam memutuskan berbagai hal secara objektif. Dari pandangan lain, remaja yang memiliki kepercayaan diri cenderung mempunyai konsep diri yang positif. Menurut Hurlock pada tahun 1991 menerangkan bahwa reaksi positif seorang individu terhadap penampilan dirinya sendiri akan menimbulkan kepuasan yang berpengaruh terhadap perkembangan mentalnya. Remaja yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi akan mudah bersosialisasi dengan siapa pun, mampu mengungkapkan pendapat pendapat tanpa adanya keraguan dan sangat menghargai pendapat dari orang lain serta mampu untuk berpikir positif dalam mengambil sebuah keputusan.

Metode Penelitian
Dilihat dari jenis data, penelitian ini menggunakan suatu penelitian kualitatif. Penelitian kualtitatif merupakan sebuah metode penelitan untuk mengeksplorasi dan memahami makna dari sejumlah individu atau kelompok orang yang berasal yang berdasar pada pengalaman hidup manusia (Creswell, 2013). Adapun jenis pendekatan penelitian ini ialah deskriptif. pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data mengenai peran orang tua dalam meningkatkan rasa kepercayaan diri (self confidence) pada anak remaja. Unit analisis yang kami teliti yakni yang berkaitan dengan Peran Orang tua dalam Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri Self Confidence) pada Anak Remaja. Partisipan yang kami teliti yaitu seorang ibu berusia 53 tahun. Partisipan lainnya untuk menunjang informasi dan data,  peneliti meneliti anak kandung partisipan, sehingga tujuan dari data yang didapat lebih spesifik Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Kedua teknik tersebut digunakan untuk menggali informasi sedalam-dalamnya agar bisa mendapatkan data yang dinginkan, teknik penelitian ini dilaksanakan secara langsung di tempat tinggal subjek agar memudahkan peneliti melakukan wawancara dan observasi secara langsung dan tatap muka..

Hasil dan Pembahasan
Subjek pada penelitian ini yaitu seorang ibu berumur 53 tahun berdomisili di Serpong, Tangerang Selatan, yang saat ini memiliki anak remaja, subjek merupakan orang yang ramah, baik, dan murah senyum terbukti ketika peneliti datang ke rumahnya disambut dengan hangat, sebab subjek menganggap peneliti sebagai anaknya juga. Selain subjek terdapat 1 triangulasi di dalam penelitian ini yaitu anak kandungnya yang saat ini sudah menginjak usia remaja, metode penelitian ini menggunakan  wawancara dan observasi melalui pendekatan kualitatif, permasalahan yang diteliti pada penelitian ini adalah “Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri (Self-Confidence) Pada Remaja”.

Dari hasil pengamatan (observasi) yang dilakukan pada subjek yaitu dari penampilannya menggunakan atasan berwarna merah serta memakai hijab berwarna hitam dengan kulit sawo matang. Posisi subjek duduk di bangku yang bersampingan dengan peneliti pada saat wawancara, posisi duduk subjek sedikit membungkuk dikarenakan umurnya yang sudah tidak muda lagi. Pada saat sesi wawancara berlangsung subjek menjawab pertanyaan dari peneliti dengan jelas, tegas, singkat tidak bertele-tele, intonasinya pun stabil tidak keras dan juga tidak pelan. Namun demikian beberapa kali subjek ketika menjawab pertanyaan mata dan kepalanya bergerak ke arah atas, bawah, dan samping yang menandakan bahwa subjek tersebut sedang berpikir. Di akhir wawancara subjek juga menyempatkan untuk senyum kepada peneliti dan mengucapkan terima kasih kepada peneliti yang sudah berkenan datang jauh-jauh ke rumahnya.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa terdapat adanya peran dari orang tua dalam meningkatnya kepercayaan diri pada anak remaja. Hal tersebut dapat dilihat dari keseharian subjek pada saat diobservasi ketika berada di rumah ia selalu memberi arahan kepada anaknya untuk selalu berkomunikasi dengan anggota keluarga dan juga bersosialisasi dengan lingkungan sekitar agar anaknya selalu percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dalam wawancara di dalam penelitian ini adalah Kepercayaan diri (self-confidence) merupakan variabel dalam penelitian ini, sebab peneliti ingin mengetahui peran dari orang tua dalam meningkatkan rasa kepecayaan diri pada anak usia remaja. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam peningkatan kepercayaan diri pada anak remaja terdapat peran penting dari orang tua (subjek) yang bertugas membantu mengarahkan anaknya agar selalu percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas. Jika seorang anak tumbuh  dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah dia tidak akan bisa untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar karena akan merasa canggung, pemalu, dan ragu-ragu dalam pengambilan sebuah keputusan. Itu-lah mengapa pentingnya memiliki kepercayaan diri bagi seseorang.

Selain kesimpulan terdapat saran dari peneliti, yaitu peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan riset  lebih dalam tentang tentang peran orang tua dalam meningkatkan rasa kepercayaan diri pada remaja agar penelitian ini inantinya lebih kompleks dan menyeluruh serta berguna untuk kepentingan akademis

Referensi
Creswell, J. W. 2013. Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
Mixed Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Engelis de Barbara, Percaya Diri Sumber Sukses dan Kemandirian, (Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama, 2000) 10
Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21-46.
Hidayati, S. R. N., & Savira, S. I. (2021). Hubungan Antara Konsep Diri dan Kepercayaan Diri Dengan Intensitas Penggunaan Media Sosial Sebagai Moderator Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(03), 1–11. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41122
Kelas, S., Studi, V. I. I., Marta, D., & Supriyo, D. (2013). Kepercayaan Diri Ditinjau
Dari Pola Asuh Orang Tua pada Siswa Kelas VII (Studi Kasus). Indonesian
Journal of Guidance and Counseling
Mappasere, S. A., & Suyuti, N. (2019). Pengertian Penelitian Pendekatan Kualitatif. Metode Penelitian Sosial, 33.
Papalia, D. E., Feldman Duskin, R., & Martorell, G. (2015). Perkembangan Manusia. 1–486.
Riyanti, C., & Darwis, R. S. (2021). Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Remaja Dengan Metode Cognitive Restructuring. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 569. https://doi.org/10.24198/jppm.v7i3.32150
Sarwono, S. W. (2013). Psikologi Remaja, Edisi Revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Tridonanto, A. (2014). Mengembangkan pola asuh demokratis Elex Media Komputindo.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.