• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Peran Konselor Sekolah dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusif

Editor Redaksi
10 Januari 2026
in Artikel

Penulis: Siska Amaliah
Program Studi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Perguruan Tinggi: Universitas Pelita Bangsa
Dosen Pengampu : Julia Anis Handayani, S.Pd., M.Pd

Abstrak
Pendidikan inklusif menuntut adanya layanan pendukung yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Salah satu layanan penting dalam pendidikan inklusif adalah bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bimbingan dan konseling, khususnya peran konselor sekolah, dalam mendampingi ABK di sekolah dasar inklusif berdasarkan hasil observasi dan rancangan program BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara di SDIT Permata Hati. Hasil observasi menunjukkan bahwa ABK memiliki beragam hambatan, seperti kesulitan fokus belajar, komunikasi, pengendalian emosi, dan interaksi sosial. Melalui layanan bimbingan dan konseling yang terencana dalam bentuk program tahunan, bulanan, dan harian, konselor berperan sebagai pendamping perkembangan siswa, fasilitator layanan BK, mitra guru dan orang tua, serta penggerak terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif. Layanan BK yang adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada kebutuhan anak terbukti membantu ABK berkembang secara optimal baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah dasar dalam mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling pada setting pendidikan inklusif.

Kata kunci: bimbingan dan konseling, anak berkebutuhan khusus, sekolah dasar inklusif, peran konselor, pendidikan inklusif

Pendahuluan
Pendidikan inklusif merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah dasar sebagai fondasi awal pendidikan formal memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perilaku ABK. Dalam konteks ini, konselor sekolah memegang peranan strategis sebagai pendamping, fasilitator, dan penghubung antara siswa, guru, serta orang tua.

Artikel ini disusun berdasarkan hasil observasi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SDIT Permata Hati, serta rancangan program bimbingan dan konseling yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan ABK di sekolah dasar inklusif.

Gambaran Umum Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusif
Berdasarkan hasil observasi, SDIT Permata Hati merupakan sekolah dasar inklusif yang menerima peserta didik dengan beragam kebutuhan khusus, seperti autisme spectrum disorder (ASD), tunagrahita, tunarungu, ADHD, cerebral palsy, gangguan bahasa, dan kondisi borderline. Peserta didik ABK tersebar di berbagai jenjang kelas dan memiliki karakteristik serta kebutuhan yang berbeda-beda.

Secara umum, sebagian besar ABK telah mampu mengikuti pembelajaran dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Namun, masih ditemukan kendala pada aspek fokus belajar, pemahaman instruksi, pengendalian emosi, komunikasi verbal, serta interaksi sosial. Kondisi ini menuntut adanya layanan pendampingan yang berkelanjutan dan terencana, khususnya melalui peran konselor sekolah.

Peran Konselor Sekolah dalam Pendampingan ABK

1. Konselor sebagai Pendamping Perkembangan Peserta Didik
Konselor sekolah berperan dalam membantu ABK memahami diri, mengelola emosi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Melalui konseling individual, konselor memberikan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan, kebutuhan, dan kesulitan yang dialami. Pendampingan ini sangat penting, terutama bagi ABK dengan hambatan komunikasi dan perilaku.

2. Konselor sebagai Fasilitator Layanan Bimbingan dan Konseling
Dalam pelaksanaan layanan BK, konselor menyusun dan melaksanakan program tahunan, bulanan, dan harian yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK. Program ini mencakup penguatan perilaku positif, pengembangan keterampilan sosial, latihan pengelolaan emosi, serta adaptasi belajar melalui media visual dan pendekatan multisensori. Dengan program yang terstruktur, layanan BK menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.

3. Konselor sebagai Mitra Guru dan Orang tua
Konselor sekolah juga berperan sebagai penghubung antara guru kelas, guru pendamping, dan orang tua. Hasil observasi menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antar pihak sangat membantu dalam memahami karakteristik ABK dan menentukan strategi penanganan yang tepat. Konselor memberikan masukan kepada guru terkait pendekatan pembelajaran yang ramah ABK, serta berkomunikasi dengan orang tua mengenai perkembangan dan kebutuhan anak.

4. Konselor dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Inklusif
Melalui layanan konseling kelompok dan kegiatan sosial, konselor turut membantu menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan ramah bagi ABK. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, empati, dan toleransi antar peserta didik. Dengan demikian, ABK tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga diterima secara sosial oleh lingkungan sekitarnya.

Implementasi Program Bimbingan dan Konseling ABK
Rancangan program bimbingan dan konseling yang disusun berdasarkan hasil observasi meliputi program tahunan, bulanan, dan harian. Program tahunan berfokus pada pengembangan kemandirian, penyesuaian diri, dan peningkatan kemampuan sosial-emosional ABK. Program bulanan diarahkan pada penguatan fokus belajar, pengelolaan emosi, dan interaksi sosial, sedangkan program harian menitikberatkan pada pendampingan perilaku dan konseling singkat yang fleksibel.

Metode yang digunakan antara lain konseling individual, konseling kelompok kecil, observasi kelas, bermain peran, storytelling bergambar, serta pemberian penguatan positif. Evaluasi dilakukan melalui observasi perkembangan siswa, catatan harian, dan laporan dari guru kelas.

Penutup
Berdasarkan hasil observasi dan implementasi program, dapat disimpulkan bahwa konselor sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah dasar inklusif. Melalui layanan bimbingan dan konseling yang terencana, kolaboratif, dan berpusat pada kebutuhan anak, ABK dapat berkembang secara optimal baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional.

Keberhasilan layanan ini tidak terlepas dari kerja sama antara konselor, guru, dan orang tua, serta dukungan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak. Diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi sekolah dasar lainnya dalam mengoptimalkan peran konselor sekolah dalam pendidikan inklusif.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.