• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Peran Guru dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas II SD Islam Plus YLPI Pekanbaru

Editor Redaksi
13 Januari 2025
in Artikel

Pendahuluan
Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Pada siswa sekolah dasar, kecerdasan emosional memainkan peran penting dalam membentuk perilaku sosial, pengambilan keputusan, dan pembelajaran. Guru sebagai pendidik utama disekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional. Guru memiliki peran sentral dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa mengembangkan kemampuan untuk memahami perasaan mereka sendiri, berempati terhadap orang lain, mengelola konflik, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Lingkungan pembelajaran yang mendukung kecerdasan emosional akan menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan psikologis siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih efektif. Namun, mengembangkan kecerdasan emosional siswa tidaklah mudah. Berbagai tantangan dapat dihadapi oleh guru, seperti perbedaan karakteristik siswa, keterbatasan waktu dalam kurikulum, dan kurangnya pemahaman tentang strategi pembelajaran berbasis kecerdasan emosional.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mendalam mengenai peran guru serta strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa disekolah dasar. Penelitian ini juga akan membahas faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan guru dalam menjalankan peran tersebut.

Dengan demikian, hasil dari kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagii pengembangan praktik pendidikan yang lebih holistik dan efektif. Artikel ini membahas berbagai startegi yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya.

Permasalahan
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru wali kelas II, ditemukan bahwa peran mereka dalam menangani emosional siswa sangat penting, namun tidak lepas dari berbagai kendala. Permasalahan yang dihadapi guru dalam membantu siswa mengatasi masalah emosional mereka. Anak-anak di kelas II SD berada dalam tahap perkembangan emosional yang kritis. Pada usia ini, mereka mulai belajar mengenali dan mengelola emosi, tetapi masih membutuhkan bimbingan dari orang dewasa, termasuk guru, ditemukan beberapa permasalahan dan tantangan dalam membantu anak mengatasi masalah emosional, serta strategi yang telah dilakukan untuk mendukung perkembangan mereka.

Guru mengungkapkan bahwa siswa kelas II sering mengalami berbagai masalah emosional yang dapat memengaruhi perilaku dan prestasi belajar mereka. Ada masalah yang umum ditemukan yaitu ketika siswa mengalami cemas yang berlebihan, misalnya takut berbicara di depan kelas atau merasa khawatir tidak bisa menyelesaikan tugas. Kecemasan adalah hal yang umum terjadi pada anak kelas II SD, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat memengaruhi perkembangan mereka. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan perhatian, dan membantu anak mengelola emosi mereka.

Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat belajar menghadapi kecemasan mereka dan tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan tangguh. Selanjutnya yaitu ketika siswa mengalami frustrasi, anak-anak sering menunjukkan kemarahan atau kesal ketika mereka merasa kesulitan dalam memahami pelajaran atau tidak berhasil dalam permainan kelompok. Frustrasi adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh bagi anak kelas II SD. Namun, dengan bimbingan dan dukungan dari guru dan orang tua, anak dapat belajar mengelola frustrasi mereka secara sehat. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu menghadapi tantangan sehari-hari, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri, resilien, dan mampu mengatasi masalah dengan baik. Permasalahan selanjutnya yaitu kesedihan mendalam, beberapa siswa menjadi pendiam atau menangis karena konflik di rumah, seperti pertengkaran orang tua atau kehilangan anggota keluarga.

Kesedihan mendalam pada anak kelas II SD adalah hal yang wajar, tetapi harus dikelola dengan hati-hati. Dengan perhatian, kasih sayang, dan pendekatan yang tepat dari guru dan orang tua, anak dapat belajar mengatasi kesedihannya dan tumbuh menjadi individu yang lebih kuat secara emosional. Dukungan yang konsisten akan membantu anak memahami bahwa kesedihan adalah bagian dari kehidupan yang bisa diatasi. Dan yang terakhir adalah sulit beradaptasi, ada siswa yang kesulitan bergaul dengan teman-temannya, sehingga sering merasa kesepian. Kesulitan beradaptasi pada anak kelas II SD adalah tantangan yang umum terjadi, terutama dalam menghadapi lingkungan baru atau perubahan besar. Dengan dukungan dari guru, orang tua, dan teman-teman, anak dapat belajar untuk menyesuaikan diri secara bertahap. Pendekatan yang penuh empati, dorongan positif, dan bimbingan praktis akan membantu anak mengatasi kesulitan ini dan berkembang menjadi individu yang lebih percaya diri dan resilien.

Dari hasil wawancara ini, dapat disimpulkan bahwa Guru memiliki peran penting dalam mengenali tanda-tanda emosional negatif, seperti kecemasan, frustrasi, kesedihan yang mendalam, dan sulit beradaptasi yang dapat memengaruhi perilaku dan prestasi belajar anak, dan guru sering menggunakan pendekatan personal, seperti berbicara secara langsung dengan anak, memberikan perhatian khusus, dan menciptakan lingkungan kelas yang aman serta nyaman untuk membantu anak merasa diterima. Guru membantu anak mengelola emosinya dengan mengajarkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama dalam kelompok, berbagi, dan menyelesaikan konflik secara damai, selain itu untuk menangani masalah emosional secara menyeluruh, guru menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua agar dapat memberikan dukungan yang konsisten di rumah dan di sekolah.

PENULIS
CO Author : Dea Mustika S.Pd.,M.Pd
Anggota Kelompok :
Claudia Ratu Amandha
Fieby Gusfaudya Putri
Nabila Syuhada
Juwita Erlin

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.