
Malang, JurnalPost.com – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) berkolaborasi dengan Bidang Kepemudaan Sosial mengadakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas warga Kelurahan Kauman dalam menghadapi kasus henti jantung mendadak dan luka bakar. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Kauman, Kota Malang, ini dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 12.00. (14 Juli 2024)
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat agar mampu mengenali gejala awal, memberikan pertolongan pertama, dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis profesional. Pelatihan ini merupakan respons terhadap banyaknya kejadian henti jantung mendadak dan luka bakar di lingkungan warga, yang sering kali tidak diikuti dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menangani kondisi darurat tersebut.

Serangkaian sesi interaktif disiapkan untuk para peserta, melibatkan teknik-teknik pertolongan pertama dan tindakan darurat yang relevan. Edukasi mengenai pencegahan dan tindakan lanjutan juga diberikan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga serta kesadaran akan pentingnya tindakan pencegahan. Diharapkan, dengan kegiatan ini, angka kematian dan cacat permanen akibat kedua jenis kejadian darurat tersebut dapat ditekan.

Acara dimulai dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter muda FKUB, yang kemudian dilanjutkan dengan materi dan workshop oleh dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.Em, KPEC. Salah satu sesi paling penting adalah simulasi pemberian CPR melalui manekin CPR, yang memberikan pengalaman praktis bagi para peserta.
Menurut dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.Em, KPEC, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. “Dengan pelatihan ini, warga dapat lebih siap menghadapi situasi darurat dan mampu memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Hasil kegiatan ini sangat menggembirakan. Pemahaman warga tentang penanganan henti jantung mendadak dan luka bakar meningkat signifikan. Para peserta menunjukkan kemampuan memberikan CPR dengan baik, ditandai dengan angka yang ditunjukkan oleh manekin CPR saat praktik.
Agus Suntoro, S.E., Lurah Kelurahan Kauman, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memang dibutuhkan warga karena sering terjadi kasus darurat tetapi kami tidak tahu apa yang harus dilakukan, jadi tidak bisa menolong,” katanya. Aris Aminuddin, Kabid Kepemudaan Sosial, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini bagus, aplikatif, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Laely Hidayati, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Dengan keberhasilan kegiatan ini, diharapkan kesiapan masyarakat Kelurahan Kauman dalam menghadapi situasi darurat akan semakin kuat, sehingga dapat mengurangi risiko kematian dan cedera serius akibat henti jantung mendadak dan luka bakar di masa mendatang. (LH)







