
Oleh: Risna R. Naatonis, Frengky S. Banunaek, Pither Y. Boimau, Servasia Y. Mones, Dina Maria, Agustin Gemas, Rizhard A. Ndolu.
JurnalPost.com – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perubahan paradigma dalam tata kelola pembangunan menuju pendekatan yang berbasis data (data-driven governance). Dalam konteks tersebut, informasi geospasial menjadi salah satu komponen penting karena mampu menyajikan kondisi suatu wilayah secara komprehensif melalui integrasi data spasial dan nonspasial. Pemanfaatan informasi geospasial memungkinkan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan dilakukan secara lebih akurat, efektif, dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Salah satu teknologi yang berperan penting dalam pengelolaan informasi geospasial adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS). Di antara berbagai perangkat lunak SIG yang berkembang saat ini, ArcGIS merupakan platform yang banyak digunakan oleh pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun lembaga penelitian untuk melakukan pengolahan data spasial, analisis keruangan, serta visualisasi informasi wilayah. Kemampuan tersebut menjadikan ArcGIS sebagai perangkat yang sangat relevan dalam mendukung perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur.
Perkembangan teknologi geospasial tersebut menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pemetaan digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan di era transformasi digital.
Pelaksanaan Kegiatan
Sebagai bentuk implementasi penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial, Universitas Karyadarma Kupang berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penguatan Kompetensi Pemetaan Digital Berbasis Aplikasi ArcGIS untuk Mendukung Tata Kelola Wilayah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WITA, bertempat di Aula Universitas Karyadarma Kupang.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pither Yesend Boimau, S.TP., M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Karyadarma Kupang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi digital mahasiswa sebagai bekal menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi dan data. Menurutnya, penguasaan teknologi geospasial merupakan salah satu keterampilan strategis yang perlu dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan daerah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Risna Rianty Naatonis, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai Ketua Panitia sekaligus Moderator. Beliau memandu jalannya kegiatan mulai dari pembukaan, penyampaian materi, sesi praktik, hingga diskusi interaktif sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, komunikatif, dan memberikan ruang bagi peserta untuk berdialog secara aktif dengan para narasumber.
Bimbingan teknis diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri atas 70 mahasiswa Universitas Karyadarma Kupang dari Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, serta 10 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Nusa Cendana. Kehadiran peserta dari kedua perguruan tinggi tersebut mencerminkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi di bidang teknologi geospasial sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antarinstitusi.
Kolaborasi antara Universitas Karyadarma Kupang dan Universitas Nusa Cendana merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi media pertukaran pengetahuan (knowledge sharing), peningkatan kapasitas akademik, serta penguatan jejaring kelembagaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi geospasial.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Nusa Cendana, yaitu Frengky Seki Banunaek, S.T., M.T., yang memiliki keahlian di bidang Geoteknik dan Geokomputasi Teknik Pertambangan, serta Rizhard Anselmus Ndolu, S.T., M.T., yang memiliki keahlian di bidang Lingkungan Pertambangan dan Komputasi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep dasar Sistem Informasi Geografis, penggunaan ArcGIS dalam pembuatan peta digital, pengolahan data spasial dan nonspasial, penyusunan peta tematik, serta pemanfaatan analisis spasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Metode Pembelajaran
Pelaksanaan bimbingan teknis menerapkan pendekatan Student-Centered Learning (SCL) yang mengutamakan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan pembelajaran. Metode yang digunakan merupakan kombinasi antara ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung (hands-on training), studi kasus, dan diskusi kelompok.
Pada tahap awal, narasumber memberikan pemahaman mengenai konsep dasar Sistem Informasi Geografis, karakteristik data spasial dan nonspasial, serta penerapan ArcGIS dalam pengelolaan wilayah. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan perangkat lunak ArcGIS yang dilanjutkan dengan praktik mandiri dalam membuat peta digital, melakukan pengolahan data, menyusun peta tematik, dan melakukan analisis keruangan.
Untuk memperkuat kemampuan analitis, peserta diberikan studi kasus yang diangkat dari permasalahan nyata di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pendekatan problem-based learning tersebut mendorong mahasiswa menghubungkan teori dengan praktik sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, kolaborasi, dan pemecahan masalah berbasis data geospasial.

Hasil (Learning Outcomes)
Pelaksanaan bimbingan teknis menunjukkan hasil yang positif terhadap peningkatan kompetensi peserta. Melalui kombinasi antara penyampaian materi konseptual dan praktik langsung, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip Sistem Informasi Geografis serta penerapannya dalam pengelolaan wilayah.
Peserta mampu membuat peta digital menggunakan ArcGIS, mengolah data spasial dan nonspasial, melakukan analisis keruangan sederhana, serta menyajikan informasi wilayah dalam bentuk peta tematik yang informatif. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan berpikir analitis dalam menginterpretasikan data geospasial sebagai dasar penyusunan rekomendasi pembangunan.
Partisipasi aktif seluruh 80 peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dibandingkan pendekatan teoritis semata. Kegiatan ini juga meningkatkan literasi digital mahasiswa dalam bidang geospasial yang menjadi salah satu kompetensi penting pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Dampak bagi Mahasiswa dan Institusi
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun institusi penyelenggara. Bagi mahasiswa, pelatihan menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi profesional di bidang pemetaan digital sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi ketika memasuki dunia kerja. Penguasaan ArcGIS menjadi nilai tambah karena teknologi ini telah digunakan secara luas pada sektor pemerintahan, perencanaan wilayah, pertambangan, lingkungan, kehutanan, pertanian, maupun konsultan teknik.
Bagi institusi, kolaborasi antara Universitas Karyadarma Kupang dan Universitas Nusa Cendana memperkuat budaya akademik yang kolaboratif sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan lanjutan, seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran narasumber, penyusunan bahan ajar, hingga pengembangan laboratorium geospasial. Sinergi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi
Pelaksanaan bimbingan teknis ini memiliki relevansi yang kuat dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Kegiatan mendukung peningkatan kompetensi lulusan melalui pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi digital. Keterlibatan dosen dari Universitas Nusa Cendana sebagai narasumber juga memperkuat pembelajaran kolaboratif lintas perguruan tinggi serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.
Selain itu, penerapan pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus sejalan dengan kebijakan transformasi pendidikan tinggi yang menekankan pada pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas proses pembelajaran, tetapi juga mendukung pencapaian target IKU melalui penguatan jejaring akademik, inovasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi lulusan.
Tantangan dan Rekomendasi
Perkembangan teknologi geospasial yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kurikulum secara berkelanjutan, peningkatan kompetensi dosen, penyediaan perangkat lunak dan laboratorium yang memadai, serta penguatan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan komunitas profesional di bidang geospasial.
Ke depan, kolaborasi antara Universitas Karyadarma Kupang dan Universitas Nusa Cendana diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan bimbingan teknis, tetapi berkembang menjadi kemitraan akademik yang lebih luas melalui penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, program sertifikasi kompetensi, pengembangan pusat studi geospasial, serta integrasi ArcGIS ke dalam kurikulum berbasis proyek (project-based learning). Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan analitis, dan kesiapan menghadapi tantangan pembangunan wilayah berbasis data di masa depan.




