Dwi Heri Kurniawan ¹, Fauzan Aliyan Pratama ² ,Mustika Ayu Syabina ³ ,Riki Pramono ⁴,Wilda Dwi Syifa5
Teknik Industri Universitas Pamulang
ABSTRAK
Pengabdian kepada masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Pengabdian kepada masyarakat juga merupakan penerapan bidang ilmu untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu upaya dalam pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia yang berada di suatu daerah atau tempat. Pengabdian kepada Masyarakat dari kelompok 1 yang berjudul Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam pembuatan Lilin Aromaterapi melibatkan ibu-ibu Desa Sukatani Permai Kelurahan Sukatani. Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 November 2023. Tujuan dari kegiatan ini mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak goreng atau minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi Lilin Aromaterapi. Dengan demikian limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan mampu menjadi ide kreatif untuk dikembangkan didesa Sukatani Permai. Harapan dari adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi sebuah produk yang kreatif inovatif, serta ibu ibu mengetahui pengetahuan tentang minyak jelantah dan manfaat lilin aromaterapi.
Kata kunci: Lilin Aromaterapi, Minyak Jelantah, Desa Sukatani
ABSTRACT
Community service is an activity that aims to help the community in several activities without expecting any form of reward. Community service is also the application of science to solve problems in society. Community service is an effort to empower and improve human resources in an area or place. Community service from group 1 entitled Utilization of Used Cooking Oil in making Aromatherapy Candles involving mothers of Sukatani Permai Village, Sukatani Village. Rajeg District, Tangerang Regency which was held on November 11, 2023. The purpose of this activity is to reduce environmental pollution due to waste cooking oil or used cooking oil by processing it into Aromatherapy Candles. In this way, household waste in the form of used cooking oil which can cause environmental pollution can be processed into products that are of value and can become a creative idea to be developed in Sukatani Permai village. The hope of the Community Service activity is that used cooking oil can be processed into an innovative creative product, and mothers know the knowledge of used cooking oil and the benefits of aromatherapy candles.
Keywords: Aromatherapy Candle, Used Cookig Oil, Sukatani Village.
PENDAHULUAN
Universitas Pamulang (UNPAM) mempunyai program pada Semester 5 yakni Pengabdian Kepada Masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan. Kegiatan ini dilakukan rutin selain memberikan pengetahuan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan UNPAM di desa Sukatani Permai. Pondok sukatani permai merupakan perumahan yang berlokasi dijalan raya Cadas-Kukun, Sukatani, Rajeg, Tangerang. Pemanfaatan limbah minyak jelantah dipondok sukatani permai masih minim. Dipondok sukatani permai tepatnya di RT 01/Rw 01 hanya terdapat bank sampah yang dikelola oleh karang taruna setempat. Namun, untuk pengolahan limbah minyak jelantah masih belum ada, Oleh karena itu, Kami kelompok 1 mencoba membuat suatu produk yang berbahan baku limbah minyak jelantah agar limbah minyak jelantah yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan yang besar. Kami berpikir untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi Lilin Aromaterapi yang bisa digunakan menjadi pengharum ruangan, menciptakan ketenangan, membantu meringankan gejala stress dengan menurunkan hormone kortisol dalam tubuh dengan cara mencampurkan dengan essential oil. Lilin Aromaterapi ini juga bisa dijual dan menjadi ladang penghasilan bagi Masyarakat pondok Sukatani Permai
Minyak jelantah merupakan minyak dari sisa hasil penggorengan yang biasanya dihasilkan dari kegiatan memasak dalam rumah tangga. Limbah minyak ini dapat berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya. Minyak jelantah dihasilkan dari proses pengolahan bahan pangan dengan minyak goreng. Pada saat proses penggorengan terjadi tiga reaksi degradasi yaitu hidrolisis yang menghasilkan free fatty acid, oksidasi, dan polimerisasi (Sanli dkk., 2011). Minyak jelantah biasanya sudah digunakan secara berulang-ulang hingga 4 kali pemakaian sehingga kualitas dalam minyak tersebut telah menurun. Limbah minyak jelantah memberikan ancaman pada manusia jika digunakan kembali untuk mengolah bahan pangan. Diharapkan melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesadaran terhadap potensi penyakit akibat pemakaian minyak goreng yang digunakan berkali kali (Inayati dan Kurnia, 2021). Lilin aromaterapi juga memiliki fungsi ganda seperti sebagai penolak nyamuk jika digunakan minyak nilam (Pogostemon cablin B.) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) yang telah diolah dan diformulasikan ke dalam bahan lilin (Melviani dkk., 2021)
Lilin aromaterapi seperti namanya adalah lilin yang mengandung aroma tertentu dan dapat dijadikan sebagai aromaterapi. Aromaterapi adalah teknik pengobatan atau perawatan dengan menggunakan wewangian yang terbuat dari minyak alami tumbuh-tumbuhan, bunga, atau pohon yang memiliki wangi yang harum. Ada yang menjadikan lilin aroma terapi sebagai elemen dekorasi sekaligus pengharum ruang tamu di saat-saat tertentu, ada yang menggunakan lilin aroma terapi sebagai aroma penyemangat di ruang kerja, ada pula yang menggunakan lilin tersebut di Kamar tidur untuk mencegah insomnia.
Aromaterapi adalah terapi yang didasarkan pada penggunaan sistematis minyak nabati esensial (pekat) yang disuling. Bunga, akar jejak, tumbuhan, buah-buahan, resin atau kulit kayu dan senyawa aromatik lainnya dari tanaman untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan fisik, fisiologis dan spiritual. Minyak tidak terkonsentrasi dari seluruh bagian tanaman tidak seperti obat-obatan herbal tetapi diekstraksi umumnya dengan distilasi uap (Ali et al., 2015). Berdasarkan kepercayaan orang-orang yang ada sejak beberapa tahun kebelakang, diketahui mulanya hanya terdapat dalam bentuk cairan essensial (Michalak, 2018). Berbagai bentuk aromaterapi bermunculan seiring perkembangan zaman seperti minyak esensial, lilin, dupa, sabun dan minyak pijat. Sebagaimana bentuknya aromaterapi dapat difungsikan sebagai pengharum ruangan, aroma minyak saat dipijat, hingga untuk aroma badan setelah mandi. Sampai saat ini banyak sekali jenis wewangian aromaterapi, misalnya yang paling dikenal adalah lavender, basil, jasmine, sandalwood, papermint, lemon, ginger, orange, dan geranium (Sarkic & Stappen, 2018). Masing-masing wewangian tersebut memiliki kelebihan yang berbeda-beda, seperti halnya aroma lavender yang dipercaya mampu mengurangi stress dan kesulitan tidur (Ali et al., 2015).
Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang kelompok 1 semester 5 Kelas 05Tidp001 melakukan Pemaparan dan demontrasi pembuatan Lilin Aromaterapi berbahan dasar dari limbah Minyak Jelantah di Desa Sukatani Permai Kelurahan Sukatani. Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang. Hasil dari PKM ini berupa produk Lilin Aromaterapi yang bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu Dipondok sukatani permai tepatnya di RT 01/Rw 01 sebagai bentuk pengurangan limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari rumah tangga, sehingga dengan adanya pemaparan materi PKM kami maka pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah ondok Sukatani Dapat teraratasi
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan PKM ini ditujukan kepada ibu-ibu Dipondok sukatani permai tepatnya di RT 01/Rw 01 sebanyak 27 orang yang mengikuti PKM ini diharapkan apa yang sudah di maparkan materi oleh Kelompok 1 dapat diimplementasikannya dirumah dan dillingkungan sekitar agar Permasalahan Limbah Minyak Jelantah bisa menurun.
Metode kegiatan ini Berupa penyuluhan mengenai pengolahaan limbah minyak jelantah Lilin Aromaterapi yang dapat digunakan sebagai pengharum ruangan, menciptakan ketenangan.
Berikut ini tahapan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan:
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan yang meliputi:
a. Survey awal, pada tahap ini dilakukan survei ke lokasi Pondok Sukatani Permai, Kecamatan. Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
b. Pemantapan dan penentuan lokasi dan sasaran. Setelah survey maka ditentukan lokasi pelaksanaan dan sasaran peserta kegiatan.
c. Penyusunan bahan/materi penyuluhan pengolahan limbah minyak menjadi lilin aroma terapi.
d. Proses pembuatan sampel lilin aroma terapi dari limbah minyak jelantah yang diambil di Pondok Sukatani Permai.
2. Tahap penyuluhan
Untuk melaksanakan kegiatan ini digunakan beberapa metode penyuluhan yaitu:
1. Metode Ceramah
Ceramah dipilih untuk memberikan penjelasan tentang pembuatan lilin aroma terapi serta kegunaannya.
2. Metode Tanya Jawab
Metode ini memungkinkan para peserta menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang Value engineering pada lilin aroma terapi, dengan metode tanya jawab ini Masyarakat bisa diskusi langsung dengan pemateri Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang.
3. Mode Praktik (Demontrasi)
Metode ini merupakan metode yang sangat penting untuk lebih memahami tahapan dalam pembuatan Lilin Aromaterapi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan kondisi dan informasi dari perwakilan karang taruna yakni adanya limbah sampah dan minyak jelantah yang belum mempunyai Upaya dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah agar tidak dibungan sembarangan disaluran ari sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Selain itu, kurangnya kesadaran Masyarakat yang masih menggunakan minyak goreng secara berulang masih menjadi permasalahan utama karena dapat berakibat pada kondisi Kesehatan dalam jangka Panjang.
Berdasarkan informasi tersebut, kami kelompok 1 berinisiatif untuk membantu Masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah minyak jelantah dalam pengolahaan Kembali menjadi produk bernilai jual seperti Lilin Aromaterapi. Bahan Minyak Jelantah pun dari kelompok kami sudah menyiapkan untuk agenda Pengabdian Kepada Masyarakat.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi secara keseluruhan berjalan dengan baik dan lancer. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan secara offline bertempat di salah satu masjid di RT 01 RW 01 dengan jumlah Peserta sekitar 27 orang. Alat dan bahan yang akan digunakan pun telah kami siapkan sebelum kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini sehingga proses dapat berjalan dengan lancar dilakukan secara langsung oleh mahasiswa kelompok 1 semester 5 Universitas Pamulang.
Dilanjutkan penyampaian materi terkait kegiatan PKM yang akan dilaksanakan. Materi yang di sampaikan yaitu: 1. Penjelasan definisi Minyak Jelantah, 2. Definisi Lilin Aromaterapi, 3. Manfaat Lilin Aromaterapi dengan Minyak Jelantah, 4. Cara Pembuatan Lilin AromaTerapi. Tujuan dilakukannya demontrasi pembuatan Lilin Aromaterapi ini adalah agar Ibu-ibu dapat mempraktekkannya secara mandiri maupun pada saat kegiatan ibu-ibu PKK.
Adapun beberapa tahapan dalam pembuatan Lilin Aromaterapi dari limbah minyak jelantah, diantaranya sebagai berikut:
(1) Persiapan Alat dan bahan
Bahan yang digunakan: Minyak Jelantah, stearin, Pewarna Krayon (biru dan ungu), essence Aromaterapi, Sumbu
Alat yang digunakan: Panci, sendok, Cetakan lilin, kompor portable, lidi, Baskom
(2) Persiapan Tempat
Pembuatan Lilin aromaterapi dilaksanakan disalah satu halaman Masjid RT 01 RW 01 Desa Sukatani
(3) Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah
1. Panaskan minyak jelantah diatas kompor
2. Masukkan stearic acid, lalu aduk sampai tercampur merata
3. Masukkan crayon yang sudah dihancurkan, lalu aduk Kembali
4. Matikan kompor, lalu tunggu sampai suu minyak agak dingin
5. Masukkan essential oil atau pewangi ke dalam adonan, lalu aduk merata
6. Siapkan wadah yang sudah ada sumbu lilinnya
7. Tuang adonan ke dalam wadah yang telah disiapkan
8. Tunggu sampai dingin atau sampai lilin mengeras
9. Lilin Aromaterapi siap Dipakai


(4) Cara Penyajian
Lilin Aromaterapi dari limbah minyak jelantah dapat digunakan seperti lilin pada umumnya yaitu menyalakan menggunakan api, LIlin Aroma terapi yang berwarna-warni akan menambah keindahan ruangan serta kebutuhan seperti menyalakan lilin satu sampai 2 jam saat pertama kali dinyalakan sudah cukup sebagai pengharum ruangan yang menenangkan. Peggunaan Lilin Aromaterapi dari limbah Minyak Jelantah yang bersifat ramah lingkungan mampu mengatasi pencemaran lingkungan dari potensi penggunaan minyak goreng secara berulang. Bentuk Lilin Aromaterapi juga banyak cetakan yang sangat menarik sehingga cocok dijadikan sebagai produk wirausaha yang kreatif.
Hasil dari kegiatan PKM Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi dapat diamati secara langsung pada saat demontrasi. Peserta kegiatan merasa antusias dan merespon positif kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Hasil produk lilin Aromaterapi dari limbah Minyak Jelantah dibawa pulang dan dipraktekkan ulang menggunakan bahan yang bisa disiapkan dirumah masing-masing.
Dengan adanya pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi memberi saran kepada ibu-ibu desa Sukatani untuk menjadi lebih inovatif dalam memanfaatkan limbah yang memiliki dampak negative terhadap lingkungan. Ibu-ibu PKK Dengan modal yang rendah dan alat bahan yang bisa didapatkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga dapat dipasarkan ke konsumen di sekitar perum Sukatani.
KESIMPULAN
Berdasarkan Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok 1 mahasiswa Universitas Pamulang Semester 5 yang berjudul “ Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi” di Desa Sukatani Permai. Pondok sukatani permai perumahan yang berlokasi dijalan raya Cadas-Kukun, Sukatani, Rajeg, Tangerang. Didapatkan hasil bahwa para ibu-ibu yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini mampu mengaplikasikan Pembuatan Lilin Aromaterapi dengan baik dan benar. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kami berharap materi kami sampaikan dapat mudah dpahami dan menjadi usaha yang kreatif dan inovatif.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, B., Al-Wabel, N. A., Shams, S., Ahamad, A., Khan, S. A., & Anwar, F. (2015). Essential oils used in aromatherapy: A systemic review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 5(8), 601-611.
Inayati, N. I., & Dhanti, K. R. (2021). Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Alternatif Tambahan Penghasilan Pada Anggota Aisyiyah Desa Kebanggan Kec Sumbang. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 160-166.
Melviani, M., Nastiti, K., & Noval, N. (2021). Pembuatan Lilin Aromaterapi untuk Meningkatkan Kreativitas Komunitas Pecinta Alam di Kabupaten Batola. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 300-306.
Michalak, M. (2018). Aromatherapy and methods of applying essential oils. Archives of Physiotherapy and Global Researches, 22(2), 25-31.
Sanli, H., Canakci, M., & Alptekin, E. (2011, May). Characterization of waste frying oils obtained from different facilities. In World Renewable Energy Congress-Sweden (Vol. 57, pp. 8-13). Linköping University Electronic Press Linköping; Sweden.
Sarkic, A., & Stappen, I. (2018). Essential oils and their single compounds in cosmetics—A critical review. Cosmetics, 5(1), 11.

