
Oleh: Yuliana Elista Lalo
Nim: 43123060
JurnalPost.com – Artificial intelligence atau yang lebih singkat kita kenal dengan sebutan AI adalah sebuah inovasi kecerdasan manusia yang dihasilkan melalui mesin yang diprogram untuk berpikir, belajar, bahkan bertindak layaknya manusia. Dalam era society 5.0, AI menjadi pilar utama yang berperan krusial dalam mengembangkan teknologi bagi kehidupan manusia. Begitu pula dalam kehidupan modern Indonesia saat ini dimana penggunaan artificial intelligence semakin meningkat setiap harinya. AI diterapkan di berbagai sektor mulai dari layanan masyarakat, bisnis dan industri, pemerintahan, hingga kesehatan dan juga pendidikan. Penggunaan AI yang semakin meningkat karena cara kerja AI yang cukup kompleks dengan menggunakan algoritma canggih yang dirancang untuk memperoleh informasi dari penggunanya.
Kehidupan modern Indonesia memang tidak lepas dari adanya artificial intelligence ini. Semua hal yang dikerjakan ada unsur AI di dalamnya. Pencarian apapun saat ini dilakukan dengan AI tanpa harus meriset data, membaca buku atau bahkan sekedar bertanya kepada orang yang ahli pada satu bidang tertentu. Kehidupan modern Indonesia saat ini dicirikan oleh digitalisasi yang masif seperti, layanan e-commerce, hiburan online, perubahan gaya hidup, QRIS, pengaruh budaya asing, hoaks, polarisasi, serta dampak teknologi pada kesehatan seperti kecanduan gadget dan gangguan tidur. Masyarakat semakin terhubung secara digital tetapi juga mencari koneksi bermakna dan keseimbangan hidup, sambil menghadapi isu seperti privasi data dan literasi digital.
Memang dengan adanya AI dapat lebih membuat pekerjaan apapun terasa lebih singkat karena penggunaanya yang dapat diakses melalui handphone, laptop maupun PC. AI memang sangat membantu kehidupan manusia yang menyukai pekerjaan dengan hasil cepat. Penggunaan AI dapat dikatakan memberi dampak positif bagi keberlangsung hidup suatu masyarakat termasuk kehidupan modern di Indonesia. Namun penggunaan AI juga memiliki tantangan dan juga dampak negatif didalamnya karena seperti yang kita ketahui bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna.
Menurut survei dari Statista Consumer Insight, Indonesia mnempati peringkat ke-4 sebagai negara yang paling antusias menggunakan AI untuk kebutuhan sehari-hari. Survei yang melibatkan 1.000 hingga 2.000 responden dari berbagai negara ini menunjukkan bahwa sekitar 41 persen orang Indonesia memiliki ketertarikan tinggi terhadap AI, terutama dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Salah satu AI yang populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah ChatGPT, yang sering digunakan untuk berbagai aktivitas.
Penggunaan AI yang kita semua rasakan saat ini tentu membawa dampak positif. Apalagi kehidupan modern Indonesia sekarang dicirikan oleh adopsi teknologi digital yang pesat, urbanisasi yang meningkat, dan pergeseran sosial budaya. Masyarakat Indonesia secara umum dapat dikatakan sudah menjadi masyarakat modern. Dampak positif yang dirasakan dalam penggunaan AI mencakup beberapa hal seperti mempersingkat pekerjaan, meningkatkan efisiensi dan layanan, serta memperluas produktivitas. Kita sebagai masyarakat tentu sangat mensyukuri hal tersebut. Namun seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa tidak ada hal yang sempurna di dunia, termasuk AI.
Penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam kehidupan modern di Indonesia menghadapi berbagai tantangan signifikan, terutama terkait infrastruktur yang belum merata, kesiapan sumber daya manusia, dan kerangka regulasi yang masih berkembang. Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan AI di Indonesia adalah keterbatasan infrastruktur teknologi. Untuk mengembangkan dan menerapkan solusi AI yang canggih, dibutuhkan infrastruktur teknologi yang kuat, termasuk jaringan internet yang cepat dan andal, pusat data yang memadai, dan perangkat keras yang kuat. Kecepatan dan stabilitas jaringan internet juga masih bervariasi, terutama di luar kota-kota besar di Pulau Jawa, yang menghambat implementasi AI yang membutuhkan pemrosesan data skala besar secara real-time.
Penggunaan AI juga dapat menimbulkan berbagai isu etika dan privasi yang kompleks. Hal seperti ini dirasakan sebagai salah satu dampak negatif dari penggunaan AI. Di Indonesia, kesadaran tentang isu-isu ini masih relatif rendah, dan regulasi yang ada belum cukup kuat untuk melindungi privasi individu dan mencegah penyalahgunaan teknologi AI. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan mengembangkan regulasi yang komprehensif. Kesadaran seharusnya berakar pada karakter dan pribadi masing-masing untuk tetap menggunakan AI dengan bijak dan menjadi privasi digital.
Penggunaan AI yang memiliki tantangan dan juga dampak negatif seharusnya sudah diantisipasi oleh pemerintah. Pemerintah perlu menyediakan dukungan yang lebih besar untuk pengembangan AI, termasuk melalui investasi dalam riset dan pengembangan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi perlu diperkuat untuk mendorong inovasi dan pengembangan teknologi AI. Adapun juga hal yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menambah literasi digital bagi setiap masyarakat Indonesia yang berkehidupan modern agar penggunaan AI yang mereka lakukan tidak merugikan pribadi maupun negara.
Jika penggunaan AI yang dilakukan baik maka hasilnya baik pula bagi pribadi itu sendiri sehingga tantangan dan juga dampak negatif yang sebelumnya menganggu dapat menjadi pembelajaran dan timbal balik untuk menguatkan dampak positif dengan adanya penggunaan AI di Indonesia.



