• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA MUSLIM SUSKA SCHOOL

Editor Redaksi
2 April 2024
in Makalah

Aziz Syahputra Siregar1, Mawar Sari2, Suci Perwita Sari3
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Email : [email protected], [email protected], [email protected].

ABSTRAK
Sekolah dasar (SD) merupakan penggalan pertama pendidikan dasar, seyongyanya dapat membentuk landasan yang kuat untuk tingkat pendidikan selanjutnya. Dengan tujuan sekolah harus membekali lulusannya dengan kemampuan dan keterampilan dasar yang memadai, yaitu kemampuan proses strategis. Bahasa Indonesia di SD merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan aktivitas siswa. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, seseorang dapat berkomunikasi maupun berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang budaya yang tidak sama dan memiliki beragam bahasa daerah. Bahasa Indonesia dapat menjembati kesulitan berkomunikasi dan sekaligus mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa suksa school dengan menggunakan metode tebak gambar sebagai media. Penelitian ini dilakukan di Desa chalung, mueang satun, Provinsi Satun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif dengan menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 siswa dari 34 siswa yang belum tuntas dalam mengikuti pembelajaran, dan sebanyak 28 siswa tuntas. Siswa yang ketuntasan belajarnya secara klasikal mencapai persentase 82,35%. Hal ini bermakna pada siklus ini proses pembelajaran sudah mencapai ketuntasan dengan kategori sangat baik, baik individual maupun klasikal.

Kata Kunci: Siswa Sekolah Dasar, Hasil Belajar, Bahasa Indonesia, Media Tebak Gambar

PENDAHULUAN
Pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Karena dengan adanya pendidikan manusia akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menciptakan insan yang berilmu dan berwawasan sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas (Intansari, 2017).
Sekolah dasar (SD) merupakan penggalan pertama pendidikan dasar, seyongyanya dapat membentuk landasan yang kuat untuk tingkat pendidikan selanjutnya. Dengan tujuan sekolah harus membekali lulusannya dengan kemampuan dan keterampilan dasar yang memadai, yaitu kemampuan proses strategis (Rohaeni,, 2016).

Adapun kemampuan proses strategis adalah keterampilan berbahasa. Dengan kemampuan berbahasa yang dimiliki, siswa mampu menimba berbagai pengetahuan mengapresiasi sastra, serta mengembangkan diri secara berkelanjutan. Dengan kemampuan berbahasa yang dimiliki siswa, siswa akan mampu menimba berbagai ilmu pengetahuan yang terutama dan ditujukan dalam memahami materi bahasa Indonesia, bersastra, bahasa seni dan sastra (Sanjaya, 2015).

Dengan bahasa orang dapat: menjadi makhluk sosial berbudaya, membentuk pribadi yang baik, menjadi makhluk berpribadi, menjadi warganegara, serta untuk memahami dan berpartisipasi dalam proses pembangunan masyarakat, untuk masa sekarang dan yang akan datang. Masa mendatang kita dipacu oleh kemajuan global salah satunya yang sangat nyata bidang teknologi dan informasi yang semakin canggih dengan kemampuan membaca, menulis seiring kemajuan (Sardiman, 2014)

Bahasa Indonesia di SD merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan aktivitas siswa. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, seseorang dapat berkomunikasi maupun berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang budaya yang tidak sama dan memiliki beragam bahasa daerah. Bahasa Indonesia dapat menjembati kesulitan berkomunikasi dan sekaligus mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia secara baik dan benar menjadi prioritas, sehingga sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dijadikan tempat yang memiliki peran penting dan strategis untuk melaksanakan tugas tersebut (Setyani, 2016).

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dasar mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Pembelajaran di SD ini dapat dibagi menjadi pembelajaran kelas rendah dan kelas tinggi. Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah memiliki kekhasan sendiri. Kekhasan ini tampak dari pendekatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik. Kekhasan juga tampak secara jelas dari materi bahan ajar yang diajarkan di SD kelas rendah (Syafitri et ell, 2018).

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dasar mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Proses pembelajaran Bahasa Indonesia menuntut optimalisasi tidak hanya pada aspek materi, tetapi juga aspek penggunaan metode dan teknik pembelajaran di kelas. roses belajar mengajar memerlukan interaksi yang memadai yang merupakan syarat mutlak untuk berkembangnya belajar bahasa yang optimal (Haryanti et all, 2018).

Bahasa indonesia seharusnya dibelajarkan dengan suasana kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa agar siswa bangkit semangat belajarnya dan efektif serta kondusif,mengingat banyak siswa yang tanpak jenih, bosan dalam pembelajaran. Dan disini guru juga dituntut harus bisa memanfaatkan alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Ini bertujuan semata mata untuk menarik minat belajar siswa sehingga dalam proses pembelajaran berlangsung siswa tidak bosan dan bisa fokus dalam pembelajaran. Pada mata pelajaran Bahasan Indonesia berlangsung banyak siswa yang ribut, dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar (Haryanti & Ade Siti, 2018). Hal ini di indikasikan karena guru belum menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran (Nurdin et all, 2016). Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran belum pernah menggunakan teknik dan metode mengajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam mengajar, guru hanya terpaku pada buku kontekstual. dengan teknik mengajar yang konstektual menjadi pengaruh faktor minat belajar siswa berkurang dalam belajar, karena siswa merasa bosan dan jenuh dalam pembelajaran (Arikunto & Suharsimi. 2010).

Namun, hal ini bukan lah halangan bagi guru untuk mengoptimalkan pembelajaran yang diberikan guru guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Guru bisa saja menggunakan media yang di buatnya sendiriuntuk menunjang minat dan ketertarikan siswa dalam belajar. Sehingga hasil belajar dapat meningkat atau melampaui KKM (Haling et all, 2018).

Oleh karena itu, ketetapan dalam pemilihan media pembelajaran harus dipertimbangkan dengan serius. Karena media pembelajaran berperan sebagai alat bantu dalam pembelajaran dan juga sebagai faktor yang mendukung dalam sukses atau tidaknya guru dalam mendidik siswa menjadi generasi penerus dan dapat dibanggakan prestasinya. Maka guru perlu menggunakan media pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi menarik dan siswa juga ikut aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga dalam hal ini ketiga aspek yang paling utama yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dapat tercapai secara bersamaan. Untuk Mengatasi Hal Tersebut Peneliti Menawarkan Uji Coba Penggunaan Media Pembelajaran Yang Mudah Dan Efisien Serta Ekonomis Yaitu Berupa Media Gambar (Rusma et all, 2015).

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan Sekolah muslim suksa school Lokasi Desa chalung, mueang satun , Provinsi Satun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Menurut Sukardi, (2003) penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Dengan metode ini penulis dapat menganalisa dan memberikan gambaran tentang objek sesuai dengan kondisi sebenarnya. Maksudnya adalah untuk memperoleh gambaran yang sebenarnya antara keserasian teori dan praktek tentang penggunaan media gambar dalam meningkatkan minat belajar pada Siswa Muslim Suksa School. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini Menurut Sugiyono, (2014), yaitu dilakukan dengan alur yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan.

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research). Classroom action research adalah kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi serta kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian di atas ini dilakukan untuk melihat aktivitas pembelajaran dengan penggunaan media gambar pada pelajaran Bahasa Indonesia. Data diperoleh dari aktivitas guru dan siswa serta dari tes kemampuan bercerita siswa. Hasil analisis data terhadap aktivitas siswa diperoleh dari pembelajaran yang berlangsung telah memenuhi kriteria pembelajaran dengan penggunaan media gambar.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data diselenggarakan di Muslim Suska School. Proses pembelajaran yang dijalankan adalah penggunaan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di Muslim Suska School. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi ke sekolah untuk melihat situasi dan kondisi sekolah serta berkonsultasi dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia tentang siswa yang akan diteliti. Kemudian peneliti mempersiapkan instrument pengumpulan data yang terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan rubrik penilaian. Selain itu peneliti juga menggunakan beberapa gambar aktivitas bermain sebagai sarana untuk mengajar. Berdasarkan KKM yang telah ditetapkan disekolah, setiap siswa dikatakan tuntas apabila mendapatkan nilai ≥70 (ketuntasan individual) dan suatu kelas dikatakan tuntas apabila mendapat nilai ≥70% siswa tuntas (ketentuan klasikal).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa hasil pembelajaran siswa pada pelajaran Bahasa

Dapat diketahui dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel 2. Peningkatan hasil belajar siswa dari jumlah sampe sebanyak 34 dapat diketahui bahwasanya sebanyak 28 siswa yang mendapatkan nilai ≥70 (ketuntasan individual) dan dikatakan tuntas, sedangkang 6 siswa diketahui memiliki nilai nilai ≤70) atau tidak tuntas. Namun untuk melihat keberhasilan pembelajaran menggunakan media tebak gambarc dapat dilihat dari persentasi keseluhuhan siswa yang dijadikan sampel penelitian, dikatakan hasil pembelajaran meningkat apabila siswa yang memiliki nilai yang tuntas sebanyak ≥70%. Dengan demikian dari segi hasil pelaksanaan tindakan pembelajaran menggunakan media gambar tersebut dikatakan sudah berhasil karena sebanyak 82,35% siswa memiliki nilai yang berada dia atas nilai KKM.

SIMPULAN
Penggunaan media gambar dalam meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia di Muslim Suska School, dapat mengarahkan siswa untuk dapat menuangkan ide, gagasan dan pikirannya berdasarkan gambar yang disajikan oleh guru sehingga dapat bercerita dengan baik dan benar. Hasil tes evaluasi siswa yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dalam dua siklus yaitu, memperoleh nilai rata-rata 80,55%. Kemampuan bercerita siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung melalui penggunaan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia berada dalam kategori sangat baik. Kualitas penguasaan materi di atas KKM menunjukkan adanya peningkatan.

SARAN
Hasil penelitian yang diperoleh, agar proses pembelajaran lebih efektif dan lebih memberikan hasil maksimal bagi siswa, maka penulis menyampaikan saransaran sebagai berikut:

1. Guru diharapkan agar dapat menggunakan metode yang sesuai dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran.

2. Siswa sebaiknya selalu dilatih keaktivannya dalam belajar menulis narasi. Keaktivan siswa dapat dimotivasi dengan pemberian penguatan. Guru harus aktif memberikan penguatan dan penghargaan kepada siswa yang memberikan respon baik atas umpan balik yang diberikan guru.

3. Diharapkan kepada para peneliti lebih lanjut agar mengambil subyek yang lebih luas dan topik yang lebih umum serta metode yang relavan agar dapat menambah hasil penelitian yang bermakna bagi penelitian berikutnya.

4. Sekolah hendaknya ikut menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang berlangsungnya pembelajaran yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
Intansari, Rini. 2017. Skripsi: Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Tanjung Senang Bandar Lampung. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Bandar Lampung.
Rohaeni, Ina. (2016). Pengaruh Sikap Bahasa terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Negeri 2 Padaherang, Jurnal Diksatrasia, 6(3),1-9.
Sanjaya, Wina. (2015). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Sardiman, AM. (2014). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Pedoman Bagi Guru dan Calon Guru. Jakarta: Rajawali Press.
Setyani, Ricka Intan. 2016. Artikel: Hubungan Antara Pemanfaatan Media Pembelajaran Dan Minat Belajar Dengan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas Xi IPS SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2015/2016. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Safitri, Apriani dan Nurmayanti. 2018. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Masyarakat Bajo. Universitas Muhammadiyah Surabaya: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan (Didaktis).
Haryanti, Ade Siti. 2018. Jurnal: Penggunaan Media Gambar Dan Media Radio Pada Pembelajaran Menulis Deskripsi Siswa Kelas X SMA Tunas Harapan Balaraja-Tangerang. Jurnal Kredo Vol. 1 No. 2 April 2018.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurdin, Syafruddin & Adriantoni. 2016. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.
Rusman, dkk. 2015. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionaltas Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Haling, Abdul dkk. 20017. Belajar dan Pembelajaran.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.