
Penulis: Sekar Waifiola Ayusman
Universitas Pamulang
JurnalPost.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan saat ini. AI semakin sering digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Banyak siswa dan mahasiswa memanfaatkan AI untuk mencari informasi, membantu mengerjakan tugas, menerjemahkan bahasa, hingga memahami materi pelajaran yang sulit. Menurut saya, kehadiran AI dalam dunia pendidikan merupakan sebuah kemajuan yang dapat memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Di satu sisi, AI mampu membantu siswa belajar dengan lebih mudah dan cepat. Materi yang sebelumnya sulit dipahami dapat dijelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana. Selain itu, siswa dapat memperoleh informasi kapan saja tanpa harus menunggu jadwal pelajaran di sekolah. Hal ini tentu dapat meningkatkan efektivitas proses belajar dan membantu siswa menjadi lebih mandiri dalam mencari pengetahuan.
Namun, di sisi lain, penggunaan AI yang tidak tepat juga dapat menimbulkan masalah. Saat ini masih banyak siswa yang menggunakan AI hanya untuk menyalin jawaban tugas tanpa memahami isi materi yang dipelajari. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah. Jika terus dilakukan, siswa akan menjadi terlalu bergantung pada teknologi dan kurang mampu mengembangkan kemampuan mereka sendiri.
Menurut saya, AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti proses belajar itu sendiri. Guru dan sekolah juga perlu memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Siswa harus tetap membaca sumber belajar lain, berdiskusi dengan guru, serta berusaha memahami materi sebelum menggunakan bantuan AI.
Pada akhirnya, perkembangan AI tidak dapat dihentikan dan akan terus menjadi bagian dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, yang terpenting bukanlah menolak keberadaan AI, melainkan memanfaatkannya secara bijaksana. Jika digunakan dengan benar, AI dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa menghadapi tantangan di masa depan. Sebaliknya, jika digunakan secara berlebihan dan tanpa tanggung jawab, AI justru dapat menghambat perkembangan kemampuan belajar seseorang. Karena itu, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan usaha belajar mandiri harus tetap dijaga agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.



