• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA

Editor Redaksi
10 Januari 2024
in Makalah

Tutik Handayani
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,

Valentino Andika Prabowo
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,

Muhammad Rafi Setiadi
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,

Farel Alvi Fahreza
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,

ABSTRAK

Tiktok merupakan salah satu aplikasi media sosial yang marak di gunakan untuk menghibur, belajar maupun mempromosikan produk dan jasa. Rata- rata pengguna media sosial tiktok yaitu remaja maupun dewasa di kisaran umur 13 – 34 tahun. Peran aktif kalangan muda dalam mengikuti trend yang ada di media sosial Tiktok, memunculkan dampak yang cukup tinggi terhadap pengembangan karakter para mahasiswa.Penelitian ini di gunakan untuk menganalisis sistem keikutsertaan pada trend yang sedang berlangsung yang dapat memberikan perubahan baik maupun buruk pada perkembangan mahasiswa, mulai dari cara berinteraksi, pengembangan kreativitas dan skill diri serta manajemen waktu.Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara mendalam mengenai penggunaan media sosial tiktok dalam mempengaruhi pengembangan karakter mahasiswa serta dampak yang di timbulkan lainnya. Adanya media sosial tiktok di harapkan dapat memudahkan perancangan sistem pembelajaran dalam dunia pendidikan secara lebih baik.

Kata kunci: Tiktok, media sosial, tren, pengembangan karakter.

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi telah merambah ke seluruh lapisan masyarakat hingga memainkan peran krusial dalam kemajuan global. Pengaruh teknologi tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi, tetapi juga membentuk budaya baru, terutama melalui media sosial yang memungkinkan komunikasi global dan menciptakan tren baru. Salah satu contohnya adalah platform hiburan digital seperti TikTok.
TikTok salah satu aplikasi berbasis video, awalnya digunakan sebagai sarana hiburan dengan konten berupa kompilasi musik dan video. Namun, perkembangannya telah meluas ke ranah pendidikan dan dunia kerja dengan menyajikan konten yang lebih inspiratif. Dampaknya terlihat dalam perubahan dalam proses belajar mengajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pengaruh TikTok, khususnya di tingkat perguruan tinggi, terlihat dalam perubahan pola komunikasi, pertukaran informasi, dan cara belajar mahasiswa. Aplikasi ini menyediakan beragam informasi, ide kreatif, proyek kolaboratif, dan fasilitas diskusi, memberikan warna baru dalam lingkungan akademis.

Kelebihan belajar melalui TikTok mencakup kemampuan untuk mengasah kreativitas mahasiswa sesuai dengan preferensi generasi digital. Namun, perlu diingat bahwa perubahan ini juga perlu diperhitungkan, terutama terkait dengan efek yang mungkin timbul. Konten TikTok dapat memicu perubahan dalam etika, sikap, tata bahasa, gaya hidup, dan privasi mahasiswa. Penggunaan berlebihan aplikasi TikTok juga dapat memiliki dampak pada produktivitas mahasiswa. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi, seperti TikTok, mempengaruhi perkembangan karakter mahasiswa perlu diperhatikan. Dengan memelihat aspek-aspek tersebut, kita dapat merespons perubahan ini secara bijaksana untuk memaksimalkan manfaat positif dan mengatasi potensi risiko pada pengembangan karakter mahasiswa.

B. Kerangka Teori
Media sosial adalah sebuah sarana berbasis internet yang di gunakan oleh penggunanya untuk dapat berinteraksi, berbagi konten, dan melakukan aktivitas sosial secara online. Hal tersebut meliputi adanya platform digital yang memberikan fasilitas – fasilitas komunikasi dengan berbagai jenis, mulai dari chat, video, komentar, pesan dan fitur lainnya.

Sedangkan menurut Mark Hopkins, media sosial merupakan sebuah konsep yang meliputi berbagai platform digital, termasuk namun tidak terbatas pada sistem seperti FriendFeed, Facebook, dan sejenisnya yang umumnya dianggap sebagai jejaring sosial. Dengan artian bahwa platform media sosial tersebut memiliki unsur sosial yang memungkinkan komunikasi publik. Salah satu platform media sosial yang menjadi sarana hiburan juga sara bersosialisasi yaitu aplikasi Tiktok.

Aplikasi TikTok merupakan aplikasi berbentuk media sosial yang memfokuskan penggunaannya yang sebagian besar adalah anak-anak remaja awal hingga dewasa untuk menampilkan video, foto serta video live dari penggunanya, hampir mirip dengan aplikasi Instagram. Video dan foto di aplikasi ini dapat memberikan efek cantik, mulus tanpa noda serta penambahan emotion yang lucu-lucu dan menakutkan yang dapat digunakan oleh pengguna di aplikasi TikTok.

Aplikasi ini bertujuan untuk menciptakan suasana hati user yang semula sedih menjadi ceria kembali, yang tadinya gembira menjadi marah dan bermacam-macam sikap lainnya. Aplikasi ini juga dapat digunakan oleh pengguna untuk menciptakan karya-karya yang indah melalui tarian-tarian ataupun gerakan-gerakan yang dapat meningkatkan karya seni yang indah. Dengan adanya hal tersebut, penggunaan TikTok harus selektif untuk memilih tontonan mereka, karena hal ini dapat berpengaruh ke tumbuh kembang karakter mereka, khususnya remaja-remaja yang berada di jenjang perkuliahan.

Bahkan sebuah riset dari Singapura “We Are Social” menyatakan: bahwa sejak Januari 2014 pengguna internet aktif di Indonesia mencapai 72,7 juta orang, dan hampir sebanyak 98% memiliki akun media sosial. Hal ini membuktikan bahwa dunia maya telah memiliki tempat khusus dalam keseharian masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa dunia maya telah menjadi bagian integral dari keseharian masyarakat, dan oleh karena itu, penting untuk memahami dampaknya terutama dalam penggunaan platform seperti TikTok.

C. Metode Penelitian
Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami kondisi yang muncul selama proses penelitian, sehingga dapat menyajikan data yang mendalam dan akurat terkait fenomena yang sedang di teliti. Pada metode penelitian kualitatif, persepsi terkit obyek penelitian dapat memberikan kebebasan dalam mengexplore fenomena tersebut. Sedangkan teknik yang di gunakan pada penelitian ini yaitu simak catat. Mahsun (2017:92) mengatakan bahwa teknik simak dilakukan karena dalam teknik ini hakikatnya penyimakan diwujudkan dengan penyadapan untuk menyadap penggunaan bahasa seseorang atau beberapa orang yang menjadi informan.

Dalam mengumpulkan data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik masalah yang akan diteliti. Teknik simak catat digunakan sebagai pendekatan dalam pencarian data, di mana peneliti secara aktif menyimak dan mencatat data yang ditemukan menggunakan kata-kata atau bahasa yang digunakan oleh responden (Sudaryanto, 1993:133). Teknik catat kemudian diterapkan sebagai lanjutan dari teknik simak, di mana data yang telah ditemukan dan disimak dicatat sebagai bukti-bukti yang akan dianalisis lebih lanjut (Mahsun, 2012:03). Sedangkan menurut Sudaryanto (2016:205) mengatakan bahwa teknik catat yaitu teknik pencatatan pada kartu data yang segera dilanjutkan dengan klasifikasi. Dengan demikian, teknik catat menjadi langkah penting dalam pengelolaan data dan analisis untuk menyajikan temuan yang lebih terperinci dan lebih berstruktur.

D. Hasil Dan Pembahasan
Pengaruh aplikasi TikTok pada kalangan mahasiswa.
Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Fauziah, Agustin, Setiawan (2021), TikTok sebagai suatu aplikasi sendiri memiliki manfaat positif dan negatif, di antaranya adalah:

Manfaat Positif
• Mampu menghibur orang lain jika mereka berada dalam keadaan sedang sedih serta jenuh, mampu mengembangkan kreatifitas melalui fitur editing video yang ada di fitur aplikasi. Dengan adanya konten-konten yang mampu memberikan informasi yang bermanfaat serta pengetahuan kepada orang lain melalui penggunaan aplikasi TikTok, pengguna yang sedang berselancar di aplikasi dapat mendapatkan informasi baru yang berguna bagi kehidupan mereka

• Menurut beberapa mahasiswa yang diteliti, mereka lebih sering mendapatkan informasi dan berita yang update dari TikTok, daripada media massa lain seperti TV, Radio, dan Portal berita online. Hal ini menunjukkan jika TikTok dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang update, baik informasi nasional ataupun internasional.

Efek Negative
• Terjadinya pemborosan waktu yang terbuang sia sia pada waktu mahasiswa, maraknya penggunaan TikTok, baik di waktu senggang ataupuk tidak dapat memengaruhi sifat manajemen waktu seseorang sehingga mereka tidak dapat mengatur waktunya dengan baik. Dengan menggunakan Tiktok, waktu mahasiswa hanya terbuang sia sia karena mereka fokus untuk scroll beranda FYP mereka di tiktok yang mereka rasa sangat menarik, tetapi mereka tidak mendapatkan apa apa dari video tersebut sehingga pekerjaan yang seharusnya mereka kerjakan menjadi tertunda, bahkan tidak mereka kerjakan.

• Aplikasi TikTok terkenal akan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Banyak mahasiswa Indonesia yang akan rawan menerima berita yang tidak benar atau biasa disebut dengan Hoax, informasi yang dibagikan melalui aplikasi Tiktok ini belum tentu akurat dan benar. Hal ini dikarenakan banyaknya content creator tak bertanggung jawab yang dengan asal membagikan konten mereka. Maka dari itu apabila pengguna tidak bisa menerima dan menyaring informasi yang disajikan dengan benar, bisa terjadi hal buruk bagi dirinya sendiri dan orang lain karena mereka memercayai berita yang belum tentu benar adanya.

Faktor yang memengaruhi pengembangan karakter mahasiswa Indonesia oleh aplikasi Tiktok
Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Kusanti, Risyan, dan Armelsa (2021), ada beberapa faktor yang dapat menjadi alasan mengapa mahasiswa Indonesia menggunakan aplikasi TikTok yang akhirnya berpengaruh pada pengembangan karakter mereka, yaitu :

• Dilihat dari perspektif Gender: Dari hasil penelitian, faktor jenis kelamin menjadi salah satu faktor mengapa mahasiswa menggunakan aplikasi TikTok, mahasiswa perempuan berada pada persentase tertinggi dalam hal ini, yaitu sebanyak 109 responden (56.8%). Hal ini karena perempuan mempunyai rasa lebih ingin tahu dan narsis membuat dan mengunggah konten video di Tiktok dibandingkan dengan jenis kelamin laki-laki, kemudian responden laki-laki tercatat sebanyak 83 responden (43.2%) karena responden laki-laki kurang memiliki passion dalam membuat konten di TikTok. Hal ini menunjukkan perkembangan karakter mahasiswa perempuan lebih rentan berubah karena konten di TikTok daripada laki-laki.

• Dilihat dari perspektif usia: Faktor umur menjadi faktor lainnya mengapa mahasiswa menggunakan aplikasi TikTok, sebanyak 54 responden berumur 17 tahun keatas menggunakan aplikasi TikTok karena mereka menganggap jika TikTok mempunyai konten yang bermanfaat bagi kehidupan mereka. Hal ini menunjukkan jika faktor umur menjadi salah satu alasan mengapa mahasiswa menggunakan TikTok yang berujung pada perubahan karakter mereka berdasarkan apa yang mereka tonton.

• Dilihat dari peningkatan Percaya Diri saat Mengunggah dan Melihat Video TikTok: Mahasiswa Indonesia sebagian besar masih menyimpan rasa malu dan tidak percaya diri saat berada di lingkungan sosial. Bagi mereka, mengunggah dan menerapkan tips-tips untuk kehidupan yang disajikan dalam aplikasi TikTok dapat membuat mereka lebih percaya diri untuk menghadapi kehidupan mereka.

Melawan efek negatif dalam pengembangan karakter mahasiswa Indonesia dari aplikasi TikTok

TikTok dengan mudah berkembang dengan memiliki banyak peminat dan menjadi populer khususnya di kalangan mahasiswa. Hadirnya TikTok memberikan kebebasan bagi para penggunanya untuk berkomunikasi. Namun, terdapat efek negatif dari penggunaan TikTok dalam pengembangan karakter mahasiswa. Kecanduan merupakan salah satu efek negatif dari penggunaan TikTok. Kecanduan dapat membuat mahasiswa teralihkan dari kegiatan sosial dalam kehidupan nyata.

Mengontrol diri dengan baik sebagai individu akan memperkecil kemungkinan individu mengalami kecanduan. Menguasai diri sendiri dapat dilakukan dengan mengontrol diri, sehingga individu dapat mengatur pikiran, perasaan, dan tingkah laku. Selain itu, kecanduan TikTok dapat diatasi melalui bimbingan individu. Bimbingan individu yang merupakan bentuk layanan yang paling utama dalam mengatasi permasalahan individu. Bimbingan individu adalah proses bimbingan yang dilakukan secara individu untuk membantu mengatasi permasalah baik permasalahan individu maupun permasalahan antar individu. Dengan adanya bimbingan individu bertujuan agar individu menjadi kreatif, produktif, dan mandiri. Bimbingan ini dapat dilaksanakan secara individu (face to face) agar dapat mengarahkan mahasiswa menjadi individu yang berkembang. Hal itu akan berdampak kepada keefektifan dalam hidup, baik dalam kehidupan di kampus maupun dalam masyarakat.

E. KESIMPULAN
Pengaruh media sosial TikTok terhadap pengembangan karakter mahasiswa bersifat kompleks, dengan adanya aspek positif dan negatif. Penting bagi mahasiswa untuk mengelola penggunaan TikTok secara bijak sambil memahami dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan perkembangan pribadi mereka. Sementara itu, institusi pendidikan perlu memainkan peran dalam memberikan pemahaman dan dukungan terhadap penggunaan media sosial dengan cara yang positif dan produktif.

Dalam keseluruhan, pengaruh media sosial TikTok terhadap pengembangan karakter mahasiswa adalah fenomena yang kompleks dengan dampak positif dan negatif. TikTok sebagai platform kreatif memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengeksplorasi kreativitas dan ekspresi diri mereka. Keterlibatan aktif di platform ini juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal mereka. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengarah pada pengabaian tugas akademis, menyebabkan kurangnya fokus dan produktivitas.

Tingginya eksposur terhadap konten yang menggambarkan kehidupan ideal dapat memicu perasaan kurang percaya diri dan pembandingan sosial, memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Kritik dan stigmatisasi di platform ini juga dapat memberikan tekanan psikologis. Sementara TikTok dapat menjadi sumber dukungan emosional dan komunitas, penting untuk mengelola konsumsi konten agar tidak membawa dampak negatif.
Pendidikan digital dan literasi media menjadi kunci untuk membantu mahasiswa memahami etika digital, hak privasi, dan cara menggunakan TikTok secara positif. Institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memasukkan aspek-aspek ini ke dalam kurikulum dan menyediakan sumber daya untuk mendukung mahasiswa dalam penggunaan media sosial dengan bijak.

Dalam menghadapi fenomena media sosial, baik mahasiswa maupun institusi pendidikan perlu mempertimbangkan bahwa penggunaan TikTok haruslah seimbang, diatur dengan bijak, dan selaras dengan tujuan pendidikan. Kesadaran terhadap dampak positif dan negatif TikTok dalam pengembangan karakter mahasiswa merupakan langkah awal untuk mengoptimalkan manfaat platform ini sambil menjaga keseimbangan dalam kehidupan akademis dan pribadi.

DAFTAR PUSTAKA
Meliyati, Wiwim. 2022. Upaya Mengatasi Anak Kecanduan Aplikasi TikTIk (TikTok Syndrome) DI Desa Mulyosari Kecamatan Metro Barat Kota Metro. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung,
Rahmana, P. N., & Damariswara, R. (2022). PEMANFAATAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA EDUKASI DI ERA GENERASI Z. Akademika: Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(02), 401-410.
Devi, A. A. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(1), 1-5.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.