
Aceh Tamiang, JurnalPost.com – Upaya pemulihan pascabanjir terus dilakukan di wilayah Kecamatan Manyak Payed. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Muhammad Zacky Ardhyan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak banjir di Desa Pahlawan Kuala Simpang, Kecamatan Manyak Payed, pada 7 Maret 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada penyaluran logistik berupa kain sarung, mukena, dan sajadah kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu warga memulihkan kembali aktivitas ibadah harian yang sempat terganggu akibat bencana, sekaligus mengembalikan rasa nyaman dan ketenangan psikologis masyarakat setelah masa tanggap darurat.
Menurut pelaksana kegiatan, penyaluran perlengkapan ibadah dipilih karena memiliki relevansi kuat dengan karakter sosial masyarakat Manyak Payed yang religius. Selain itu, kebutuhan tersebut dinilai bersifat mendesak dan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan ibadah akibat banjir.
“Banjir tidak hanya merusak rumah dan lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas spiritual masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap warga dapat kembali menjalankan ibadah dengan layak dan bermartabat,” ujar Muhammad Zacky Ardhyan dalam keterangannya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi bersama aparat desa dan tokoh masyarakat setempat. Koordinasi ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran serta diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. Selain menjadi bentuk bantuan logistik, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pendampingan sosial bagi masyarakat dalam masa pemulihan pascabanjir.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari LPPM Universitas Samudra sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Program ini menekankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
Datok Desa Pahlawan Kuala Simpang menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menilai bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang berupaya kembali menata kehidupan pascabanjir.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada LPPM Universitas Samudra atas terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat tanggap darurat di desa kami. Bantuan ini sangat membantu warga dalam memulihkan aktivitas ibadah mereka,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, terutama program-program yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, dukungan dari perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
Selain memberikan bantuan perlengkapan ibadah, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran akademisi di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam aspek sosial, lingkungan, maupun psikologis.
Dengan terlaksananya penyaluran bantuan ini, diharapkan proses pemulihan sosial masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Manyak Payed dapat berjalan lebih cepat. Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat bangkit dan pulih dari bencana.
Kegiatan pengabdian ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek sosial dan spiritual masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat Desa Pahlawan Kuala Simpang dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan semangat baru dan rasa kebersamaan yang semakin kuat




