• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING RAMAH LINGKUNGAN MENGUNAKAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI SOLUSI PENGURANGAN LIMBAH MINYAK DI PONDOK SUKANTANI PERMAI, RAJEG

Editor Redaksi
6 Januari 2024
in Makalah

1Asep Ahmad N, 2Anada Alamsyach, 3Muhamad Dion Dwi Y, 4Rahmat Maulana
Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pamulang
Jl. Witana Harja No. 18b, Pamulang Barat, Kec. Pamulang. Kota Tangerang Selatan, Banten. 15417

ABSTRAK


Limbah rumah tangga seperti minyak jelantah berpotensi merusak lingkungan apabila dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu perlu ide kreatif dan inovatif yang dapat mengolah minyak jelantah menjadi olahan yang bernilai. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring, melatih ibu ibu PKK dan sebagai inovasi untuk mengatasi banyaknya volume limbah minyak jelantah di kawasan kelurahan sukatani, rajeg. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan sosialisasi dan pendampingan untuk pelatihan pembuatan sabun cuci piring. Metode kegiatan menggunakan Community development yang dilaksanakan yaitu; 1) Pengumpulan fakta, 2) perumusan masalah, 3) perencanaan program, 4) aksi dan komuniksi dan 5) evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan tepat waktu. Peserta menunjukan antusiasme cukup tinggi dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Kelemahan yang dialami adalah produk sabun cuci yang dihasilkan oleh ibu-ibu PKK belum sempurna. Hal ini hanya dikarenakan peserta cenderung terburuburu dan hanya membutuhkan kebiasaan saja dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya.

ABSTRAK

Household waste such as cooking oil has the potential to damage the environment if it is disposed of without processing it first. Therefore, creative and innovative ideas are needed that can process used cooking oil into valuable products. Processing used cooking oil into dish soap which aims to increase knowledge about innovations in processing used cooking oil into dish soap, train PKK mothers and as an innovation to overcome the large volume of used cooking oil waste in the Sukatani village area, Rajeg. This activity was carried out with a socialization approach and training methods for making dish soap. The method of activities using Community development carried out are; 1) Fact collection, 2) problem formulation, 3) program planning, 4) action and communication and 5) evaluation. Participants showed quite high enthusiasm as evidenced by the number of participants who asked questions. The weakness experienced is that the soap products produced by participan are not perfect. This is only because participants tend to be in a hurry and only need habits in the implementation of the next activity.

PENDAHULUAN
Kelurahan Sukatani Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, merupakan daerah dengan pemukiman padat penduduk. Di sisi perkonomian pertumbuhan penduduk dan perkembangannya mengalami peningkatan. Perkembangan dan peningkatan bentuk dan jumlah penduduk berdampak pada bertambahnya kebutuhan bahan pokok yang dipergunakan terutama adalah minyak goreng. Kebutuhan minyak goreng di rumah tangga wilayah perdesaan tersebut menjadi cukup banyak. Hasil survey awal oleh kelompok menunjukkan bahwa rata-rata setiap keluarga dengan dua anak membutuhkan 2 hingga 3 kilo minyak goreng per-minggunya. Kondisi tersebut bisa dikatakan bahwa minyak goreng menjadi kebutuhan penting untuk konsumsi sehari-hari.

Kebutuhan minyak goreng tersebut tidak lepas dari penggunaannya dalam memenuhi konsumsi keluarga sehari hari. Masyarakat masih dominan menu gorengan sebagai lauk utama maupun pendamping saat mengkonsumsi makanan. Minyak bekas penggorengam memang masih bisa dipergunakan 3 hingga sampai 4 kali namun semakin banyak digunakan maka kandungan minyak jenuh meningkat sehingga membahayakan kesehatan. Bahkan untuk penjual makanan maka limbah minyak goreng ini menjadi potensi ancaman penyakit bagi tubuh karena cenderung digunakan berkali-kali untuk menggoreng makanan. Hal tersebut perlu diwaspadai mengingat minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa kimia bersifat karsinogenik yang terjadi karena pemanasan berulang saat menggoreng sehingga berpotensi menyebabkan penyakit kanker apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang Panjang.

Minyak bekas penggorengan atau yang disebut jelantah tersebut biasanya hanya dibuang di tanah, selokan maupun di air yang mengalir sehingga berpotensi merusak lingkungan sekitar. Permasalahan pembuangan limbah minyak jelantah tersebut perlu mendapat perhatian serius sebagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kondisi tersebut merupakan permasalahan kompleks yang bisa disebabkan karena terbatasnya edukasi masyarakat untuk mengolah lebih lanjut minyak jelantah tersebut menjadi produk lain.

Minyak jelantah dapat dimanfaatkan lagi setelah mengalami penjernihan dan dibuat sebagai olahan non pangan yang mempunyai kebermanfaatan dalam keperluan rumah tangga, salah satunya adalah menjadikan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan sabun padat (Saragih, 2021). Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengubah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring. Metode yang relative mudah dilaksanakan dengan alat dan bahan yang mudah didapatkan diyakini dapat dilakukan oleh masyarakat di wilayah kelurahan Sukatani, Kabupaten Rajeg. Latar belakang ibu-ibu rumah tangga yang rata-rata adalah sekolah menengah atas (SMA) cenderung lebih mudah dikenalkan dengan hal baru, seperti halnya mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring ini.

Sabun merupakan garam logam alkali (biasanya natrium atau kalium) dari asam lemak, yang dipergunakan untuk mencuci serta mengemulsi dengan dua komponen utama asam lemak dan sodium atau potasium. Sabun dibuat dengan reaksi kimia yang mencampurkan larutan NaOH dengan minyak atau lemak, yang melalui reaksi kimia sehingga NaOH akan mengubah minyak (lemak) menjadi sabun. Proses kimia ini disebut dengan saponifikasi. Biasanya bentuk sabun secara umum adalah padat dan cair. Dalam kegiatan yang akan dilakukan bentuk sabun yang dibuat adalah sabun cuci piring mengingat bahan yang dipergunakan adalah limbah minyak jelantah.

Berdasarkan uraian yang disampaikan maka kegiatan pengabdian yang dilakukan memiliki tujuan antara lain; 1) meningkatkan pengetahuan tentang inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring, 2) melatih dan mendampingi ibu-ibu PKK di kelurahan Sukatani, Kabupaten Rajeg untuk memanfaatkan limbah dari minyak jelantah menjadi sabun cuci piring, dan 3) menjadi alternatif solusi mengatasi banyaknya volume limbah minyak jelantah di kawasan Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

METODE PELAKSANAAN
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di perum Sukatani Permai, Daerah tersebut kami pilih untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, dikarenakan desa tersebut merupakan wilayah padat penduduk. Sehimgga limbah rumah tangga seperti, minyak jelantah sangat banyak yang terbuang sia-sia. Maka dari itu kegiatan ini dilakukan untuk menanggulangi limbah rumah tangga yaitu minyak jelantah, pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring ini sebagai langkah edukasi awal meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan menggunakan metode Community Development dengan langkah-langkahnya

1. Pengumpulan fakta
2. Perumusan masalah
3. Perencanaan program
4. Aksi dan Komuniksi
5. Evaluasi

Pelaksanaan kegiatan di bulan November 2023, bertempat di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Peserta yang mengikuti kegiatan adalah ibu-ibu PKK di kelurahan Sukatani dengan perwakilan dasawisma dari masing-masing RT. Keseluruhan peserta yang terdata berjumlah 30 orang. Menjaring data untuk mengetahui informasi awal peserta terkait minyak jelantah serta apa saja yang dilakukan terhadap limbah rumah tangga tersebut dilakukan dengan memberikan angket. Selain itu isian angket juga meminta pendapat serta saran dari peserta terkait kegiatan pengabdian yang dilakukan. Analisis data terhadap isian hasil angket dilakukan secara kualitatif untuk mengetahu respon dari peserta.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan disalah satu desa di desa Kanigoro Kota Madiun. Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan didasarkan pada hasil pemetaan permasalahan yang mereka hadapi. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan sosialisasi dan metode pelatihan pembuatan sabun cuci piring. Sebelum pelaksanaan pengabdian dilakukan, tim sudah membuat dan menguji produk sabun di laboratorium Universitas Pamulang. Namun disampaikan oleh tim pengabdian bahwa bahan serta peralatan yang dibutuhkan dapat dibeli dengan mudah pada toko bahan kimia dan toko alat rumah tangga di wilayah Pamulang. Menjadi perhatian utama adalah masih dibutuhkannya pembiasaan bagi peserta untuk mengikuti langkah kerja atau prosedur pembuatan sabun terutama adalah takaran yang sesuai serta waktu yang dibutuhkan dalam setiap tahapannya. Masing-masing setiap peserta butuh melakukannya sendiri secara langsung dengan modal pemahaman dan pelaksanaan selama pengabdian.

KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan membutuhkan pendampingan lebih lanjut sehingga membawa dampak yang lebih besar kepada peserta yang didominasi ibu-ibu PKK. Kegiatan yang sama diharapkan dapat diperluas kepada peserta di wilayah lain sehingga terjadi sinergi antara masyarakat dengan akademisi. Dampak peningkatan ekonomi juga dapat disasar melalui kegiatan yang sama dengan skala yang lebih luas termasuk menambahkan teknik pemasaran berbasis teknologi untuk mendapatkan pasar global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan materi tentang pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring di Kelurahan Kanigoro Kota Madiun dapat dilaksanakan dengan baik. Hasil produk sabun cuci piring yang dihasilkan masih membutuhkan beberapakali pembiasaan sehingga peserta dapat lebih peka dengan proses yang dilakukan dalam membuat sabun. Peserta mengakui bahwa kegiatan yang dilakukan mampu memberikan wawasan baru dan inovasi dalam pengolahan limbah minyak jelantah sehingga tidak menjadi potensi penyebab kerusakan lingkungan.

UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis menyampaikan Terima Kasih kepada Pimpinan Universitas Pamulang, Bapak ketua RT Bapak Saefulloh, Masyarakat Perum Sukatani Permai, serta Teman-teman kelas atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2023. Terima kasih juga disampaikan kepada Lembaga Pendidikan Mahasiswa (LPM) Universitas Pamulang.

REFERENSI
Baroroh Ma, I., Wulan Agustina, U., Afiv Whayudi, M., Wahab Hasbullah, K. A., Biologi, P., & A Wahab Hasbullah, U. K. (2021). Pelatihan Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromateraphy Pada Pemuda Karang Taruna Desa Sumur Bandung Lampung Timur. 2(1), 2774– 6755
Khuzaimah, S. (2016). Pembuatan Sabun Padat dari Minyak Goreng Bekas Ditimjau dari Kinetika Reaksi Kimia. Teknik Kimia, 2(2), 42–48.
Mukhlison, M., Khudlori, R., & Setyawan, D. (2021). Pembuatan Sabun Menggunakan Minyak Jelantah Guna Mengurangi Pencemaran Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung, 1, 89–97. https://doi.org/10.33479/senampengmas.2021.1.1.89-97
Saragih, A. B. (2021). Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Pembuatan Sabun Padat.
Suroso, A. S. (2013). Kualitas Minyak Goreng Habis Pakai Ditinjau dari Bilangan Peroksida , Bilangan Asam dan Kadar Air. Jurnal Kefarmasian Indonesia, Vol 3(2), 77–88.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.