
Surabaya, JurnalPost.com — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membawa inovasi baru bagi pengelolaan sampah di wilayah Ngagel Rejo RW 08. Melalui program ini, mahasiswa berhasil menciptakan Alat Press Sampah Manual untuk membantu Bank Sampah RW 08 meningkatkan efektivitas proses pemadatan sampah.
Selama ini, pengelola Bank Sampah masih melakukan pemadatan secara manual dengan cara menginjak sampah menggunakan kaki. Cara tersebut memakan waktu, membutuhkan tenaga besar, dan dianggap kurang higienis serta berisiko bagi kesehatan.
Menurut Pak Mimbar, pengelola Bank Sampah RW 08, metode lama sangat melelahkan. “Dengan alat ini, prosesnya jadi cepat dan tidak terlalu melelahkan,” ujarnya setelah mencoba alat tersebut.
Inovasi Teknologi Tepat Guna dari Mahasiswa
Melihat kondisi di lapangan, mahasiswa merancang inovasi sederhana berupa alat press sampah yang kokoh, higienis, dan mudah digunakan. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan tekanan dari tuas manual yang mampu memadatkan sampah secara lebih stabil dan terarah.
Proses pembuatan alat dilakukan berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan masukan dari pengelola Bank Sampah. Penyesuaian dilakukan pada ukuran wadah, kekuatan rangka, dan panjang tuas agar alat sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Komponen Utama Alat Press Sampah
1.Rangka besi utama untuk menopang tekanan
2.Tuas penekan yang mudah dioperasikan
3.Wadah pemadatan tempat sampah dipadatkan
4.Sistem engsel dan pengunci demi keamanan
Efisiensi Meningkat, Kontak dengan Sampah Berkurang
Setelah implementasi alat press, proses pemadatan sampah menjadi jauh lebih cepat dan ringan. Jika sebelumnya pengelola harus menginjak sampah secara manual, kini cukup menekan tuas dengan tenaga lebih kecil.
Berikut perbandingan kondisi sebelum dan sesudah penggunaan alat
| Sebelum Penggunaan | Sesudah Penggunaan |
| Menginjak sampah manual | Pemadatan menggunakan alat press |
| Tenaga besar di perlukan | Tenaga lebih ringan,cukup menekan tuas |
| Kurang higienis | Minim Kontak langsung dengan sampah |
| Waktu pemadatan lama | Proses lebih cepat dan rapi |
Harapan ke Depan
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas Bank Sampah RW 08 serta menjadi contoh penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi wilayah lain. Ke depan, alat ini masih berpotensi dikembangkan agar semakin kuat, efisien, dan dapat memenuhi kebutuhan pemadatan sampah dalam jumlah lebih besar.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, mahasiswa Untag Surabaya menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.




