
Oleh: Irfan Nur Haqqi
JurnalPost.com – Kemajuan industri yang ada di Indonesia memiliki perkembangan yang semakin cepat yang memberikan dampak positif bagi perekonomian indonesia. Perkembangan pada sektor industri yang terus cepat seperti industri makanan, tekstil, energi, hingga industri pengolahan bahan baku. Keberadaan industri tersebut tentu sangat penting karena dapat membuka lapangan pekerjaan serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, di sisi lain perkembangan industri juga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti meningkatnya jumlah limbah industri yang banyak sekali dihasilkan melalui proses produksi.
Sisa dari hasil produksi atau yang disebut limbah dari industri merupakan hasil produksi yang berbentuk cair, padat, dan gas. Limbah- limbah tersebut apabila tidak diurus/dikelola dengan benar, itu akan menimbulkan dampak negatif yaitu pencemaran terhadap lingkungan. Pencemaran terhadap lingkungan yaitu pada air, tanah, bahkan udara yang pada intinya dapat mengganggu berbagai kesehatan pada manusia dan dapat merusak berbagai ekosistem yang berada di lingkungan. Pemahaman terhadap pengelolaan limbah pada industri merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan dan sangat penting diketahui.
Berdasarkan pemikirian dan data yang saya baca, permasalahan limbah industri yang ada di indonesia masih menjadi tantangan yang sangat besar dan masih banyak industri yang belum mengelola limbahnya dengan optimal dan masi kurang tepat sehingga limbah- limbah dari produksi yang dihasilkan industri secara langsung dibuang ke lingkungan sekitar industri tanpa melalui berbagai proses pengolahan yang tepat. Dampak negatif dari pembuangan limbah langsung ke lingkungan sekitar yaitu pencemaran air, kerusakan ekosistem, dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang saya baca dari berbagai jurnal dan website kementrian lingkungan jumlah limbah dari bahan-bahan yang berbahaya dan terdapat racun (B3) yang dihasilkan Indonesia mencapai sekitar 60 juta ton setiap tahun. Limbah tersebut berasal dari berbagai industri yang ada di indonesia seperti manufaktur, pertambangan dan energi. Limbah dari B3 umumnya terkandung berbagai zat-zat kimia yang sangat bahaya yang bisa mencemarkan lingkungan sekitar apabila tidak ditangani dengan tepat, dari data yang ada menunjukkan bahwa pengolahan limbah-limbah yang ada di industri menjadi masalahan yang penting dan membutuhkan perhatian serius.
Berdasarkan pemikiran saya, bidang yang berperan sangat penting dalam menyelesaikan masalah limbah-limbah yang ada di industri yaitu teknik kimia. Teknik kimia itu tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi mempelajari bagaimana cara mengolah limbah agar tidak mencemari lingkungan yang ada disekitar industri. Pemanfaatan berbagai proses dalam ilmu kimia, limbah dari industri bisa diproses menjadi produk yang berguna. Peran mahasiswa teknik kimia yaitu limbah industri harus dianggap sebagai sesuatu yang berguna. Pengolahan limbah dengan baik, limbah justru dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai yang berharga. Contoh sederhana pemanfaatan limbah yang banyak dibahas teknik kimia adalah pemanfaatan jelatah atau minyak goreng menjadi biodisel.
Jelantah atau minyak goreng salah satu limbah rumah tangga dan idustri yang banyak sekali dihasilkan, apabila minyak jelantah dibuang langsung atau sembarangan dapat mencemari lingkungan sekitar. Melalui proses dari kimia yang disebut dengan transesterifikasi, jelantah atau minyak goreng dapat menjadi bahan bakar yang alternatif. Keunggulan biodisel dari jelantah atau minyakgoreng yaitu sangat ramah terhadap lingkungan dibandingkan fosil.
Berdasarkan jurnal yang saya baca dan diteliti dengan Prasetyo pada tahun 2018 dimana penelitian tentang jelantah menjadi biodisel menunjukkan jelantah memiliki peluang yang sangat besar dan bisa untuk jadi bahan dalam biodisel, hasil penelitian yang dilakukan Prasetyo pada tahun 2018 memperlihatkan bahwa jelantah atau minyak goreng menjadi biodisel memiliki karakter yang hampir sama dengan bahan bakar biodisel dengan menggunakan fosil, sehingga bahan bakar biodisel dengan menngunakan jelantah atau minyak goreng bisa digunakan untuk bahan bakar alternatif pengganti fosil dan juga membantu mengurangi limbah minyak goreng atau jelantah rumah tangga atau industri yang lebih ramah lingkungan dan tidak bergantung dengan bahan bakar dari biodisel fosil yang dapat merusak alam indonesia.
Limbah-limbah industri seperti limbah cair juga penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sekitar. Limbah- limbah cair hasil produksi yang ada di industri banyak sekali terkandung zat-zat kimia yang sangat berbahaya apabila tidak diproses dengan tepat sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. Teknik kimia memiliki ilmu yang juga dapat digunakan sebagai pengelola limbah seperti proses adsorpsi, filtrasi, koagulasi, dan biologis.
Metode seperti adsorpsi bisa digunakan untuk mengurangi berbagai zat-zat yang terkandung dalam cairan berbahaya dalam limbah dengan menggunakan bahan penyerap seperti karbon aktif. Metode seperti adsorpsi biasanya cukup efektif untuk menurunkan kadar dari suatu logam berat dan zat-zat cemar lainnya dalam limbah cair yang menjadikan limbah cair tersebut menjadi aman sebelum dibuang ke lingkungan sekitar.
Berdasarkan pemikiran dan data yang saya baca, dengan memanfaatkan limbah cair dengan menggunakan ilmu teknik kimia kita dapat memberikan manfaat dan nilai jual yang cukup tinggi. Limbah-limbah yang sebelumnya dirasa tidak bernilai dapat diproses kembali menjadi sebuah produk yang dapat bernilai tinggi, seperti bahan bakar alternatif, dan sumber energi terbaru. Kenyataannya penerapan pengelolahan limbah di Indonesia sering kali menghadapi kendala-kendala yaitu masih rendahnya kesadaran masyarakat dan industri terhadap pengolahan limbah terutama limbah cair yang lebih ramah terhadap lingkungan sekitar, beberapa industri masih memilih cara yang lebih mudah yaitu membuang limbah cair langsung kelingkungan sekitar dan tidak melalui proses pengolahan yang tepat.
Menurut saya diperlukan adanya kerja sama antar pemerintah baik pusat dan daerah, industri dan lain lain dalam mengatasi permasalahan limbah-limbah di industri. Pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah industri serta memberikan sanksi tegas terhadap industri-industri yang telah melanggar peraturan lingkungan, Kerja sama antar pemerintah, industri dan lain lainnya, pengelolahan limbah industri dapat dilakukan dengan tepat dan lingkungan menjadi lebih terjaga.
Sebagai mahasiswa teknik kimia, saya juga merasa bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan, cara yang dilakukan yaitu mengembangkan teknologi yang dapat mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Limbah-limbah yang ada di industri yang sebelumnya bermasalah dapat dijadikan sumber daya atau energi yang memiliki nilai berharga dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan lingkungan.
Berdasarkan tersebut, menurut saya pemanfaatan limbah industri melalui teknologi teknik kimia menjadikan salah satu solusi yang sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar. pengelolahan limbah yang tepat, kegiatan yang berada di industri akan tetap berjalan tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Referensi
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2022. Data Pengelolaan Limbah B3 di Indonesia.
Prasetyo, 2018. Pemanfaatan Minyak Goreng atau Jelantah sebagai Bahan Baku penting Pembuatan Biodiesel pengganti fosil. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia.



