
Disusun Oleh : Chava Annastasia Candra
Dosen Pembimbing Lapangan : Zida Wahyuddin S.Pd ,M.Si
Gresik, Indonesia, JurnalPost.com – Sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam Sub Kelompok Pelatihan 1, yaitu Chava Annastasia Candra, Gangga, Yusfi, dan Rizky, melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) Coding Maze dan Coding Huruf di KB Al-Firdaus Darunnajah, Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam merancang media pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta mudah diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta dikenalkan dengan konsep coding unplugged dan computational thinking yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif tanpa menggunakan perangkat digital sehingga lebih sesuai untuk pembelajaran anak usia dini.
Pada pelaksanaannya, tim mahasiswa memanfaatkan berbagai bahan daur ulang, seperti karton duplex, tutup botol plastik, kain flanel, dan perlengkapan sederhana lainnya sebagai bahan utama pembuatan media pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan APE yang ekonomis, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang-barang yang masih layak digunakan.
Dua produk utama yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah APE Coding Maze dan APE Coding Huruf. APE Coding Maze dirancang untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir logis, menyusun urutan langkah, memecahkan masalah, serta meningkatkan konsentrasi dan koordinasi motorik halus melalui permainan labirin. Sementara itu, APE Coding Huruf berfungsi sebagai media pengenalan alfabet, penyusunan kata sederhana, serta stimulasi kemampuan literasi awal dan berpikir simbolis dengan memanfaatkan tutup botol sebagai media interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, para guru memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar, manfaat, serta langkah-langkah pembuatan APE. Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik secara langsung mulai dari proses menyiapkan bahan, menyusun pola, merakit media, hingga melakukan simulasi penggunaan APE dalam proses pembelajaran di kelas. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka saat berdiskusi, bertanya, dan mencoba menggunakan media yang telah dibuat.
Chava Annastasia Candra selaku perwakilan Sub Kelompok Pelatihan 1 menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu bergantung pada teknologi maupun biaya yang besar. Menurutnya, pemanfaatan bahan daur ulang dapat menghasilkan media pembelajaran yang menarik, edukatif, serta mampu membantu guru mengembangkan kemampuan literasi, logika, kreativitas, dan motorik anak usia dini melalui aktivitas belajar yang menyenangkan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN menyerahkan dua set APE Coding Maze dan Coding Huruf beserta panduan pembuatannya kepada pihak KB Al-Firdaus Darunnajah. Diharapkan media tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif, ramah lingkungan, mudah direplikasi, serta mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus menanamkan kesadaran kepada anak tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.




