
MOJOKERTO, JurnalPost.com — Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga dan pelatihan penggunaan alat pembakaran sampah minim asap di Dusun Sumberwatu, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu (14/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bijak dan ramah lingkungan. Namun, sebagian warga masih mencampur sampah organik dan non-organik serta melakukan pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga. “Dengan memilah sampah sejak dari rumah, masyarakat bisa mengurangi volume sampah yang dibuang serta memudahkan proses pengelolaannya. Sampah organik dan non-organik memiliki penanganan yang berbeda,” ujarnya.
oleh Dosen: Muhammad Ridha Febriyani, S.H., M.Kn., M.H
Anggota: Reymond Chandra Adi Nugraha
Nixon Prayoga
Aliza Naomi Nuraini
Abhista Maulana Rizkyansyah
Isma Audina
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan penjelasan tentang berbagai jenis sampah, dampak pencemaran lingkungan akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik, serta melakukan praktik langsung dalam pemilahan sampah organik dan non-organik. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering diarahkan untuk dikelola secara alami, sedangkan sampah non-organik seperti plastik dan kemasan disarankan untuk didaur ulang atau dikurangi penggunaannya, serta dikelola dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Selain sosialisasi, mahasiswa juga memperkenalkan alat pembakaran sampah minim asap sebagai alternatif pengelolaan sampah non-organik yang sulit terurai. Salah satu anggota tim menjelaskan bahwa alat ini dirancang dengan sistem pembakaran tertutup sehingga mampu mengurangi asap yang dihasilkan dibandingkan pembakaran terbuka. “Penggunaan alat ini lebih bermanfaat bagi kesehatan warga dan tidak terlalu mengganggu lingkungan,” jelasnya.
Pelatihan dilakukan secara langsung dengan melibatkan warga untuk mempraktikkan cara menggunakan alat pembakaran, mulai dari tahap persiapan, proses pembakaran, hingga aspek keselamatan. Alat tersebut dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan, sehingga diharapkan dapat direplikasi oleh masyarakat secara mandiri.
Salah satu warga Dusun Sumberwatu mengaku bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata. “Biasanya kalau membakar sampah asapnya tebal dan menyengat. Dengan alat ini, asapnya jauh lebih sedikit dan lebih aman,” kata warga tersebut.
Pemerintah Desa Candiwatu menyambut positif kegiatan yang dilakukan mahasiswa UNTAG Surabaya. Menurut Camat Desa Candiwatu, kegiatan ini membantu dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tutup perwakilan mahasiswa.




