• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pancasila di Atas Meja Makan: Menemukan Jiwa Bangsa dalam Keberagaman Rasa

Editor Redaksi
31 Maret 2026
in Berita

JurnalPost.com – Makanan Indonesia bisa dibilang merupakan salah representasi dari pancasila yang mendekati sempurna. Dimulai dari bahan baku yang digunakan, proses, hingga budaya makan yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Dalam setiap proses dan tahapnya, makanan Indonesia mengandung banyak unsur-unsur dan nilai pancasila yang terkandung di dalamnya. Hal ini menunjukan adanya jiwa bangsa yang melekat pada budaya makan di Indonesia.

Pancasila merupakan identitas bangsa Indonesia yang dijunjung tinggi dan juga menjadi landasan dari segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Sebelum Pancasila terbentuk dan diresmikan sebagai dasar negara, bentuk pedoman bangsa Indonesia adalah tradisi dan budaya. Dari tradisi, budaya, dan kebiasaan masyarakat terbentuklah Pancasila yang menjadi pedoman norma kehidupan di masyarakat Indonesia.

Makanan tradisional merupakan salah satu aspek penting dan menjadi salah satu pondasi penguat jiwa bangsa dan karakter masyarakat Indonesia agar tetap berjalan sesuai dengan ideologi Pancasila.

Dari setiap nilai pancasila, makanan memiliki perannya tersendiri, antara lain;
1. Ketuhanan yang Maha Esa
Banyak tradisi di indonesia yang merayakan atau mengungkapkan rasa syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan lewat makanan. Contohnya adalah kenduri. Kenduri merupakan upacara adat yang merupakan serangkaian acara yang tujuannya mengucapkan syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan. Tradisi ini banyak berlaku di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang beragam dan pelaksanaannya yang beragam juga. Dalam serangkaian upacara tersebut, makanan menjadi salah satu aspek penting yang ada dalam serangkaian acara. Makanan menjadi simbol rasa syukur dan nilai-nilai baik lainnya. Selain sebagai simbol rasa syukur dan pendekatan spiritual antara manusia dengan sang pencipta.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Setiap kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan di Indonesia maupun berbagai negara, salah satu yang paling sering dibagikan adalah Makanan. Karena, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan oleh manusia. Dari membagikan makanan, lahirlah empati dari jiwa manusia. Tentu hal ini sudah banyak berlaku di Indonesia dari lama. Salah satu contohnya adalah tradisi ater-ater yang merupakan kegiatan membagikan undangan dalam bentuk makanan atau kebutuhan pokok seperti sembako. Hal ini banyak dilakukan di Indonesia khususnya pulau Jawa. Dengan adanya tradisi ini, menumbuhkan rasa empati dan norma kesopanan di dalam jiwa masyarakat Indonesia.

3. Persatuan Indonesia
Makanan Indonesia merupakan simbol dari persatuan Indonesia, dimana setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing. Hal tersebut menjadi salah satu ikon dari setiap daerah Indonesia dimana setiap bumbu yang digunakan dalam resep makanan Indonesia berbeda tergantung daerah asalnya. Hal inilah yang membuat makanan daerah menjadi ikonik dan lambang persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Dalam beberapa tradisi di Indonesia, terdapat unsur kerjasama dalam membuat masakan. Proses memasak di Indonesia, banyak mengandung unsur gotong royong. Salah satunya adalah tradisi rewang dari daerah jawa. dimana, rewang ini adalah kegiatan membantu memasak secara bersama-sama secara sukarela untuk dihidangkan saat acara acara tertentu seperti nikahan, syukuran, dan acara lainnya. Hal ini menjadi salah satu bentuk penerapan pancasila dan nilai pancasila yang terkandung dari sebuah makanan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ketahanan pangan merupakan salah satu simbol dari keadilan sosial. dimana masyarakat banyak mendapatkan hak mereka untuk mendapatkan makanan yang layak yang berasal dari bahan baku lokal. Setiap resep makanan tradisional di Indonesia, kebanyakan menggunakan bahan baku lokal yang banyak ditemukan di daerahnya. Contohnya adalah daerah Kulon Progo, Yogyakarta yang banyak makanan tradisional nya menggunakan bahan baku singkong. Hal ini dikarenakan, singkong merupakan sumber daya yang banyak ditemukan di daerah tersebut.

Sehingga, Beberapa alasan di ataslah yang membuat munculnya opini dimana, makanan merupakan salah satu aspek penting dan merupakan representasi dari nilai-nilai pancasila. Dalam setiap prosesnya, makanan memiliki peran penting dalam karakteristik bangsa. Makanan menjadi salah satu jembatan masyarakat Indonesia untuk mendalami nilai-nilai pancasila dan kemudian bisa tertanam di pribadi dan jiwa setiap masyarakat di Indonesia.

Referensi
1. Haifa dkk, 2025, Jawa Barat, “Pancasila di Atas Piring: Merefleksikan Nilai-Nilai kebangsaan dalam Kuliner Nusantara”
2. Wildan, 2015, “Kenduri, Ruang Publik, dan Keberagaman Agama” https://share.google/FqGzpOaHkTqgNecb0

Oleh:
Nadya Nuha Nabila
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknik Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.